Kanal24, Malang – Memilih olahraga sekarang bukan lagi sekadar soal ikut tren. Gym dan Pilates menjadi dua pilihan yang semakin populer, terutama bagi perempuan yang ingin lebih aktif, menjaga kebugaran, sekaligus membangun kepercayaan diri terhadap tubuh. Namun, sebelum ikut-ikutan mendaftar membership atau kelas, penting untuk tahu bahwa keduanya memiliki fokus latihan yang berbeda.
Gym umumnya identik dengan latihan beban dan penggunaan berbagai alat untuk melatih kelompok otot tertentu. Sementara itu, Pilates lebih menekankan gerakan terkontrol, kekuatan otot inti atau core, keseimbangan, fleksibilitas, serta postur. Lantas, mana yang lebih cocok?
Baca Juga:
Kebiasaan Doomscrolling Sebelum Tidur, Waspadai Gangguan Istirahat
Gym untuk yang Ingin Membangun Kekuatan
Gym dapat menjadi pilihan bagi perempuan yang ingin meningkatkan kekuatan dan melatih massa otot. Latihan resistensi memungkinkan beban serta intensitas disesuaikan dengan kemampuan tubuh dan ditingkatkan secara bertahap.
Latihan beban juga tidak berarti seseorang harus langsung mengangkat beban berat. Bagi pemula, memahami teknik dasar dan membangun kebiasaan latihan justru menjadi hal penting sebelum meningkatkan intensitas.

Manfaat latihan kekuatan pun tidak hanya berkaitan dengan penampilan. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu sebagai bagian dari aktivitas fisik rutin.
Karena itu, gym bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin tubuh terasa lebih kuat sekaligus memiliki rutinitas latihan yang dapat dikembangkan secara bertahap.
Pilates untuk Melatih Core dan Kontrol Tubuh
Jika gym banyak menggunakan beban eksternal, Pilates memiliki pendekatan berbeda. Gerakannya dilakukan dengan kontrol dan perhatian terhadap posisi tubuh. Fokus pada core membuat Pilates banyak dikaitkan dengan latihan stabilitas, keseimbangan, fleksibilitas, dan postur.

Pilates juga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang kurang nyaman dengan latihan berintensitas tinggi. Namun, bukan berarti olahraga ini otomatis lebih mudah. Gerakan yang terlihat sederhana tetap membutuhkan kontrol dan konsentrasi agar dilakukan dengan tepat.
Yang perlu digarisbawahi, Pilates maupun gym bukan solusi instan untuk mendapatkan bentuk tubuh tertentu. Perubahan fisik dipengaruhi banyak faktor, termasuk pola makan, kondisi tubuh, intensitas latihan, waktu pemulihan, dan yang paling penting, konsistensi.
Tidak Harus Memilih Salah Satu
Lalu, gym atau Pilates? Jawabannya kembali pada tujuan masing-masing.
Jika ingin lebih fokus pada kekuatan dan latihan resistensi, gym dapat menjadi pilihan. Sementara jika ingin melatih kontrol tubuh, fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan core, Pilates bisa dipertimbangkan.
Bahkan, keduanya dapat dikombinasikan. Latihan kekuatan dari gym dapat dilengkapi dengan Pilates untuk membantu variasi latihan dan menjaga tubuh tetap aktif.
Pada akhirnya, olahraga tidak perlu dijadikan perlombaan untuk mengejar standar tubuh tertentu. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu atau 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi, ditambah latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu.
Jadi, olahraga terbaik bukan selalu yang sedang viral, tetapi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan mampu dilakukan secara konsisten. Mau gym, Pilates, atau kombinasi keduanya, tujuan akhirnya tetap sama: tubuh yang lebih aktif, kuat, dan bugar. (ndr)













