Kanal24, Malang – Kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada layanan digital, termasuk Strava Premium, sempat memunculkan kebingungan di kalangan pelari. Minimnya sosialisasi membuat sebagian pengguna mengira seluruh layanan Strava akan dikenai pajak, padahal kebijakan tersebut hanya berlaku bagi pengguna layanan berbayar atau Premium.
Pelari sekaligus pengguna Strava Premium, Endah Purwaningtiyas, mengaku sempat terkejut saat kabar tersebut beredar. Namun, setelah mengetahui informasi yang sebenarnya, ia memahami bahwa PPN hanya dikenakan pada layanan premium.
Baca Juga:
Bahaya Microsleep Usai Mendaki, Jangan Nekat Langsung Berkendara Pulang
Kurangnya Sosialisasi Bikin Pengguna Salah Paham
Menurut Endah, kebingungan yang muncul bukan disebabkan oleh adanya pajak, melainkan kurangnya informasi yang diterima masyarakat sejak awal.

“Yang kita kaget itu karena awalnya tidak ada sosialisasi. Jadi teman-teman pelari menganggap semua pemakai Strava bakal kena pajak. Padahal yang dimaksud hanya pengguna Strava Premium,” ujarnya.
Ia menilai penyampaian informasi yang lebih jelas sejak awal dapat mencegah kesalahpahaman di kalangan pengguna aplikasi olahraga tersebut.
Fitur Premium Dinilai Masih Sebanding
Meski dikenai PPN, Endah menilai biaya berlangganan Strava Premium masih sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Sebagai pelari jalan raya maupun trail run, ia memanfaatkan berbagai fitur untuk memantau perkembangan latihan.
Menurutnya, fitur seperti pengukuran kecepatan, detak jantung (heart rate), hingga data elevasi saat trail run sangat membantu dalam mengevaluasi performa. Data tersebut juga terintegrasi dengan smartwatch yang digunakan selama berolahraga sehingga hasil pemantauan menjadi lebih lengkap.
Aktivitas di Strava Bisa Jadi Inspirasi
Selain berfungsi sebagai aplikasi pencatat aktivitas olahraga, Endah menilai Strava juga memiliki dampak positif melalui fitur berbagi aktivitas. Unggahan hasil latihan dinilai mampu memotivasi orang lain untuk mulai berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat.
“Kita sama-sama berharap dari pemerintah agar fasilitas-fasilitas olahraga bisa lebih bagus, aksesnya lebih mudah, dan mendukung kegiatan-kegiatan olahraga,” pungkasnya
Menurutnya, kebijakan pajak tidak seharusnya mengurangi semangat masyarakat untuk berolahraga. Selama manfaat yang diperoleh masih sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, aplikasi seperti Strava tetap dapat menjadi pendukung bagi masyarakat untuk menjaga konsistensi berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat. (ndr)














