Kanal24, Malang – Persoalan kesehatan mental di kalangan mahasiswa semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya tekanan akademik dan masalah hubungan interpersonal. Tugas kuliah yang menumpuk, tuntutan untuk selalu produktif, hingga persoalan seperti overthinking, trust issue, sulit move on, dan rasa tidak berharga menjadi kondisi yang kerap dialami mahasiswa tanpa disadari. Berangkat dari fenomena tersebut, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Brawijaya (UB), Gading Aceh, menghadirkan layanan konseling gratis dan psikoedukasi kesehatan mental melalui program magang di Biro Psikologi Psy Up, Malang.
Mahasiswa Psikologi UB tersebut menjalankan program magang di bawah supervisi psikolog profesional dengan fokus pada isu “Relationship Issues”. Program berlangsung di Biro Psikologi Psy Up dan melibatkan layanan konseling gratis serta pembuatan media edukasi psikologi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.
Baca juga:
Kunjungan SMA Islam PB Soedirman Perluas Wawasan Siswa
Gading Aceh menilai masih banyak mahasiswa yang menganggap kelelahan emosional sebagai hal biasa. Padahal, kondisi tersebut dapat berdampak pada motivasi belajar, hubungan sosial, hingga aktivitas sehari-hari apabila terus dibiarkan.
“Banyak mahasiswa sebenarnya sedang tidak baik-baik saja secara emosional, tetapi bingung harus bercerita kepada siapa. Tidak sedikit juga yang takut dianggap berlebihan atau lemah ketika ingin mencari bantuan,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Gading membuka layanan konseling gratis dengan tema relationship issues. Layanan ini diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk berbagi cerita dan mendapatkan pendampingan profesional secara lebih terarah.
Selain layanan konseling, ia juga membuat media psikoedukasi mengenai insecure attachment dan relationship issues. Edukasi tersebut memuat penjelasan sederhana terkait pola kelekatan, faktor yang memengaruhi hubungan interpersonal, serta pentingnya regulasi emosi dalam menjaga kesehatan mental.
Menurutnya, edukasi kesehatan mental masih sangat dibutuhkan karena banyak individu yang mengalami overthinking, kehilangan motivasi, takut ditinggalkan, atau terus menyalahkan diri sendiri tanpa memahami akar emosional yang mereka alami.
Kegiatan tersebut juga diwujudkan melalui rilis poster edukasi attachment bersama Anita Rohman S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Direktur Utama Biro Psikologi Psy Up.

Selain fokus pada mahasiswa, Gading turut terlibat dalam kegiatan psikoedukasi kepada ibu-ibu PKK Bukit Cemara Tidar dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Emansipasi Wanita dalam Meregulasi Emosi di Era Digital”.
Ia menilai program magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran praktis, tetapi juga kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pendekatan psikologis yang edukatif, aplikatif, dan suportif terhadap kesehatan mental.
Melalui kegiatan ini, Gading berharap mahasiswa semakin sadar bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam kehidupan akademik maupun kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap masyarakat tidak lagi ragu mencari bantuan profesional ketika merasa kewalahan secara emosional.













