Kanal24, Malang – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Malang meluncurkan ambulans untuk mempercepat penanganan kegawatdaruratan jantung di Malang Raya. Layanan ini memperkuat pertolongan pasien sejak fase sebelum tiba di rumah sakit.
Peluncuran ambulans berlangsung Minggu (27/09/2026) sebagai bagian dari rangkaian World Heart Day 2026. Kegiatan tersebut melibatkan PERKI Malang, Pemerintah Kota Malang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB).
Baca Juga:
FK UB Ajak Guru dan Siswa Pahami Epilepsi dan Lawan Stigma
Percepat Penanganan Sejak Fase Pre-Hospital
Ketua PERKI Cabang Malang Prof. dr. M. Saifur Rohman, Sp.JP, Subsp. K.I. (K), PhD mengatakan, kecepatan menjadi faktor penting dalam penanganan kegawatdaruratan jantung.
Menurutnya, serangan jantung dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa mengenal tempat dan waktu. Karena itu, pertolongan perlu diberikan sedini mungkin sebelum pasien mendapatkan penanganan di rumah sakit.
“Serangan jantung ini tidak terduga dan bisa terjadi di mana saja, kapan saja, kepada siapa saja,” ujar Saifur.
Ia menjelaskan, ambulans tersebut diharapkan memperkuat pelayanan pada fase pre-hospital. Penanganan awal dapat dilakukan selama perjalanan sehingga kondisi pasien dapat dipantau sebelum tiba di fasilitas kesehatan.
Respons cepat dibutuhkan pada berbagai kondisi kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan gangguan irama jantung berat. Kecepatan pertolongan menjadi bagian penting dalam proses penanganan pasien.
Perkuat Jejaring Kegawatdaruratan Jantung
Peluncuran ambulans menjadi bagian dari penguatan sistem kegawatdaruratan yang telah dibangun PERKI Malang. Sejak 2016, PERKI Malang mengembangkan Jejaring Kegawatdaruratan Jantung dan Pembuluh Darah Malang Raya.
Jejaring tersebut menghubungkan fasilitas kesehatan perujuk dengan dokter dan rumah sakit yang memiliki kemampuan intervensi koroner atau PCI-capable hospital. Koordinasi dilakukan melalui komunikasi untuk mempercepat penyampaian informasi mengenai kondisi pasien.

“Selama ini, PERKI telah membangun jejaring pelayanan kardiovaskular dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama,” jelas Saifur.
Melalui jejaring tersebut, informasi klinis pasien dapat disampaikan lebih awal kepada fasilitas kesehatan tujuan. Konsultasi kasus dan koordinasi rujukan juga dapat dilakukan sebelum pasien tiba di rumah sakit.
Sistem tersebut membuat proses rujukan dapat dipersiapkan berdasarkan kondisi pasien. Rumah sakit tujuan juga dapat menyiapkan penanganan yang diperlukan sejak awal.
Sinergi Layanan Kesehatan di Malang Raya
Peluncuran ambulans juga menjadi tindak lanjut Kesepakatan Bersama Pemerintah Kota Malang dan PERKI Malang tentang Sinergi Edukasi, Layanan Kesehatan Kardiovaskular, dan Pengabdian Masyarakat di Kota Malang.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat respons kegawatdaruratan jantung sekaligus meningkatkan layanan kesehatan kardiovaskular bagi masyarakat.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut mengapresiasi peluncuran ambulans tersebut. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem respons kegawatdaruratan jantung di Malang Raya.
Rangkaian World Heart Day 2026 telah berlangsung sejak Juli. Kegiatan mencakup edukasi kesehatan, skrining penyakit kardiovaskular, hingga pelatihan penanganan henti jantung bagi masyarakat.
Mengusung tema “Don’t Miss a Beat”, rangkaian kegiatan tersebut menekankan pentingnya mengenali kondisi kegawatdaruratan dan segera mencari pertolongan.
Melalui peluncuran ambulans dan penguatan jejaring layanan, PERKI Malang mendorong respons yang lebih cepat sejak pasien berada di luar rumah sakit. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan kegawatdaruratan jantung di Malang Raya. (ndr)














