Kanal24, Malang – Keterbatasan akses terhadap sumber literatur dan fasilitas akademik menjadi salah satu tantangan yang dihadapi mahasiswa Magister Kenotariatan (MKN) Universitas Brawijaya (UB) Jakarta dalam menunjang proses pembelajaran, penelitian, hingga penyusunan tugas akhir. Berada di luar kampus utama membuat mahasiswa perlu memahami berbagai layanan akademik yang dapat dimanfaatkan secara daring maupun melalui fasilitas UB di Malang.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu latar belakang digelarnya gathering MKN UB Jakarta di kampus utama Universitas Brawijaya, Malang. Kegiatan yang diikuti mahasiswa MKN UB Jakarta itu menghadirkan sejumlah agenda akademik, mulai dari pelatihan akses Pusat Dokumentasi Ilmu Hukum (PDIH), pelatihan penulisan jurnal, hingga bimbingan bersama dosen. Kegiatan tersebut disampaikan oleh Dr. Patricia Audrey Ruslijanto, S.H., M.Kn. dan Prof. Dhiana Puspitawati, S.H., LL.M., Ph.D., dengan pendampingan dari pengelola MKN UB Jakarta.
Baca juga:
COAT360 Putu Hadi Perkuat Inovasi Pelapisan Material
Gathering Jadi Ruang Pertemuan Akademik
Ketua Program Studi MKN UB Jakarta, Dr. M. Hamidi Masykur, S.H., M.Kn., menjelaskan gathering menjadi ruang bagi mahasiswa yang berada di kampus Jakarta untuk kembali terhubung dengan lingkungan akademik di kampus utama UB.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pertemuan mahasiswa, tetapi juga dirancang untuk menjawab kebutuhan akademik mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Gathering menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperoleh pembekalan sekaligus memanfaatkan fasilitas yang tersedia di kampus utama.
Dalam kegiatan tersebut terdapat tiga agenda utama. Pertama, pelatihan akses PDIH yang ditujukan untuk membantu mahasiswa memahami cara memperoleh literatur hukum. Kedua, pelatihan penulisan jurnal yang tidak hanya membahas teknik menulis, tetapi juga proses pengiriman artikel hingga mengenali jurnal yang tidak kredibel. Ketiga, bimbingan bersama antara mahasiswa dan dosen.
Hamidi menyebut kegiatan tersebut juga menjadi salah satu rangkaian kunjungan mahasiswa MKN UB Jakarta ke kampus utama. Mahasiswa dari beberapa angkatan mengikuti kegiatan untuk mendapatkan pengalaman akademik secara langsung sekaligus berinteraksi dengan dosen.
PDIH Perkuat Akses Literatur Hukum
Salah satu agenda penting dalam gathering adalah pelatihan pemanfaatan PDIH. Dr. Patricia Audrey Ruslijanto, S.H., M.Kn., menjelaskan mahasiswa perlu memiliki kemampuan dalam mencari dan menggunakan sumber hukum yang relevan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kemampuan tersebut menjadi penting karena literatur hukum digunakan dalam berbagai aktivitas akademik, mulai dari penyelesaian tugas perkuliahan hingga penyusunan tesis. Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui sumber informasi, tetapi juga perlu memahami cara memilih sumber yang terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Melalui layanan yang tersedia, mahasiswa dapat mengakses berbagai literatur dan jurnal yang telah dilanggan UB. Pemanfaatan layanan secara daring juga menjadi bagian penting karena mahasiswa MKN UB Jakarta tidak selalu berada di kampus utama.
Patricia menekankan pentingnya memastikan keaslian dan pembaruan informasi sebelum menggunakan suatu sumber. Literatur yang digunakan dalam penelitian harus berasal dari sumber yang dapat dipercaya sehingga mampu memperkuat argumentasi akademik.
Akses terhadap layanan seperti PDIH, Hukumonline, dan Westlaw juga menjadi bagian dari fasilitas yang diperkenalkan kepada mahasiswa. Dengan pemanfaatan layanan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengandalkan pencarian informasi umum melalui mesin pencari atau media sosial.
Bekal Penulisan Jurnal untuk Mahasiswa
Selain akses literatur hukum, gathering juga memberikan pembekalan mengenai penulisan dan publikasi jurnal. Prof. Dhiana Puspitawati, S.H., LL.M., Ph.D., menjelaskan bahwa penulisan artikel ilmiah memiliki dua aspek penting, yakni substansi dan teknis.
Aspek teknis menjadi salah satu tahap awal yang diperhatikan oleh pengelola jurnal. Mahasiswa perlu memastikan artikel sesuai dengan tujuan dan cakupan jurnal, mengikuti gaya penulisan yang ditetapkan, serta memperhatikan aspek plagiarisme sebelum masuk pada penilaian substansi.
Dhiana juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengubah seluruh isi tesis menjadi artikel jurnal. Sebuah penelitian dapat dikembangkan menjadi tulisan dengan mengambil aspek tertentu yang lebih spesifik, misalnya analisis perbandingan atau bagian tertentu yang memiliki nilai kebaruan.
Menurutnya, mahasiswa juga perlu memahami signifikansi penelitian. Artinya, sebuah artikel tidak hanya ditulis untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi harus memiliki alasan ilmiah yang jelas mengenai pentingnya topik tersebut untuk dibahas.
Rangkaian gathering kemudian dilanjutkan dengan bimbingan bersama mahasiswa dan dosen. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh arahan secara langsung terkait perkembangan akademik dan penelitian mereka.
Melalui gathering ini, MKN UB Jakarta berupaya menjaga hubungan akademik antara mahasiswa di Jakarta dengan kampus utama UB. Selain memperkenalkan fasilitas dan sumber literatur, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat kemampuan penelitian, penulisan ilmiah, serta memperoleh pendampingan langsung dari dosen.(ffn)













