Kanal24, Malang – Deretan booth dengan beragam produk dan karya mahasiswa mewarnai area Basement Gedung E Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Senin (24/8/2026). Aktivitas peserta terlihat dari berbagai tenant makanan dan minuman hingga booth finalis yang membawa produk, gagasan, dan prototipe hasil kreativitas mereka.
Kegiatan tersebut merupakan Expo Booth dalam rangkaian 18th Khatulistiwa yang diselenggarakan FEB UB. Koordinator Lapangan Acara Khatulistiwa, Jeremy Parulian Sihombing, mengatakan terdapat 26 booth yang berpartisipasi dalam expo. Booth tersebut terdiri atas tenant UMKM dan peserta finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Baca Juga:
Brawijaya Career Expo 2026 Buka Peluang Kerja Mahasiswa
Berangkat dari Potensi Kreativitas Mahasiswa
Jeremy menjelaskan, penyelenggaraan Expo Booth berangkat dari melihat besarnya potensi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dan kreativitas di berbagai bidang. Ia menyebut mahasiswa memiliki karya yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga menghasilkan produk dan prototipe.

“Banyak banget mahasiswa yang punya skill kreativitas yang sangat tinggi, baik itu di bidang kepenulisan, riset, dan juga kreativitas di bidang UI/UX,” ujar Jeremy.
Menurutnya, sejumlah mahasiswa telah memiliki tenant maupun prototipe yang masih dapat dikembangkan. Kehadiran Expo Booth kemudian menjadi salah satu ruang untuk memperlihatkan berbagai karya tersebut dalam rangkaian kegiatan Khatulistiwa.
Hadirkan Tenant dan Finalis dari Berbagai Universitas
Dari 26 booth yang tersedia, sejumlah tenant bergerak di bidang makanan dan minuman (FnB). Beberapa di antaranya adalah Lete Roti Bakar, Dapur Aci, Ibu Gentong, serta Oronamin C.
Selain tenant FnB, expo juga menghadirkan booth finalis kompetisi. Jeremy menyebut terdapat 10 booth finalis BPC dan 10 booth finalis lainnya yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia.
Kehadiran peserta dari berbagai perguruan tinggi membuat Expo Booth menampilkan produk dan karya dengan latar belakang yang beragam. Peserta membawa produk maupun gagasan yang menjadi bagian dari kreativitas serta proses pengembangan karya mereka.
Konsep Baru dalam 18th Khatulistiwa
Jeremy mengatakan Expo Booth merupakan konsep baru yang diterapkan dalam penyelenggaraan Khatulistiwa tahun ini. Pada pelaksanaan Khatulistiwa ke-17, agenda expo belum tersedia sehingga konsep tersebut menjadi salah satu pembaruan dalam gelaran ke-18.
“Expo itu baru banget tahun ini. Kalau dulu Khatulistiwa 17 itu belum ada sama sekali expo. Jadi ini salah satu hal yang sangat fresh buat Khatulistiwa ke depannya,” katanya.
Menurut Jeremy, penambahan Expo Booth menjadi bagian baru dalam rangkaian 18th Khatulistiwa. Agenda tersebut memberikan ruang bagi tenant dan peserta finalis untuk memperkenalkan produk serta karya yang mereka bawa kepada pengunjung.
Dengan 26 booth yang berpartisipasi, Expo Booth menjadi salah satu agenda baru dalam 18th Khatulistiwa. Kehadirannya memperluas ruang bagi mahasiswa dan peserta dari berbagai perguruan tinggi untuk menampilkan produk, karya, serta kreativitas mereka. (ndr)














