Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Seniman FIB UB Angkat Isu Kemanusiaan Lewat Pameran Bertajuk AKAR

Penulis Kanal by Penulis Kanal
August 6, 2026
in Pendidikan
0
Seniman FIB UB Angkat Isu Kemanusiaan Lewat Pameran Bertajuk AKAR

Pameran Seni Rupa Bertajuk "AKAR" (Dok. Pameran Coupus Fractum))

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Isu perang, konflik sosial, hingga relasi kuasa tidak selalu disampaikan melalui pidato atau tulisan. Seniman sekaligus tenaga kependidikan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya, Happy Wahyu Firdaus, S.Sn., memilih tubuh sebagai medium untuk mengajak publik memahami berbagai persoalan kemanusiaan melalui pameran tunggal bertajuk AKAR.

Melalui tema besar Corpus Fractum, Happy menghadirkan karya-karya yang merefleksikan tubuh sebagai ruang yang menyimpan luka, tekanan, dan pengalaman manusia akibat berbagai persoalan sosial. Gagasan tersebut ia sampaikan dalam wawancara bersama UBTV di Studio UBTV Lantai 2 Gedung Direktorat Universitas Brawijaya, Rabu (5/8/2026).

Baca juga:
Ratusan Mahasiswa Baru UB Antusias Ambil Jas Almamater Jelang PKKMB

Tubuh Menjadi Medium Membaca Konflik Sosial

Happy menjelaskan bahwa Corpus Fractum merupakan respons artistiknya terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, mulai dari perang hingga relasi kuasa yang meninggalkan dampak bagi kehidupan manusia.

Happy Wahyu Firdaus, S.Sn. TENDIK FIB/Seniman (Dok. Pameran Corpus Fractum)

Baginya, tubuh bukan hanya objek visual, tetapi juga bahasa yang mampu menyampaikan pengalaman manusia secara utuh, baik yang tampak secara fisik maupun yang tersimpan sebagai luka psikologis.

“Saya meminjam tubuh sebagai bahasa visual untuk menunjukkan bahwa dampak sebuah konflik bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis,” ujar Happy.

Ia mengungkapkan, proses kreatif tersebut berawal dari pengalaman pribadi yang kemudian berkembang menjadi refleksi atas pengalaman banyak orang. Ide-ide tersebut diperdalam melalui riset mandiri dan penelusuran berbagai referensi sebelum diterjemahkan menjadi karya seni.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat setiap karya tidak hanya menghadirkan bentuk visual, tetapi juga menyimpan narasi yang mengajak pengunjung membaca kembali berbagai persoalan kemanusiaan.

Perspektif Baru dalam Membaca Tubuh

Meski masih menjadikan tubuh sebagai bahasa visual utama, Happy menilai pameran kali ini memiliki sudut pandang yang berbeda dibandingkan karya-karyanya sebelumnya.

Jika pada pameran terdahulu tubuh lebih banyak dipahami sebagai medium ekspresi, kali ini ia mengeksplorasi tubuh yang mengalami kerusakan, keterpecahan, hingga fragmentasi akibat berbagai konflik dan tekanan kehidupan.

Di balik proses kreatif tersebut, ia mengaku tantangan terbesar justru datang dari keterbatasan waktu. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, ia tetap berupaya menyelesaikan seluruh rangkaian karya secara maksimal tanpa mengurangi kedalaman konsep yang ingin disampaikan.

Bagi Happy, setiap karya harus mampu menjawab kegelisahan yang melatarbelakangi proses penciptaannya sekaligus membuka ruang dialog bagi penikmat seni.

Seni Sebagai Ruang Refleksi Diri

Happy berharap para pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati karya secara visual, tetapi juga membawa pulang ruang perenungan setelah meninggalkan area pameran.

Ia ingin setiap orang mempertanyakan kembali hubungan dirinya dengan tubuh yang dimiliki, bagaimana manusia menghadapi berbagai persoalan hidup, serta sejauh mana tubuh masih memiliki otonomi di tengah berbagai tekanan sosial.

“Saya ingin pengunjung keluar dari ruang pamer dengan membawa pertanyaan besar tentang dirinya sendiri. Apakah tubuh sudah benar-benar otonom atas dirinya, dan bagaimana manusia dapat keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi,” katanya.

Setelah pameran tunggal AKAR, Happy mengaku telah mulai menyiapkan proyek berikutnya. Ia masih akan menjadikan tubuh sebagai bahasa visual utama, namun dengan eksplorasi yang lebih luas terhadap isu identitas, konflik, budaya, dan berbagai fenomena sosial yang dinilainya terus berkembang.

Bagi Happy, seni tidak selalu menghadirkan jawaban. Melalui AKAR, ia justru berharap setiap karya menjadi ruang refleksi yang mengajak masyarakat lebih peka terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di sekitar mereka. (ern)

Post Views: 27
Tags: AKARBudayaCorpus Fractumernfib ubHappy Wahyu FirdausInovasi Dosen UBKANAL24kanal24.co.idMalangPameran SeniSeni Rupauniversitas brawijaya
Previous Post

Galon Bekas Disulap Jadi Kolam Lele, Mahasiswa UB Kenalkan Inovasi BULELON

Penulis Kanal

Penulis Kanal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Seniman FIB UB Angkat Isu Kemanusiaan Lewat Pameran Bertajuk AKAR

Seniman FIB UB Angkat Isu Kemanusiaan Lewat Pameran Bertajuk AKAR

August 6, 2026
Galon Bekas Disulap Jadi Kolam Lele, Mahasiswa UB Kenalkan Inovasi BULELON

Galon Bekas Disulap Jadi Kolam Lele, Mahasiswa UB Kenalkan Inovasi BULELON

August 6, 2026
5 Cara Pria Melarikan Diri dari Stres, Nomor 2 Paling Sering Dilakukan

5 Cara Pria Melarikan Diri dari Stres, Nomor 2 Paling Sering Dilakukan

August 5, 2026
FTAB UB Hibahkan Mesin Produksi Kacang Bawang untuk UMKM

FTAB UB Hibahkan Mesin Produksi Kacang Bawang untuk UMKM

August 5, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025