Kanal24, Malang – Kesepakatan antarperguruan tinggi menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan dalam mobilitas mahasiswa dan kolaborasi akademik. Hal tersebut mulai dilakukan Universitas Brawijaya (UB) bersama Can Tho University, Vietnam, dengan membuka ruang pertukaran mahasiswa sekaligus menyiapkan pengembangan kerja sama pada bidang akademik dan penelitian.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui 3 in 1 Program Universitas Brawijaya yang melibatkan mahasiswa Can Tho University dalam rangkaian kegiatan di Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) UB. Sebanyak 23 mahasiswa dari Can Tho University mengikuti program selama satu bulan, termasuk kegiatan perkuliahan Ruminant Nutrition – Lecture 1 dengan topik Digestion and Metabolism of Proteins in Ruminants, Senin (7/9/2026), di Ruang Sidang Utama, lantai 6, Gedung FAST UB.
Baca Juga:
FAST UB Resmikan Taman Terbuka, Ruang Baru Mahasiswa untuk Belajar dan Kolaborasi
Dari MOU Menuju Program Pertukaran Mahasiswa
Wakil Dekan III FAST UB, Dr. Ir. Eko Widodo, M.Agr.Sc., menjelaskan kerja sama dengan Can Tho University berawal dari kunjungan UB ke universitas tersebut pada tahun sebelumnya. Dari kesepakatan yang dibangun, kedua pihak kemudian mulai mengembangkan aktivitas konkret agar kerja sama tidak berhenti pada dokumen kelembagaan.
Salah satu bentuk implementasinya adalah program student exchange. Melalui program ini, mahasiswa Can Tho University mendapatkan kesempatan mengikuti aktivitas akademik sekaligus mengenal lingkungan pendidikan dan peternakan di Indonesia.

“Jadi tidak berhenti sampai MOU sehingga ada program yang namanya exchange student. Jadi pertukaran mahasiswa ini dilakukan selama satu bulan dari Can Tho University,” jelas Eko.
Menurut Eko, mobilitas mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperluas pengalaman internasional. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik di negara lain, tetapi juga membangun jejaring dengan mahasiswa dan akademisi dari lingkungan yang berbeda.
Buka Peluang Double Degree hingga Riset Bersama
Implementasi kerja sama UB dan Can Tho University tidak berhenti pada pertukaran mahasiswa. FAST UB melihat sejumlah peluang yang dapat dikembangkan dalam tahap berikutnya, mulai dari pertukaran dosen hingga program double degree dan kolaborasi penelitian.
Eko mengatakan peluang tersebut menjadi bagian dari pembahasan lanjutan agar hubungan kedua universitas memiliki cakupan yang lebih luas.
“Kami berharap bisa melakukan selain exchange student juga akan ada double degree yang akan dikembangkan kemudian, juga bisa exchange lecturer,” ujarnya.
Pertukaran dosen dinilai dapat membuka ruang berbagi keilmuan melalui kegiatan perkuliahan maupun akademik lainnya. Sementara kolaborasi riset memungkinkan dosen dan peneliti dari kedua universitas mengembangkan kajian bersama sesuai bidang keahlian masing-masing.
Bagi FAST UB, perluasan bentuk kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan eksposur internasional fakultas. Kehadiran mahasiswa dan akademisi asing memberikan kesempatan untuk memperkenalkan lingkungan akademik serta potensi yang dimiliki FAST UB kepada mitra internasional.
Ditargetkan Berjalan Dua Arah
Keberlanjutan kerja sama juga diarahkan agar pertukaran mahasiswa tidak berlangsung satu arah. Setelah menerima mahasiswa dari Can Tho University, UB menargetkan mahasiswa FAST UB dapat memperoleh kesempatan untuk belajar dan mengikuti kegiatan akademik di Vietnam.
“Jadi setelah kunjungan ini biasanya kita juga mengirim mahasiswa ke Can Tho University,” kata Eko.
Anggota Tim International Relation Office (IRO) FAST UB, Dr. Ir. Marjuki, M.Sc., IPM., mengatakan kunjungan mahasiswa Can Tho University diharapkan menjadi awal bagi kerja sama yang dapat berlangsung pada tahun-tahun berikutnya.

“Yang jelas seperti disampaikan pada saat pembukaan tadi oleh kedua pihak, kita berharap agar ini pembukaan untuk kerja sama kita dan kita akan berlanjut untuk berikutnya, tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan IRO FAST UB, Danung Nur Adli, S.Pt., M.Sc., M.Pt., menyebut tindak lanjut kerja sama juga diarahkan melalui seminar internasional dan kompetisi yang melibatkan peserta dari kedua institusi.
Dari sisi Can Tho University, Prof. Dr. Nguyen Trong Ngu berharap mobilitas akademik dapat berkembang menjadi hubungan yang lebih luas. Ia bahkan berharap mahasiswa UB dapat memperoleh kesempatan untuk belajar langsung di Vietnam.

“Saya juga berharap suatu hari nanti dalam waktu dekat, kami dari Can Tho University dapat menerima mahasiswa dari Universitas Brawijaya di universitas kami,” tutur Prof. Nguyen.
Pengembangan kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperluas pengalaman internasional mahasiswa, tetapi juga memperkuat jejaring akademik FAST UB. Dari student exchange, kerja sama kedua universitas berpeluang berkembang menuju pertukaran dosen, double degree, hingga penelitian bersama yang dapat memperkuat posisi UB dalam jejaring pendidikan tinggi internasional. (ndr)













