Kanal24, Malang – FISIP Universitas Brawijaya mengubah pola Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 dengan mengurangi aturan yang dinilai kurang relevan dan merancang penugasan yang lebih bermakna. Dari sisi panitia, perubahan ini dilakukan agar mahasiswa baru tidak sekadar mengikuti instruksi, tetapi memperoleh bekal untuk beradaptasi dengan kehidupan kampus.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui konsep Candradimuka dan sistem penugasan RIDA. Ketua Pelaksana PKKMB FISIP UB 2026, Zuhal Dhiaul Haq, mengatakan panitia mengambil peran sebagai “adaptor dan eskalator” untuk membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan akademik, sosial, hingga organisasi di kampus.
Baca juga:
PKKMB FH UB Tanamkan Nilai Dharmawira bagi Mahasiswa Baru
Candradimuka Bawa Pola Baru PKKMB FISIP UB
Konsep Candradimuka menjadi salah satu pembeda dalam pelaksanaan PKKMB FISIP UB tahun ini. Menurut Zuhal, perubahan tidak hanya dilakukan pada nama kegiatan, tetapi juga pada cara panitia menyusun rangkaian orientasi mahasiswa baru.

Panitia mulai mengevaluasi sejumlah aturan yang dinilai tidak memiliki kaitan langsung dengan proses adaptasi mahasiswa. Beberapa ketentuan teknis kemudian dibuat lebih fleksibel agar mahasiswa baru tidak terbebani oleh aturan yang tidak memiliki tujuan jelas.
Salah satunya terkait penggunaan ikat rambut yang tidak lagi dibatasi pada warna tertentu. Ketentuan sepatu juga tidak harus hitam seluruhnya, tetapi tetap didominasi warna hitam.
Bagi panitia, perubahan tersebut bukan berarti menghilangkan aturan dalam PKKMB. Sebaliknya, setiap ketentuan diupayakan memiliki alasan dan fungsi yang jelas bagi mahasiswa baru.
“Sudut pandang yang kami ambil sekarang adalah sebagai adaptor dan eskalator untuk membantu mahasiswa beradaptasi,” ujar Zuhal.
Perubahan cara pandang itu membuat panitia tidak hanya berfokus pada bagaimana mahasiswa baru menjalankan rangkaian kegiatan, tetapi juga bagaimana mereka dapat memahami lingkungan yang akan menjadi tempat belajar selama beberapa tahun ke depan.
Penugasan Dirancang dengan Sistem RIDA
Pendekatan baru juga diterapkan dalam penugasan mahasiswa baru. Panitia menggunakan RIDA sebagai rubrik dalam menyusun sekaligus menilai tugas yang diberikan selama rangkaian Candradimuka.
RIDA merupakan singkatan dari Relevansi Konteks, Integratif, Derajat Otonomi, dan Akuntabilitas Output. Zuhal menjelaskan, penugasan yang diberikan kepada mahasiswa baru telah melewati rubrik tersebut.
Dengan demikian, tugas tidak dibuat sekadar untuk memenuhi rangkaian PKKMB. Panitia mempertimbangkan konteks tugas, keterkaitannya dengan proses pembelajaran, ruang kemandirian mahasiswa, hingga hasil akhir yang dihasilkan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat mahasiswa baru memahami apa yang mereka kerjakan dan mengapa tugas tersebut diberikan. Penugasan pun diarahkan menjadi bagian dari proses adaptasi mahasiswa terhadap kehidupan perguruan tinggi.
Menurut panitia, cara tersebut penting karena mahasiswa baru sedang berada pada tahap awal memasuki lingkungan akademik yang berbeda dari pendidikan sebelumnya.
“Edukasi Sebelum Aksi” Jadi Pegangan Panitia
Selain RIDA, panitia membawa prinsip “edukasi sebelum aksi” dalam pelaksanaan Candradimuka. Prinsip ini menempatkan pembekalan sebagai bagian penting sebelum mahasiswa baru terlibat lebih jauh dalam berbagai aktivitas kampus.
Zuhal mengatakan mahasiswa baru perlu mendapatkan pemahaman mengenai kehidupan akademik, fasilitas kampus, lingkungan sosial, hingga organisasi. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan lebih siap ketika mulai menjalani aktivitas perkuliahan secara mandiri.
“Prinsip kami dalam Candradimuka ini adalah edukasi sebelum aksi. Pada akhirnya bagaimana ini menjadi arena edukasi dan Candradimuka ini sebagai edukator bagi mahasiswa baru,” katanya.
Penerapan konsep baru tersebut juga menjadi tantangan bagi panitia. Persiapan PKKMB berlangsung beriringan dengan sejumlah agenda mahasiswa, termasuk KKN. Selain itu, penggunaan Gedung Samantha Krida UB sebagai lokasi kegiatan membutuhkan penyesuaian teknis bagi panitia.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, panitia tetap berupaya memastikan perubahan konsep tersebut dapat berjalan sesuai tujuan. PKKMB FISIP UB 2026 diarahkan tidak hanya menjadi kegiatan penyambutan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mulai mengenal dan memahami kehidupan kampus.
Melalui Candradimuka, sistem RIDA, dan prinsip “edukasi sebelum aksi”, panitia berharap mahasiswa baru mendapatkan pengalaman orientasi yang lebih relevan sekaligus memiliki bekal untuk menjalani kehidupan akademik di FISIP UB. (ern)














