Kanal24, Malang – Seusai makan, piring belum sempat dibereskan ketika ponsel sudah kembali berada di tangan. Sebuah pesan dibalas, media sosial dibuka, lalu satu video membawa pengguna menuju video berikutnya. Aktivitas yang awalnya hanya ingin dilakukan beberapa menit pun bisa membuat waktu berjalan tanpa terasa.
Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi dapat berulang berkali-kali dalam sehari. Ponsel hadir ketika bangun tidur, menemani perjalanan, diselipkan di tengah pekerjaan hingga kembali digunakan sebelum tidur. Di tengah rutinitas yang semakin dekat dengan layar, mengambil jeda dari HP dapat menjadi langkah sederhana untuk mengatur kembali fokus dan waktu.
Baca Juga:
5 Warung Murah Pilihan Mahasiswa di Malang
Pikiran Punya Waktu untuk Beristirahat
Smartphone membuat berbagai informasi datang hampir tanpa henti. Notifikasi pesan, unggahan media sosial, berita dan konten hiburan membuat perhatian terus berpindah dari satu hal ke hal lain.
Ketika ponsel diletakkan untuk sementara, ruang untuk melakukan aktivitas tanpa distraksi menjadi lebih besar. Waktu yang biasanya digunakan untuk scrolling dapat dialihkan dengan membaca, berjalan kaki, berolahraga, berbincang langsung atau sekadar menikmati suasana sekitar.
Penelitian yang melibatkan 467 peserta menunjukkan bahwa memblokir akses internet seluler selama dua minggu dapat meningkatkan kemampuan mempertahankan perhatian, kesehatan mental dan kesejahteraan subjektif. Peserta juga tercatat menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersosialisasi secara langsung, berolahraga dan berada di alam.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat mengurangi penggunaan HP bukan hanya soal berkurangnya durasi menatap layar. Waktu yang sebelumnya terserap untuk smartphone dapat kembali digunakan untuk aktivitas lain yang lebih aktif dan bermakna.
Fokus Tidak Mudah Terganggu
Ponsel juga kerap menjadi sumber gangguan ketika seseorang sedang belajar atau menyelesaikan pekerjaan. Bunyi notifikasi yang singkat dapat membuat perhatian teralihkan. Setelah membuka satu pesan, pengguna bisa berakhir dengan melihat media sosial atau konten lain yang sebenarnya tidak berkaitan dengan aktivitas utama.
Membatasi penggunaan HP pada waktu tertentu dapat membantu mengurangi gangguan tersebut. Langkahnya tidak perlu rumit. Notifikasi yang tidak penting bisa dimatikan, mode jangan ganggu dapat digunakan ketika bekerja, sementara ponsel bisa diletakkan di luar jangkauan saat belajar.
Pengguna juga dapat menentukan waktu khusus untuk membuka media sosial. Dengan begitu, aktivitas scrolling tidak terus muncul di sela-sela pekerjaan atau kegiatan yang membutuhkan konsentrasi.
Jeda dari smartphone pun tidak harus dilakukan seharian. Memulai dari beberapa waktu tertentu secara konsisten justru lebih mudah diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.
Waktu Tidur Lebih Terjaga
Malam hari menjadi salah satu waktu ketika penggunaan HP sering sulit dihentikan. Niat awal hanya ingin memeriksa satu unggahan dapat berubah menjadi scrolling selama puluhan menit. Akibatnya, waktu tidur mundur tanpa disadari.
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan smartphone yang berlebihan dan kualitas tidur yang lebih buruk. Sebaliknya, membatasi penggunaan perangkat dapat membantu menciptakan rutinitas istirahat yang lebih baik.
Salah satu uji terkontrol secara acak terhadap 154 mahasiswa menemukan bahwa pembatasan penggunaan smartphone maksimal dua jam sehari selama tiga minggu berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan kualitas tidur, sekaligus penurunan stres serta gejala depresi.
Karena itu, mengurangi penggunaan HP sebelum tidur bisa menjadi kebiasaan yang patut dicoba. Tidak perlu langsung melakukan digital detox secara ekstrem. Cukup mulai dengan berhenti menggunakan ponsel beberapa waktu sebelum tidur, tidak membawanya ke tempat tidur atau mengganti kebiasaan scrolling dengan aktivitas yang lebih tenang.
Pada akhirnya, mengambil jeda dari HP bukan berarti harus meninggalkan teknologi. Smartphone tetap menjadi bagian penting dalam pekerjaan, pendidikan dan komunikasi. Yang perlu dibangun adalah kemampuan untuk menentukan kapan ponsel digunakan dan kapan perhatian diberikan kepada diri sendiri.
Sesekali meletakkan HP dapat menjadi langkah kecil untuk mendapatkan kembali waktu yang sering hilang tanpa disadari. Dari jeda sederhana tersebut, seseorang bisa kembali fokus pada pekerjaan, menikmati interaksi langsung dan memberi tubuh kesempatan untuk beristirahat tanpa gangguan layar. (gal)













