Kanal24, Malang – Menambah berat badan tidak cukup dilakukan dengan memperbanyak makanan secara sembarangan. Tubuh membutuhkan energi sekaligus berbagai zat gizi agar pertumbuhan, fungsi organ, dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik. Karena itu, pola makan seimbang menjadi bagian penting ketika seseorang ingin meningkatkan asupan secara sehat.
Pada masa pertumbuhan, kebutuhan nutrisi setiap orang dapat berbeda. Faktor usia, aktivitas, kondisi tubuh, hingga proses pertumbuhan perlu dipertimbangkan. Bagi seseorang yang mengalami berat badan rendah atau perubahan berat badan yang tidak diinginkan, langkah yang tepat adalah memperbaiki pola makan secara bertahap dan memperhatikan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga:
Gym vs Pilates: Jangan Salah Pilih, Kenali Fokus Latihannya
Pilih Makanan Kaya Nutrisi
Makanan yang dikonsumsi sebaiknya tidak hanya berorientasi pada jumlah kalori. Tubuh membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serta serat dari beragam sumber makanan.
Karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, dan biji-bijian dapat menjadi sumber energi. Sementara itu, protein dari telur, ikan, daging, kacang-kacangan, serta produk susu membantu mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.
Buah dan sayuran juga tetap penting dalam menu harian. Keduanya menyediakan berbagai vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh. Dengan memilih makanan yang padat nutrisi, peningkatan asupan dapat dilakukan tanpa hanya mengandalkan makanan tinggi gula, garam, atau lemak.
Atur Jadwal Makan dan Camilan
Kesibukan sekolah, kuliah, maupun aktivitas lainnya sering membuat seseorang melewatkan waktu makan. Padahal, pola makan teratur membantu tubuh mendapatkan energi dan zat gizi secara konsisten.
Jika sulit makan dalam porsi besar, makanan dapat dibagi menjadi beberapa waktu makan dengan porsi yang sesuai. Camilan bergizi juga dapat menjadi pelengkap, misalnya yoghurt, buah, roti, kacang-kacangan, atau makanan lain yang memiliki kandungan nutrisi baik.
Aktivitas fisik juga tetap diperlukan. Bergerak secara rutin mendukung kesehatan tulang, otot, dan kebugaran. Jadi, meningkatkan berat badan bukan berarti harus berhenti berolahraga. Bagi orang yang memiliki aktivitas fisik tinggi, kebutuhan makanan dan minuman perlu disesuaikan dengan energi yang dikeluarkan.
Kenali Kondisi Tubuh
Kondisi berat badan, khususnya pada remaja, tidak sebaiknya dinilai hanya dari angka timbangan. Pertumbuhan setiap orang berbeda sehingga usia, tinggi badan, perkembangan tubuh, dan kondisi kesehatan perlu dipertimbangkan.
Jika berat badan mengalami penurunan tanpa alasan yang jelas, sulit bertambah, atau terdapat kekhawatiran mengenai pola makan dan pertumbuhan, berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan merupakan langkah yang tepat. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab dan kebutuhan nutrisi yang sesuai.
Yang tidak kalah penting, tidak perlu membandingkan berat atau bentuk tubuh dengan teman maupun figur di media sosial. Setiap orang memiliki proses pertumbuhan yang berbeda.
Pada akhirnya, menambah berat badan secara sehat bukan sekadar mengejar angka tertentu. Pola makan bergizi, jadwal makan yang teratur, aktivitas fisik, serta perhatian terhadap kondisi kesehatan menjadi dasar untuk mendukung tubuh agar tetap tumbuh dan berfungsi dengan baik.(ffn)













