Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Kelola Limbah Organik untuk Zero Waste, Tim UB Hadirkan SEEMS Berbasis IoT

Dinia by Dinia
September 7, 2026
in Pendidikan
0
Kelola Limbah Organik untuk Zero Waste, Tim UB Hadirkan SEEMS Berbasis IoT

Penyerahan hasil pembuatan eco-enzym kepada mitra bersama tim pelaksana, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UB (Ist.)

11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Mengolah limbah organik menjadi eco-enzyme membutuhkan waktu fermentasi hingga 90 hari. Dalam rentang waktu tersebut, kondisi lingkungan harus dijaga agar proses berlangsung optimal. Tantangannya, pemantauan yang masih dilakukan secara manual membuat perubahan suhu, kelembapan, maupun kadar gas tidak selalu terdeteksi sejak awal. Kondisi ini mendorong Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan SEEMS (Smart Ecoenzym Monitoring System), sistem kendali cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan proses fermentasi dipantau secara real time sekaligus merespons perubahan kondisi secara otomatis.

Tim dari Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik UB menyerahkan satu unit SEEMS kepada mitra integrated farming di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada 22 Agustus 2026. Kegiatan dipimpin Eka Maulana, S.T., M.T., M.Eng., bersama sejumlah dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik UB dan tim mahasiswa.

SEEMS menggabungkan perangkat keras otomasi dengan perangkat lunak berbasis IoT. Sistem tersebut dirancang untuk mengotomatiskan proses pengkabutan (mist maker) sekaligus memantau kondisi fermentasi secara berkelanjutan. Dengan sistem ini, perubahan parameter dapat diketahui tanpa harus membuka wadah fermentasi secara berulang yang berisiko mengganggu proses anaerobik.

Tujuh Parameter Dipantau dalam Satu Aplikasi

Fermentasi eco-enzyme pada dasarnya membutuhkan kondisi yang terjaga selama proses berlangsung. Ketika pemantauan hanya mengandalkan pemeriksaan sesekali, perubahan kondisi di antara waktu pemeriksaan dapat terlewat.

SEEMS menjawab persoalan tersebut dengan tujuh parameter sensor utama, yaitu suhu udara, suhu cairan, kelembapan udara, tingkat keasaman (pH), kadar alkohol, kadar karbondioksida (CO2), serta volume atau level cairan fermentasi.

Produk Smart Ecoenzym Monitoring System (Ist.)

Seluruh hasil pengukuran ditampilkan secara langsung melalui aplikasi mobile SmartEcoEz, disimpan dalam basis data daring, dan dapat dipantau melalui gawai pengguna kapan saja dan di mana saja. Sistem juga dilengkapi peringatan dini (reminder) serta fitur diagnosis otomatis yang membantu pengguna mengetahui apakah proses fermentasi berjalan normal, membutuhkan perhatian, atau telah selesai.

Ketika parameter mulai menyimpang dari batas ideal, sistem dapat memberikan respons otomatis. Misalnya, ketika kadar alkohol menurun, suhu cairan tidak stabil, atau kelembapan ruang terlalu rendah, mist maker akan diaktifkan untuk membantu mengatur kelembapan ruang fermentasi.

Menurut Eka Maulana, persoalan utama dalam pembuatan eco-enzyme salah satunya adalah perubahan kondisi lingkungan yang tidak terdeteksi sejak awal.

“Pemeriksaan manual hanya memberikan gambaran sesaat, sedangkan proses fermentasi berlangsung selama 90 hari penuh dengan perubahan yang bisa terjadi kapan saja. Dengan SEEMS, kami menghadirkan sistem yang mampu memantau secara terus-menerus dan merespons secara otomatis, sehingga jarak antara munculnya masalah dan tindakan perbaikan bisa dipangkas drastis, bahkan dicegah sebelum terjadi,” ujarnya.

Dari sisi pengembangan, SEEMS tidak dibangun hanya sebagai perangkat monitoring. Tim merancang rangkaian kendali berbasis mikrokontroler ESP32-C3 SuperMini, mengintegrasikan Real Time Clock (RTC) DS3231 untuk penjadwalan presisi, melakukan kalibrasi tujuh sensor fermentasi, serta membuat sistem simulasi penekanan tombol agar mist maker dapat diaktifkan secara otomatis tanpa mengubah perangkat asli.

Seluruh rangkaian tersebut telah melalui uji coba lapangan sebelum perangkat diserahkan kepada mitra.

