Kanal24, Malang – Upaya mewujudkan lingkungan kampus yang lebih ramah lingkungan terus menjadi perhatian Universitas Brawijaya (UB). Melalui program prioritas rektor, UB mendorong penerapan konsep Green Campus sebagai bagian dari komitmen untuk mengurangi emisi sekaligus membangun praktik pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Program tersebut juga diarahkan agar UB tidak hanya menjalankan agenda internal, tetapi mampu menjadi contoh praktik baik bagi lingkungan pendidikan tinggi. Komitmen itu disampaikan Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., Sekretaris PPID UB, dan Tri Wahyu Basuki, A.Md., S.E., Kepala Subdivisi Kehumasan UB, dalam penyampaian informasi mengenai program Green Campus UB.
Baca juga:
UB-Kyoto University Hidupkan Lagi Kolaborasi Akademik
Green Campus Masuk Program Prioritas Rektor
Dr. Tri Wahyu Nugroho menjelaskan, Green Campus menjadi salah satu program prioritas yang ingin dikembangkan universitas. Program tersebut diharapkan dapat mendorong UB memberikan contoh mengenai penerapan kepedulian lingkungan, terutama melalui langkah-langkah yang berkaitan dengan pengurangan emisi.

Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis untuk menghadirkan praktik baik terkait lingkungan. Berbagai aktivitas yang berlangsung di lingkungan universitas dapat diarahkan agar sejalan dengan upaya menciptakan kawasan kampus yang lebih peduli terhadap persoalan lingkungan.
Konsep tersebut tidak hanya dipandang sebagai sebuah program sesaat, tetapi diharapkan berkembang menjadi praktik yang dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana lingkungan perguruan tinggi dapat dikelola dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Dr. Tri Wahyu juga menyebut praktik serupa sebenarnya telah diterapkan di berbagai tempat. Karena itu, salah satu tantangan ke depan adalah menunjukkan karakteristik serta pembeda program Green Campus UB sehingga dapat menjadi prototipe yang memiliki nilai dan relevansi tersendiri.
Car Free Day Jadi Bagian Aktivitas Kampus
Salah satu aktivitas yang disebut berkaitan dengan upaya tersebut adalah pelaksanaan car free day (CFD) yang dilakukan secara rutin setiap minggu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas lingkungan kampus yang diharapkan dapat mendukung semangat Green Campus.
Menurut Dr. Tri Wahyu, pelaksanaan CFD tidak berdiri sendiri karena di dalamnya terdapat berbagai aktivitas lain yang berlangsung di lingkungan universitas. Beragam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem kampus yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Rutinitas kegiatan setiap pekan menjadi salah satu bentuk upaya untuk membangun kebiasaan dan kesadaran di lingkungan kampus. Dengan pelaksanaan yang dilakukan secara konsisten, program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi praktik yang memberikan dampak lebih luas.
Universitas juga melihat aktivitas yang berlangsung di kawasan kampus sebagai bagian dari proses membangun prototipe Green Campus. Pengembangan tersebut nantinya diharapkan dapat menunjukkan bagaimana konsep kepedulian lingkungan dapat diterapkan secara nyata melalui berbagai aktivitas di perguruan tinggi.
Dr. Tri Wahyu menekankan bahwa UB ingin menghadirkan praktik yang dapat memberikan contoh baik. Dengan demikian, konsep Green Campus tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan melalui aktivitas yang dilakukan secara rutin di lingkungan universitas.
UB Ingin Jadi Inspirasi Perguruan Tinggi
Sementara itu, Tri Wahyu Basuki menjelaskan bahwa informasi mengenai program Green Campus disampaikan sebagai bagian dari pengenalan program prioritas rektor UB. Program tersebut disebut sebagai salah satu unggulan universitas yang diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi perguruan tinggi lain.
Program yang disebut dalam transkrip sebagai GRUS tersebut dilaksanakan setiap Jumat. Kegiatan itu menjadi bagian dari agenda UB dalam menjalankan program prioritas rektor, khususnya yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Tri Wahyu Basuki, tujuan yang ingin dibangun tidak hanya berorientasi pada lingkungan internal universitas. UB ingin mendorong kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya, khususnya dalam konteks yang lebih luas bagi Indonesia.
Harapan tersebut menjadi bagian dari upaya UB untuk memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai institusi yang dapat memberikan contoh dalam menghadapi persoalan lingkungan. Kampus tidak hanya menjadi ruang pendidikan, tetapi juga dapat menjadi tempat untuk mengembangkan praktik yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ke depan, pengembangan Green Campus diharapkan mampu menghasilkan prototipe yang dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya. UB juga membuka ruang untuk membahas lebih lanjut berbagai aspek program tersebut sehingga praktik yang dikembangkan dapat semakin jelas dan memiliki pembeda.
Melalui program prioritas rektor ini, UB berupaya mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan ke dalam aktivitas kampus. Pengurangan emisi, pelaksanaan kegiatan rutin, serta pengembangan praktik baik menjadi bagian dari langkah untuk membangun lingkungan perguruan tinggi yang lebih berkelanjutan.(ffn)













