Kanal24, Malang – Keterbatasan lahan masih menjadi salah satu kendala masyarakat untuk memulai budidaya ikan di lingkungan rumah. Padahal, pekarangan sempit maupun barang bekas yang selama ini tidak dimanfaatkan dapat diubah menjadi media budidaya yang produktif. Dengan pendekatan yang sederhana dan mudah diterapkan, budidaya ikan skala rumah tangga tidak hanya berpotensi memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Berangkat dari tantangan tersebut, Kelompok 8 PKM-Bahari 2026 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya memperkenalkan inovasi BULELON (Budidaya Lele dalam Galon) kepada masyarakat Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi yang diselenggarakan pada Senin (3/8/2026). Program ini berada di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Kelompok 8 PKM-Bahari FPIK Universitas Brawijaya, Attabik Mukhammad Amrillah, S.Pi., M.Si., sebagai upaya menghadirkan solusi budidaya lele skala rumah tangga yang hemat lahan, mudah diterapkan, serta mendukung ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.
Baca juga : Di Tengah Tekanan Ekonomi, Dekan FPIK UB Ingatkan Indonesia Belum Serius Menjaga Potensi Laut
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pagedangan tersebut dihadiri Kepala Desa Pagedangan, Ketua PKK beserta jajaran pengurus, serta 45 peserta dari masyarakat setempat.
Pada sambutannya, Ketua Kelompok 8 PKM-Bahari FPIK Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa BULELON merupakan inovasi sederhana yang dirancang mudah diaplikasikan oleh masyarakat.
“Melalui BULELON, kami ingin menunjukkan bahwa budidaya ikan tidak selalu membutuhkan lahan yang luas ataupun modal yang besar. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi budidaya skala rumah tangga yang mudah diterapkan serta memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam mendukung ketahanan pangan keluarga maupun membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Attabik Mukhammad Amrillah menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian seperti BULELON merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, inovasi sederhana yang mudah diterapkan akan memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi apabila disertai edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Ia berharap masyarakat Desa Pagedangan dapat mengembangkan BULELON tidak hanya sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga sebagai peluang usaha rumah tangga yang bernilai ekonomi. Ketua PKK Desa Pagedangan juga menyambut baik inovasi tersebut.
“Program seperti ini sangat bermanfaat karena mudah diterapkan di rumah. Kami berharap ibu-ibu PKK dapat memanfaatkan BULELON sebagai solusi jangka panjang, terlebih dengan adanya pendampingan dan edukasi dari adik-adik mahasiswa sehingga masyarakat semakin percaya diri untuk menerapkannya secara mandiri,“ ungkapnya.
Galon Bekas Disulap Jadi Media Budidaya
BULELON merupakan inovasi budidaya yang memanfaatkan galon air minum bekas sebagai media pemeliharaan ikan lele. Metode ini dirancang agar dapat diterapkan pada lahan yang terbatas dengan biaya relatif terjangkau. Lele dipilih karena memiliki pertumbuhan yang cepat, mudah beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan, serta memiliki permintaan pasar yang tinggi. Dengan memanfaatkan galon bekas dan peralatan sederhana yang mudah diperoleh, masyarakat dapat memulai budidaya ikan tanpa harus memiliki kolam permanen maupun lahan yang luas.

Keunggulan lain BULELON terletak pada konsep budidaya terintegrasi. Selain memelihara ikan lele pada bagian bawah galon, bagian atas dimanfaatkan untuk menanam kangkung maupun sayuran lainnya. Nutrisi dari air pemeliharaan ikan dimanfaatkan tanaman sehingga tercipta sistem budidaya yang lebih efisien. Tim mahasiswa juga memperkenalkan berbagai alat dan bahan yang digunakan, mulai dari galon bekas, gelas plastik, sumbu kompor, kran, selang, bibit lele, hingga bibit sayuran yang mudah diperoleh di pasaran.
Tak Hanya Hemat Lahan, BULELON Buka Peluang Ekonomi
Selain menjadi solusi budidaya ikan di lahan sempit, BULELON juga memanfaatkan kembali galon bekas sehingga mendukung pengurangan limbah plastik. Sistem ini memungkinkan masyarakat memanen ikan lele sekaligus sayuran dalam satu media budidaya. Dengan demikian, inovasi tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, mengurangi pengeluaran rumah tangga, sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan menjadi lebih produktif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain mengikuti sosialisasi, peserta aktif berdiskusi mengenai proses pembuatan, teknik pemeliharaan, hingga peluang penerapan BULELON di rumah. Suasana semakin interaktif ketika tim mahasiswa mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan BULELON, mulai dari perakitan media budidaya hingga penebaran benih lele dan penanaman sayuran. Sebagai penguatan materi, peserta juga memperoleh infografis sebagai panduan praktis ketika akan menerapkan BULELON secara mandiri.
Sebagai tindak lanjut, Kelompok 8 PKM-Bahari FPIK Universitas Brawijaya menyerahkan lima paket BULELON lengkap beserta bibit lele dan pakan kepada lima warga terpilih. Bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mempraktikkan budidaya lele dalam galon sekaligus menjadi contoh yang dapat menginspirasi warga lainnya.
Melalui program ini, mahasiswa Universitas Brawijaya berharap BULELON tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, tetapi berkembang menjadi solusi budidaya perikanan rumah tangga yang berkelanjutan. Inovasi sederhana tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kemandirian masyarakat, membuka peluang ekonomi, serta menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif bagi pembangunan desa.
Program ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan keluarga serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan kembali galon bekas sebagai media budidaya yang bernilai guna.(Din)














