Kanal24, Malang – Sampah dan sedimentasi di aliran sungai tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menghambat aliran air hingga berkontribusi terhadap banjir. Persoalan tersebut mendorong Departemen Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) bersama Lions Club Malang Indah (LCMI) menggelar aksi Bersih-Bersih Sungai x REMPAH (Resik-Resik Sampah) 2026, Minggu (6/9/2026).
Mengusung slogan “Taking Action for Revived Waterscapes”, kegiatan ini melibatkan sekitar 500 relawan yang terdiri dari 314 mahasiswa, akademisi, anggota komunitas, hingga masyarakat Kelurahan Karangbesuki. Aksi difokuskan pada sungai dan saluran irigasi di sepanjang Jalan Candi 3, Kota Malang.
Tidak hanya mengangkut sampah, relawan juga melakukan pengerukan sedimen, penanaman dan penataan tanaman di bantaran sungai, serta penuangan Eco Enzyme untuk menjaga kualitas air.

Baca juga: FK UB Lantik 18 Dokter Spesialis, Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan di Indonesia
Targetkan Empat Truk Sedimen
Kegiatan dimulai sejak pukul 05.30 WIB dengan pelepasan relawan yang terpusat di Lapangan Rektorat UB. Setelah pembukaan dan briefing, relawan dimobilisasi menuju kawasan Jalan Candi 3 untuk melaksanakan aksi utama.
Selama sekitar empat jam, relawan bergotong royong membersihkan sampah di sungai, mengeruk sedimen, menanam vegetasi pelindung, hingga menuangkan Eco Enzyme. Kegiatan tersebut menargetkan pengerukan sedimen dari saluran sebanyak empat truk serta pemasangan dua papan peringatan larangan membuang sampah.
Wakil Rektor V UB Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan lingkungan. Kegiatan tersebut juga dinilai bersinergi dengan visi, misi, dan tujuan Universitas Brawijaya.
Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Teknik UB, Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN, menyoroti persoalan kerusakan lingkungan, terutama kepedulian masyarakat dalam menjaga sungai dari sampah dan sedimentasi yang dapat berakibat pada banjir.
Aksi bersih sungai tersebut merupakan kegiatan rutin dua tahunan mahasiswa Teknik Pengairan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk lebih aktif menjaga lingkungan.
Tiga Angkatan Teknik Pengairan Turun Jadi Relawan
Project Leader sekaligus dosen pendamping kegiatan, Prof. Dr. Ir. Lily Montarcih Limantara, M.Sc., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
Lebih dari 300 mahasiswa Teknik Pengairan dari tiga angkatan turut terlibat sebagai relawan dalam aksi bersih sungai tersebut. Secara keseluruhan, aksi melibatkan sekitar 500 relawan dari berbagai unsur.
Kegiatan turut dihadiri Ketua Departemen Teknik Pengairan Dr. Ir. Runi Asmaranto, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. serta The District Governor for Lions Clubs International District 307 C periode 2026–2027, Lion Hermin Pujiastuti, bersama anggota Lions Club Malang Indah.
Dukungan juga datang dari Forum Alumni Pengairan (FAP), konsultan, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.

Baca juga: UB Dorong Mahasiswa Bijak Manfaatkan AI Melalui Google Gemini Campus Tour
Edukasi Sedimentasi Dilanjutkan 13 September
Aksi Bersih-Bersih Sungai x REMPAH 2026 tidak berhenti pada kegiatan pembersihan sungai. Rangkaian kegiatan masih akan dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai sedimentasi kepada masyarakat setempat pada 13 September 2026.
Melalui rangkaian tersebut, kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tidak membuang sampah ke sungai serta menjaga kelestarian lingkungan perairan secara berkelanjutan.














