Kanal24, Malang – Konten tentang lingkungan sekarang lebih sering muncul lewat video pendek dan media sosial dibanding poster atau spanduk di sudut kampus. Generasi muda lebih akrab dengan reels, TikTok, dan berbagai konten digital yang lewat di layar ponsel hampir setiap hari. Dari ruang digital itu, isu tentang sampah, gaya hidup ramah lingkungan, hingga sustainability mulai dibicarakan dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
Situasi tersebut yang dibaca Universitas Brawijaya melalui Lomba Video Campaign Kampus Lestari 2026 yang diluncurkan UPT Green Campus, Selasa (19/5/2026). Melalui program ini, mahasiswa didorong menjadi wajah baru kampanye lingkungan kampus lewat konten kreatif berbasis media sosial.
Baca juga : Kolaborasi UB–LYB Hadirkan Inovasi Daur Ulang Plastik
Kegiatan launching berlangsung di Ruang Sidang Lantai 8 Gedung Rektorat UB. Acara ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperkuat komitmen keberlanjutan sekaligus mengajak mahasiswa berkontribusi melalui media kreatif berbasis digital.
Dosen Fakultas Pertanian UB sekaligus perwakilan UPT Green Campus Bidang Data, Komunikasi, dan Kemitraan Strategis, Gabryna Auliya Nugroho, menjelaskan bahwa lomba ini berfokus pada produksi konten kampanye lingkungan oleh mahasiswa.

“Hari ini ada launching video campaign untuk kampus lestari Universitas Brawijaya di tahun 2026. Video-video campaign ini kami harapkan dibuat oleh para mahasiswa di Universitas Brawijaya dan dilombakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh mahasiswa UB dari berbagai jenjang dapat berpartisipasi tanpa batasan semester. “Mahasiswa yang bisa mendaftar di dalam lomba video campaign ini adalah seluruh mahasiswa di tingkat apa saja, baik yang baru masuk maupun yang sudah semester enam, tujuh, atau delapan,” katanya.
Gabryna menambahkan, video yang dilombakan memiliki format singkat dan menyesuaikan tren media sosial.
“Video campaign yang diharapkan ini adalah video yang bisa disebarkan di media sosial seperti Instagram. Jadi videonya tidak panjang, sekitar 30 sampai 60 detik dalam bentuk potret,” jelasnya.
Dari sisi penilaian, panitia akan menitikberatkan pada kekuatan pesan, kreativitas, serta kualitas visual. “Kriteria pemenang yang kami cari adalah mahasiswa yang mampu menyusun video dengan message yang kuat tentang kampus lestari. Tentunya sisi kreativitas, ide, dan videografi akan sangat kami perhatikan,” tegasnya.
Lomba ini dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Juni 2026, dengan pengumuman pemenang pada akhir Juni. Tiga karya terbaik akan dipilih sebagai pemenang utama sekaligus menjadi bagian dari duta kampanye lingkungan kampus. “Nanti akan ada tiga pemenang utama dan mereka akan kami libatkan dalam seluruh kegiatan UB Green Campus hingga akhir tahun 2026,” ungkap Gabryna.
Melalui program ini, UB berharap muncul lebih banyak inisiatif mahasiswa dalam menyuarakan isu lingkungan serta memperkuat citra kampus sebagai institusi yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan. (qrn)














