Kanal24, Malang – Perkembangan startup digital di Indonesia membuka peluang besar bagi generasi muda untuk membangun usaha berbasis teknologi. Namun di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat, banyak startup lokal masih menghadapi tantangan besar mulai dari menjaga konsistensi bisnis, membangun tim, hingga mempertahankan semangat ketika menghadapi hambatan dalam proses pengembangan usaha.
Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai strategi membangun bisnis berkelanjutan menjadi semakin penting, terutama bagi mahasiswa dan founder muda yang baru memulai usaha. Tidak sedikit startup gagal berkembang karena terlalu fokus pada pertumbuhan instan tanpa memiliki fondasi bisnis yang kuat. Karena itu, pengalaman para praktisi industri dinilai penting untuk membantu pelaku startup memahami proses scale up bisnis secara realistis dan bertahap.
Baca juga:
Ketimpangan Distribusi Perawat Masih Jadi Masalah Besar di Indonesia

Hal tersebut disampaikan Founder & Business Director of CRVOLUTIONZ, Ayrton Eduardo dalam acara Taka Connect Malang bertajuk “Naik Kelas Bareng: Growing Malang’s Business Ecosystem” di Aula Gedung A Lantai 4 FIA UB, Senin (11/5/2026). Dalam forum tersebut, Ayrton membagikan pengalaman dan strategi membangun bisnis digital yang sustainable di tengah perkembangan ekosistem startup Kota Malang.
Scale Up Bisnis Tidak Bisa Instan
Ayrton Eduardo menjelaskan perkembangan bisnis tidak selalu harus dilakukan secara cepat. Menurutnya, startup justru perlu tumbuh secara bertahap agar memiliki fondasi yang kuat dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Perkembangan atau scale-nya itu dicapai dengan step by step atau satu langkah demi langkah,” ujarnya.
Ia menilai banyak founder muda terlalu fokus mengejar pertumbuhan besar dalam waktu singkat tanpa mempersiapkan kesiapan bisnis secara matang. Padahal, proses pengembangan usaha membutuhkan konsistensi, evaluasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan yang muncul.
Menurut Ayrton, scale up bisnis juga harus dibarengi dengan dampak nyata terhadap lingkungan sekitar. Ia mengatakan bisnis yang berkembang tidak hanya menghasilkan keuntungan bagi pemilik usaha, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru dan memperbesar perputaran ekonomi masyarakat.
“Dengan usaha itu berkembang, kita bisa menyerap tenaga kerja yang lebih besar dan ada perputaran ekonomi uang yang lebih besar,” katanya.
Konsistensi Jadi Tantangan Terbesar Founder Muda
Dalam diskusi tersebut, Ayrton juga menyoroti tantangan terbesar startup lokal, yakni menjaga konsistensi dan semangat membangun usaha. Menurutnya, banyak pelaku startup menyerah di tengah jalan ketika menghadapi hambatan bisnis maupun tekanan persaingan industri digital.
“Kita butuh tidak hanya modal tetapi juga semangat yang harus terus menyala,” tegasnya.
Ia menjelaskan mentalitas menjadi faktor penting dalam membangun startup. Founder tidak hanya dituntut memiliki ide kreatif, tetapi juga harus siap menghadapi proses panjang dalam mengembangkan bisnis. Karena itu, kemampuan menjaga motivasi dan konsistensi menjadi kunci agar startup mampu bertahan dan berkembang.
Ayrton juga mendorong mahasiswa untuk mulai mencoba membangun usaha sejak dini. Menurutnya, pengalaman menjalankan bisnis selama masa kuliah dapat menjadi proses pembelajaran penting untuk memahami tantangan dunia usaha secara langsung.
Malang Dinilai Punya Potensi Besar untuk Startup
Dalam kesempatan tersebut, Ayrton menilai Kota Malang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem startup digital. Keberadaan kampus, komunitas kreatif, dan talenta muda dinilai menjadi modal penting untuk menciptakan inovasi bisnis berbasis teknologi.
Ia berharap semakin banyak mahasiswa berani membangun startup dan aktif mengikuti forum kolaborasi seperti Taka Connect. Menurutnya, koneksi dan relasi antar pelaku ekosistem digital menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat perkembangan bisnis.
Melalui kegiatan tersebut, Ayrton berharap generasi muda tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis semata, tetapi juga mampu menciptakan usaha yang sustainable, berdampak, dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi digital di Kota Malang.













