Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Pelatihan Advokasi FH UB Hadirkan Simulasi Kasus

Einid Shandy by Einid Shandy
September 9, 2026
in Pendidikan
0
Pelatihan Advokasi FH UB Hadirkan Simulasi Kasus

Pelatihan Advokasi FH UB Hadirkan Simulasi Kasus. (Fahri/UBTV)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Ketika berhadapan dengan sebuah perkara, mahasiswa hukum tidak cukup hanya mengetahui aturan yang berlaku. Mereka perlu memahami persoalan, menggali fakta, dan menentukan langkah penyelesaian sebelum menyampaikan argumentasi. Kemampuan tersebut diasah melalui Pelatihan Kemahiran Advokasi Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) di Gedung Widyaloka UB, Selasa (8/9/2026).

Tidak hanya menerima materi, mahasiswa juga diajak menghadapi simulasi kasus dengan mengambil peran dari pihak yang berbeda. Peserta dituntut menggali fakta, mencermati aturan, mengidentifikasi persoalan, hingga menyusun argumentasi berdasarkan posisi masing-masing.

Baca Juga:
Eurasia 2026 Perkuat Wawasan Global Mahasiswa FIB UB

Advokasi Hubungkan Ilmu dengan Praktik

Pemateri Pelatihan Kemahiran Advokasi, Nadya Dara Prasetyo, S.H., M.H., mengatakan kemampuan advokasi penting dimiliki mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan.

Pemateri Pelatihan Kemahiran Advokasi, Nadya Dara Prasetyo, S.H., M.H. (Fahri/UBTV)

Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi perlu diikuti kemampuan menggunakannya ketika berhadapan dengan persoalan nyata. Mahasiswa perlu mampu menjembatani pengetahuan hukum dengan kebutuhan penyelesaian masalah di tengah masyarakat.

“Untuk advokasi sendiri itu sangat diperlukan untuk mahasiswa karena untuk penerapan ilmu-ilmu keilmuan yang dipelajari di bangku perkuliahan,” ujar Nadya.

Kemampuan tersebut juga tidak hanya dibutuhkan oleh advokat. Nadya menyebut jaksa, hakim, dosen, hingga notaris juga perlu memiliki kemampuan advokasi dalam menjalankan profesinya.

Menurutnya, kemampuan advokasi dapat digunakan dalam proses litigasi maupun nonlitigasi. Keduanya membutuhkan kemampuan untuk membaca persoalan, memahami fakta, serta menentukan langkah penyelesaian yang sesuai dengan kondisi perkara.

Logika Berpikir Jadi Tantangan Mahasiswa

Nadya mengatakan salah satu tantangan mahasiswa dalam belajar advokasi bukan hanya memahami aturan hukum. Tantangan berikutnya adalah menentukan bagaimana aturan tersebut diterapkan untuk menghadapi persoalan tertentu.

Mahasiswa, kata dia, umumnya telah mengetahui ketentuan hukum yang berlaku. Namun, ketika dihadapkan pada sebuah kasus, mereka masih perlu mengasah kemampuan untuk menentukan strategi dan membangun alur berpikir yang tepat.

“Mereka tahu sebenarnya pakem-pakem aturan hukumnya seperti apa, tapi untuk penyelesaiannya itu mereka masih bingung logika berpikirnya,” jelasnya.

Kemampuan tersebut tidak dapat terbentuk secara instan. Proses belajar dan pengalaman diperlukan agar mahasiswa semakin terbiasa membaca persoalan, menghubungkan fakta dengan aturan, serta menentukan alternatif penyelesaian.

Karena itu, praktik menjadi bagian penting dalam pembelajaran advokasi. Dengan menghadapi kasus secara langsung, mahasiswa dapat belajar menerapkan pengetahuan yang sebelumnya diperoleh secara teoritis.

Simulasi Kasus Latih Argumentasi

Simulasi kasus menjadi salah satu bagian utama dalam pelatihan. Mahasiswa dibagi ke dalam empat kelompok dengan peran yang berbeda. Setiap kelompok kemudian diminta menggali fakta, mempelajari aturan yang berkaitan, serta mengidentifikasi hak yang dianggap dilanggar atau dikurangi.

Peserta selanjutnya menyusun kerangka persoalan dan analisis berdasarkan posisi masing-masing. Mereka juga harus menyampaikan argumentasi untuk mendukung langkah penyelesaian yang dipilih.

Nadya menilai simulasi tersebut membuat mahasiswa dapat merasakan proses advokasi secara lebih nyata. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan mengenai konsep advokasi, tetapi langsung mencoba mengolah sebuah perkara dari berbagai sudut pandang.

“Dengan praktik ada kasus nyata atau contoh kasus yang diberikan hari ini, mereka jadi bisa mengeksekusi kasus itu. Logika berpikirnya pun juga berjalan,” ungkapnya.

Menurut Nadya, proses tersebut sekaligus melatih keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat. Peserta belajar bahwa penyelesaian perkara membutuhkan kemampuan mengurai persoalan, melakukan analisis, dan menyampaikan argumentasi secara terstruktur.

Usai mengikuti Pelatihan Kemahiran Advokasi, Nadya menargetkan mahasiswa memiliki logika berpikir yang lebih tertata, berani menyampaikan pendapat, serta mampu mengulik persoalan sebelum menentukan penyelesaian. Kemampuan tersebut diharapkan membuat ilmu hukum yang diperoleh di bangku perkuliahan dapat diterapkan ketika mahasiswa berhadapan dengan persoalan di masyarakat. (Gal)

Post Views: 39
Tags: advokasi hukumFakultas Hukum UBFh UBgalangKANAL24kanal24.co.idMahasiswa HukumPelatihan Kemahiran Advokasisimulasi kasusuniversitas brawijaya
Previous Post

FH UB Hadirkan Perspektif Internasional dalam Diskusi HAM dan Perubahan Sosial

Next Post

Genap 17 Tahun, Warga Ditargetkan Langsung Punya Rekening Bank oleh Pemerintah

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Genap 17 Tahun, Warga Ditargetkan Langsung Punya Rekening Bank oleh Pemerintah

Genap 17 Tahun, Warga Ditargetkan Langsung Punya Rekening Bank oleh Pemerintah

September 9, 2026
Pelatihan Advokasi FH UB Hadirkan Simulasi Kasus

Pelatihan Advokasi FH UB Hadirkan Simulasi Kasus

September 9, 2026
FH UB Hadirkan Perspektif Internasional dalam Diskusi HAM dan Perubahan Sosial

FH UB Hadirkan Perspektif Internasional dalam Diskusi HAM dan Perubahan Sosial

September 9, 2026
Libatkan 500 Relawan, UB dan Lions Club Bersihkan Sungai di Kota Malang

Libatkan 500 Relawan, UB dan Lions Club Bersihkan Sungai di Kota Malang

September 8, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025