Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Jurnal Predator Mengintai Akademisi, UB Pasang Sistem Verifikasi Ketat

Dinia by Dinia
May 9, 2026
in Pendidikan, Riset Inovasi
0
Jurnal Predator Mengintai Akademisi, UB Pasang Sistem Verifikasi Ketat

Suasana DRPM UB Gelar Sosialisasi Kebijakan Juknis Penanganan Publikasi dan Predatory Journal serta Konsinyering Publikasi Ilmiah Angkatan 11 (Ist.)

5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Tekanan publikasi internasional di dunia akademik terus meningkat seiring tuntutan reputasi dan pemeringkatan perguruan tinggi. Namun di tengah kompetisi tersebut, ancaman jurnal predator dan manipulasi publikasi ilmiah juga berkembang semakin kompleks, bahkan mulai menyasar peneliti melalui modus yang sulit dikenali.

Fenomena ini membuat persoalan integritas riset tidak lagi sekadar isu administratif, tetapi menyangkut kredibilitas akademik perguruan tinggi di level global. Di tengah derasnya target publikasi dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), kampus dituntut menjaga keseimbangan antara produktivitas, kualitas, dan etika ilmiah.

Kondisi tersebut mendorong Universitas Brawijaya (UB) memperketat pengawasan terhadap publikasi ilmiah dosen dan peneliti melalui pembaruan petunjuk teknis penanganan publikasi serta sistem verifikasi berlapis dalam pencairan insentif artikel ilmiah.

Langkah itu dikonsolidasikan dalam kegiatan “Sosialisasi Kebijakan Juknis Penanganan Publikasi dan Predatory Journal serta Konsinyering Publikasi Ilmiah Angkatan 11” di Malang, Jumat (8/5/2026). Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Rektor Nomor 1 Tahun 2026 terkait perubahan Standar Biaya Masukan (SBM) untuk insentif artikel ilmiah.

DRPM UB Gelar Sosialisasi Kebijakan Juknis Penanganan Publikasi dan Predatory Journal serta Konsinyering Publikasi Ilmiah Angkatan 11(Ist.)

Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB, Prof. Luchman Hakim, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa tantangan akademik saat ini bukan lagi sekadar mengejar jumlah publikasi, tetapi menjaga kualitas dan kredibilitas kanal publikasi ilmiah.

“Kami sering menerima laporan mengenai keterjebakan pada jurnal predator. Hal ini tidak hanya merugikan secara finansial bagi institusi, tetapi juga mengancam reputasi akademik dosen yang bersangkutan,” ujarnya.

Ancaman Jurnal Bajakan hingga Penulis Titipan

Dalam forum tersebut, UB juga menyoroti maraknya hijacked journals atau jurnal bajakan, yakni praktik pemalsuan identitas jurnal bereputasi untuk menipu peneliti.

Reviewer senior UB, Prof. Akhmad Sabarudin, S.Si., M.Sc., Dr.Sc., menjelaskan bahwa jurnal predator umumnya menawarkan proses publikasi yang tidak wajar, seperti peer review yang terlalu cepat dan biaya publikasi yang tinggi.

“Banyak peneliti terjebak karena tampilan laman yang sangat mirip dengan jurnal asli. Jika artikel terbit di kanal tersebut, selain tidak diakui secara administratif untuk kenaikan jabatan, proses perbaikannya di masa depan pun sangat rumit karena data riset sudah telanjur dilepas ke pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Selain persoalan jurnal predator, penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan karya ilmiah juga menjadi perhatian kampus. Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa AI diperbolehkan sebagai alat bantu bahasa dan penerjemahan, namun tidak untuk menggantikan analisis ilmiah dan proses pengambilan kesimpulan penelitian.

UB juga memperketat mekanisme insentif publikasi ilmiah. Dalam skema terbaru, insentif untuk artikel yang berhasil menembus jurnal bereputasi Q1 dan Q2 dapat mencapai Rp50 juta, dengan tambahan bonus untuk kolaborasi bersama institusi dalam jajaran QS 200 dunia.

Namun pencairan insentif dilakukan melalui proses verifikasi ketat. Kampus menegaskan tidak akan meloloskan publikasi yang terindikasi predasi maupun praktik “penulis titipan” tanpa kontribusi riset nyata.

Program konsinyering ini diikuti puluhan dosen yang telah lolos seleksi awal. Selama dua hari, peserta mendapatkan pendampingan intensif dari mentor senior guna memastikan naskah memenuhi standar jurnal internasional bereputasi sebelum disubmit.

Melalui langkah ini, UB berupaya menjaga daya saing riset tanpa mengorbankan integritas akademik. Di tengah tekanan publikasi global, kualitas dan etika ilmiah dinilai tetap menjadi fondasi utama dunia pendidikan tinggi.(Din)

Post Views: 108
Tags: integritas akademikJurnal Internasionaljurnal predatorKANAL24publikasi ilmiahriset akademikSDGsub berdampakUB Primeuniversitas brawijaya
Previous Post

Dilan ITB 1997: Peran Ariel NOAH Sebagai Dilan Tuai Pro dan Kontra

Next Post

Forum Dekan AIPKI Bahas Mutu Pendidikan Kedokteran Nasional

Dinia

Dinia

Next Post
Forum Dekan AIPKI Bahas Mutu Pendidikan Kedokteran Nasional

Forum Dekan AIPKI Bahas Mutu Pendidikan Kedokteran Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Butter Tteok Jadi Camilan Korea Paling Hype Sekarang

Butter Tteok Jadi Camilan Korea Paling Hype Sekarang

May 15, 2026
Vincent Van Gogh: Genius Sunyi di Balik Lukisan Ikonik

Vincent Van Gogh: Genius Sunyi di Balik Lukisan Ikonik

May 15, 2026
Tangisan Hari Pertama Daycare dan Dampaknya pada Psikologis Anak

Tangisan Hari Pertama Daycare dan Dampaknya pada Psikologis Anak

May 15, 2026
Universitas Brawijaya Dorong SDGs Lewat Kampung Lingkar Kampus

Universitas Brawijaya Dorong SDGs Lewat Kampung Lingkar Kampus

May 14, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025