Teknologi Tidak Berhenti pada Sensor

Pengembangan SEEMS juga membawa pendekatan yang lebih luas. Tim tidak hanya memberikan perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi memasukkan materi edukasi langsung ke dalam aplikasi.

Materinya mencakup pengertian dan manfaat eco-enzyme sebagai cairan ramah lingkungan, bahan yang digunakan seperti kulit buah, sayuran, gula, dan air, teknik fermentasi selama 90 hari, hingga cara pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut penting karena data sensor saja tidak otomatis membuat masyarakat mampu mengambil keputusan dalam proses fermentasi. Informasi dari sensor memberikan gambaran objektif mengenai kondisi lingkungan, sedangkan fitur edukasi dan diagnosis membantu pengguna memahami tindakan yang diperlukan dalam pemeliharaan sehari-hari.

Dengan demikian, teknologi ditempatkan sebagai alat bantu pengambilan keputusan, bukan sekadar perangkat pemantau.

Dari Limbah Dapur hingga Kompos

Program pengabdian ini juga menghubungkan pengolahan eco-enzyme dengan pengelolaan limbah organik secara terpadu di kawasan integrated farming PPGA Sirojul Quran Malang, Desa Landungsari.

Masyarakat mitra diberikan pemahaman untuk memilah sampah dapur, khususnya kulit buah dan sayuran, sebagai bahan baku eco-enzyme. Sementara ampas fermentasi dan daun kering dapat diolah menjadi kompos untuk menyuburkan tanah di kawasan integrated farming.

Artinya, pengelolaan tidak berhenti pada mengubah limbah organik menjadi eco-enzyme. Bahan baku, proses fermentasi, hasil akhir, hingga limbah padat dari proses tersebut diarahkan untuk tetap berada dalam satu siklus pemanfaatan.

Sosialisasi pembuatan eco-enzyme kepada pembudidaya dan peserta (Ist.)

Rangkaian kegiatan yang berlangsung di kawasan integrated farming tersebut juga diisi sosialisasi program, demonstrasi pengoperasian alat, serta pendampingan penggunaan aplikasi pada ponsel. Kegiatan melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan UB, dan masyarakat mitra.

Melalui kombinasi pemantauan real time, otomatisasi pengkabutan, edukasi pembuatan eco-enzyme dan kompos, serta pendampingan teknis berkelanjutan, program ini diarahkan agar masyarakat mitra dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat dalam menjaga kualitas fermentasi, mengurangi risiko kegagalan produksi, dan memanfaatkan limbah organik secara maksimal.

Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat penerapan zero waste dan ekonomi sirkular di Desa Landungsari, termasuk dalam mendukung ketahanan lingkungan dan pertanian berkelanjutan.(Din)

Post Views: 46
Tags: Eco-EnzymeEka Maulanaekonomi sirkularKANAL24SDGsSEEMSub berdampakuniversitas brawijayaZero Waste
Previous Post

Rayakan HUT ke-13, THE 1O1 Malang Gelar Cek Kesehatan hingga Kerja Bakti

Next Post

Sambut 87 Mahasiswa Baru, FILKOM UB Bekali Pascasarjana dengan Kesiapan Akademik dan Riset

Dinia

Dinia

Next Post
Sambut 87 Mahasiswa Baru, FILKOM UB Bekali Pascasarjana dengan Kesiapan Akademik dan Riset

Sambut 87 Mahasiswa Baru, FILKOM UB Bekali Pascasarjana dengan Kesiapan Akademik dan Riset

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Ruang Sipil Makin Sempit, Kebebasan Bersuara Hadapi Tantangan Digital

Ruang Sipil Makin Sempit, Kebebasan Bersuara Hadapi Tantangan Digital

September 9, 2026
Dari Rubik ke Clash of Champions, Koda Bawa Mental Problem Solving di Bangku Kuliah UB

Dari Rubik ke Clash of Champions, Koda Bawa Mental Problem Solving di Bangku Kuliah UB

September 9, 2026
Shopee VIP+ dan Netflix Berkolaborasi, Belanja Kini Makin Terintegrasi

Shopee VIP+ dan Netflix Berkolaborasi, Belanja Kini Makin Terintegrasi

September 9, 2026
Pelatihan Advokasi FH UB Hadirkan Simulasi Kasus

Pelatihan Advokasi FH UB Hadirkan Simulasi Kasus

September 9, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025