Kanal24, Malang – Membangun prestasi di bidang seni tidak bisa dilakukan secara instan. Universitas Brawijaya (UB) memilih menyiapkan talenta mahasiswa melalui pembinaan berjenjang, mulai dari kompetisi tingkat kampus hingga ajang nasional. Pola tersebut kembali diterapkan dalam persiapan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur 2026.
Sebagai bagian dari proses tersebut, UB melepas 15 delegasi terbaik hasil seleksi Pekan Seni Mahasiswa (Peksima) untuk berlaga di Peksimida 2026. Pelepasan berlangsung di Lantai 1 Gedung Rektorat UB, Senin (6/7/2026), sekaligus menjadi penanda dimulainya perjuangan mahasiswa membawa nama kampus di tingkat provinsi.
Baca Juga:
Mahasiswa Vokasi UB Sabet Juara Dangdut Peksimida Jatim
Pembinaan Talenta Dimulai dari Tingkat Kampus
Kepala UPT Pengembangan Talenta Mahasiswa Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Eng. Abu Bakar Sambah, S.Pi., M.T., menjelaskan bahwa strategi pembinaan mahasiswa dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat fakultas, universitas, daerah hingga nasional. Melalui Pekan Seni Mahasiswa (Peksima), universitas melakukan penjaringan mahasiswa yang memiliki potensi di bidang seni sebelum dipersiapkan mengikuti Peksimida.

Menurutnya, seluruh delegasi yang diberangkatkan merupakan juara pertama dari masing-masing cabang lomba di tingkat universitas. Setelah lolos seleksi, para mahasiswa mendapatkan pembinaan bersama pelatih dan pendamping agar mampu tampil maksimal di tingkat provinsi.
“Jadi memang secara strategis UB menyiapkan semua perlombaan itu mulai dari level bawah. Jadi mencari talenta, kemudian membuat mini kompetisi. Mini kompetisi itu menyadur dari kompetisi-kompetisi nasional,” jelasnya.
Pada Peksimida 2026, Universitas Brawijaya mengirimkan perwakilan pada seluruh 15 tangkai lomba yang dipertandingkan. Selain itu, UB juga dipercaya menjadi tuan rumah cabang menyanyi pop dan menyanyi dangdut yang akan berlangsung di Gedung Widyaloka, sementara pembukaan Peksimida dipusatkan di Universitas Negeri Malang.
Abu Bakar Sambah menilai tantangan terbesar dalam pembinaan bukan hanya meningkatkan kemampuan peserta, tetapi juga menjaga konsistensi latihan hingga hari perlombaan. Menurutnya, apabila semangat tersebut mampu dipertahankan, prestasi akan menjadi buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
UB Bidik Prestasi Lebih Baik di Peksimida 2026
Kepala Kelompok Kerja Jabatan Fungsional (KKJF) Bidang Seni, Olahraga, dan Kewirausahaan, Bambang, mengatakan seluruh delegasi telah melalui proses seleksi berjenjang sejak Peksima tingkat universitas. Mahasiswa yang terpilih kemudian dibina agar mampu mengembangkan potensi seni yang dimiliki sebelum berlaga di tingkat Jawa Timur.
Ia mengakui proses pembinaan tahun ini menghadapi tantangan karena UPT Pengembangan Talenta Mahasiswa merupakan unit yang relatif baru. Meski demikian, koordinasi, pelatihan, dan pendampingan seluruh peserta dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama berbagai pihak.
Menurut Bambang, Universitas Brawijaya tetap optimistis mampu bersaing meski tidak memiliki fakultas seni. Ia menilai kegiatan seni harus terus dikembangkan karena mampu membentuk karakter mahasiswa sekaligus memperkaya kehidupan kampus.
Untuk target tahun ini, UB berharap mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian pada penyelenggaraan sebelumnya. Dalam beberapa edisi terakhir, Universitas Brawijaya konsisten berada di lima besar, bahkan sempat menembus tiga besar dari puluhan perguruan tinggi peserta di Jawa Timur.
“Kalau target tentu yang terbaik. Harapannya capaian tahun sebelumnya bisa terpenuhi, bahkan bisa terlampaui,” ujarnya.
Delegasi Siap Tampilkan Potensi dan Budaya Lokal
Salah satu delegasi cabang lomba tari, Maya, mengungkapkan persiapan tim telah dimulai sejak April 2026 melalui proses pemilihan penari, penyusunan tim produksi, riset tema hingga latihan rutin setiap hari. Tim yang terdiri dari tujuh mahasiswa tersebut juga telah menjalani tiga kali karantina sebagai bagian dari pemantapan penampilan.
Pada kompetisi tahun ini, mereka mengangkat konsep “Dari Tradisi Menuju Modern” dengan mengangkat sejarah Kabupaten Malang melalui kisah Bangun Nikah Sukoco Sukeci. Tema tersebut dipilih sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Maya berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan mampu menghasilkan penampilan terbaik sekaligus membawa prestasi bagi Universitas Brawijaya serta memperkenalkan kekayaan budaya Malang kepada publik.
Sementara itu, delegasi cabang penulisan lakon, Muhammad Rizki Alfandri Saputra, mengatakan persiapannya dilakukan dengan memperbanyak membaca berbagai referensi dan mengasah kemampuan menulis agar mampu menyusun naskah drama secara optimal ketika perlombaan berlangsung.
Selain ingin mengharumkan nama Universitas Brawijaya, Rizki berharap keikutsertaannya dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk gemar membaca dan menulis sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan kampus.
Melalui keikutsertaan pada Peksimida 2026, Universitas Brawijaya kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembinaan talenta mahasiswa secara berkelanjutan. Tidak hanya berorientasi pada prestasi, pembinaan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, melestarikan budaya, dan membawa nama baik kampus hingga tingkat nasional. (gal)














