Kanal24, Malang – Setelah bertahun-tahun hanya berada di tahap perencanaan, proyek raksasa Lapangan Gas Abadi Masela akhirnya memasuki babak baru. Pemerintah memastikan konstruksi proyek strategis nasional tersebut akan dimulai pada 2027, membuka jalan bagi salah satu investasi migas terbesar dalam sejarah Indonesia.
Proyek yang dikembangkan di Blok Masela, Laut Arafura, Maluku itu diproyeksikan menjadi tulang punggung pasokan gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam beberapa dekade ke depan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan proyek terus dipercepat agar pembangunan fisik dapat dimulai sesuai target pada 2027. Saat ini proses desain teknik rinci (Front-End Engineering Design/FEED), penyelesaian aspek komersial, hingga Final Investment Decision (FID) terus dikebut.
Baca juga:
Prabowo Soroti Paradoks Ekonomi RI: Tumbuh 5 Persen, Mengapa Penduduk Miskin Justru Bertambah?
Investasi Jumbo Capai Rp340 Triliun
Pengembangan Lapangan Gas Abadi Masela diperkirakan membutuhkan investasi lebih dari US$20 miliar atau setara sekitar Rp340 triliun. Nilai tersebut menjadikannya sebagai salah satu proyek hulu migas terbesar yang pernah dikembangkan di Indonesia.
Selain meningkatkan produksi gas nasional, proyek ini diyakini mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas industri pendukung, hingga pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Pemerintah juga menargetkan proyek ini mampu menarik investasi lanjutan di sektor energi dan industri hilir berbasis gas.
Produksi Gas untuk Domestik dan Ekspor
Lapangan Gas Abadi Masela dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, disertai pasokan gas pipa sekitar 150 MMSCFD serta produksi kondensat sekitar 35 ribu barel per hari.
Sebagian produksi akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, sementara sisanya ditujukan bagi pasar ekspor guna meningkatkan devisa negara.
Dengan cadangan gas yang sangat besar, proyek ini dipandang sebagai salah satu aset strategis Indonesia dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.
Pemerintah Dorong Percepatan Proyek
Pemerintah menegaskan seluruh proses perizinan, pengadaan, hingga penyelesaian aspek komersial akan terus dipercepat agar target konstruksi pada 2027 dapat terealisasi.
Selain menjadi penggerak investasi, proyek ini diharapkan menciptakan ribuan lapangan kerja selama masa konstruksi maupun ketika memasuki tahap operasi komersial.
Keberhasilan pengembangan Lapangan Gas Abadi Masela juga dinilai menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing sektor migas Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen gas alam cair (LNG) utama di kawasan Asia Pasifik.














