Kanal24, Malang – Indonesia mencatat pencapaian membanggakan di bidang tata kelola fiskal global setelah berhasil meraih peringkat pertama dunia dalam transparansi insentif perpajakan. Prestasi tersebut berdasarkan penilaian Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI) versi 2.1 yang dirilis pada Mei 2026.
Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati posisi tertinggi dari total 116 negara yang dinilai. Capaian ini sekaligus menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara maju seperti Korea Selatan, Australia, Kanada, Jerman, Belanda, hingga Prancis dalam aspek transparansi pelaporan belanja perpajakan.
GTETI sendiri merupakan indeks global yang mengukur kualitas, keteraturan, serta cakupan laporan insentif perpajakan atau tax expenditure yang diterbitkan suatu negara. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama terkait keterbukaan dan akuntabilitas kebijakan fiskal.
Baca juga:
Cadangan Beras RI Capai 5,3 Juta Ton, Ketahanan Pangan Kian Kuat
Indonesia berhasil memperoleh skor keseluruhan 79,9 dari 100, meningkat dibandingkan penilaian sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam tata kelola fiskal dan transparansi kebijakan perpajakan nasional.
Pencapaian tersebut juga menjadi lonjakan penting bagi Indonesia yang sebelumnya berada di posisi ke-15 pada 2022 dan naik ke peringkat kedua pada 2024. Kini, Indonesia sukses menempati posisi teratas dalam indeks transparansi fiskal global.
Keberhasilan ini dinilai memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap sistem fiskal Indonesia. Transparansi insentif perpajakan dianggap menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, akuntabel, dan berkelanjutan.
Reformasi Fiskal Dinilai Berhasil
Capaian Indonesia dalam indeks GTETI disebut tidak terlepas dari berbagai reformasi fiskal yang dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Upaya digitalisasi administrasi perpajakan, penguatan pelaporan insentif, hingga peningkatan kualitas data menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan skor Indonesia.
Selain meningkatkan akuntabilitas, transparansi insentif perpajakan juga membantu investor memahami arah kebijakan fiskal pemerintah secara lebih jelas. Hal ini dinilai mampu memperkuat stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya tarik investasi Indonesia di mata global.
Dengan pencapaian tersebut, Indonesia kini menjadi salah satu contoh praktik transparansi fiskal terbaik di tingkat internasional.














