Kanal24, Malang – Reputasi perguruan tinggi kini tidak lagi hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah atau prestasi akademik. Di tingkat global, universitas juga dinilai dari seberapa besar dampaknya dalam menjawab persoalan nyata masyarakat, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan inklusif, kesehatan, hingga aksi menghadapi perubahan iklim.
Komitmen tersebut tercermin dalam hasil Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026, yang menempatkan Universitas Brawijaya (UB) pada kelompok 401–600 perguruan tinggi dunia secara keseluruhan. Di tengah semakin ketatnya persaingan global dan bertambahnya jumlah institusi yang mengikuti pemeringkatan, UB mencatat peningkatan pada 14 dari 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs) yang dinilai.
Baca juga : Naik 64 Peringkat QS WUR 2027, Seberapa Dekat Universitas Brawijaya Menuju Liga Kampus Global?
THE Sustainability Impact Ratings merupakan pemeringkatan internasional yang diterbitkan oleh Times Higher Education (THE) untuk mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui aktivitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, dan kemitraan.
Mayoritas Indikator Mengalami Peningkatan
Berdasarkan hasil pemeringkatan tahun 2026, Universitas Brawijaya mencatat peningkatan pada 14 indikator SDGs, yakni SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 5 (Gender Equality), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 10 (Reduced Inequalities), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below Water), SDG 15 (Life on Land), SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Sementara itu, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) berhasil mempertahankan posisinya pada kelompok 201–300 dunia. Adapun SDG 1 (No Poverty) dan SDG 4 (Quality Education) mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Menariknya, peningkatan tersebut diraih pada sejumlah indikator yang diikuti lebih dari seribu perguruan tinggi dari berbagai negara, sehingga menunjukkan semakin kuatnya daya saing Universitas Brawijaya dalam implementasi pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional.
Lompatan Besar pada Infrastruktur, Laut, dan Aksi Iklim
Sejumlah indikator menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.
Pada SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), UB melonjak dari kelompok 301–400 dunia pada tahun 2025 menjadi 101–200 dunia pada tahun 2026.
Peningkatan serupa juga dicatat pada SDG 14 (Life Below Water) yang naik dari kelompok 401–600 menjadi 101–200 dunia.
Kemajuan paling mencolok terlihat pada SDG 13 (Climate Action) yang meningkat drastis dari kelompok 801–1000 dunia menjadi 301–400 dunia.
Selain itu, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) naik dari kelompok 401–600 menjadi 201–300 dunia, sedangkan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) juga meningkat dari 401–600 menjadi 201–300 dunia.
Di bidang kesehatan, SDG 3 (Good Health and Well-being) naik dari kelompok 401–600 menjadi 301–400 dunia, sementara SDG 2 (Zero Hunger) meningkat dari 201–300 menjadi 101–200 dunia.

Evaluasi untuk SDG Kemiskinan dan Pendidikan
Kepala UPT Global Partnership and Reputation Universitas Brawijaya, Hendrix Yulis Setyawan, Ph.D., menjelaskan bahwa penurunan pada SDG 1 dan SDG 4 dipengaruhi oleh beberapa indikator spesifik dalam metodologi penilaian THE.
“Penurunan SDG di atas dikarenakan berkurangnya jumlah program anti-poverty for community yang dilaporkan pada SDG 1. Sementara pada SDG 4, penurunan dipengaruhi oleh indikator life-long learning measures serta menurunnya jumlah mahasiswa first generation yang menjadi bagian dari penilaian THE Sustainability Impact Ratings,” jelas Hendrix.
Meski demikian, menurutnya hasil tahun ini tetap menunjukkan tren yang positif karena sebagian besar indikator mengalami peningkatan dan posisi overall UB tetap bertahan pada kelompok 401–600 dunia.
UB Perkuat Dampak Nyata bagi Masyarakat
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Imam Santoso, menilai capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat kontribusi universitas terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Peningkatan pada 14 indikator SDGs menjadi capaian yang membanggakan karena diraih di tengah bertambahnya jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam pemeringkatan ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa program-program Universitas Brawijaya semakin diakui kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat global,” ujarnya.
Ke depan, UB akan memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui desa binaan, pendampingan UMKM, pengembangan ekonomi berbasis inovasi, serta pengabdian masyarakat yang terdokumentasi dengan lebih baik guna meningkatkan capaian SDG 1 (No Poverty).
Pada aspek pendidikan, universitas juga akan memperluas implementasi lifelong learning melalui pelatihan, sertifikasi profesional, kursus terbuka, pendidikan berkelanjutan, hingga berbagai bentuk pembelajaran sepanjang hayat yang dapat diakses masyarakat luas. Selain itu, UB akan terus memperkuat akses pendidikan bagi first-generation students melalui program afirmasi, beasiswa, dan kegiatan outreach ke sekolah-sekolah di berbagai daerah.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat program pengabdian kepada masyarakat, pendidikan inklusif, penelitian yang berdampak, serta kemitraan strategis untuk meningkatkan kontribusi Universitas Brawijaya terhadap pencapaian SDGs. Capaian ini menunjukkan bahwa UB tidak hanya berfokus pada reputasi akademik, tetapi juga pada dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat,” tambahnya.
Peningkatan pada 14 indikator SDGs dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 memperlihatkan semakin kuatnya implementasi pembangunan berkelanjutan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Brawijaya. Melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi strategis, UB terus memperluas kontribusinya terhadap pencapaian SDGs sekaligus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. (din)














