Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

AI Makin Masuk Dunia Pendidikan, FIB UB Dorong Mahasiswa Tetap Kritis

Einid Shandy by Einid Shandy
September 18, 2026
in Pendidikan
0
AI Makin Masuk Dunia Pendidikan, FIB UB Dorong Mahasiswa Tetap Kritis

ICOLLEC VI Bahas Bahasa Multikultural di Era AI (Candra/Kanal24)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital membawa perubahan pada cara manusia belajar, berkomunikasi, serta memproduksi dan menyebarluaskan pengetahuan. Perubahan tersebut turut memengaruhi pembelajaran bahasa, sastra, budaya, dan pendidikan. Di tengah perkembangan itu, perspektif multikultural menjadi penting agar pemanfaatan teknologi tetap memberi ruang bagi keberagaman, memperkuat literasi, dan mendorong kemampuan berpikir kritis.

Perspektif tersebut menjadi fokus dalam The 6th International Conference on Language, Literature, Education, and Culture (ICOLLEC VI) yang diselenggarakan Departemen Bahasa dan Sastra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) di Malang, Kamis (17/09/2026). Ketua Departemen Bahasa dan Sastra FIB UB Dr. Esti Junining, M.Pd. dan Ketua Pelaksana ICOLLEC VI Scarletina Vidyayani Eka, S.S., M.Hum. menjelaskan konferensi tersebut menjadi bagian dari rangkaian konferensi internasional FIB UB tahun 2026.

Baca juga:
AI Ubah Cara Manusia Berkarya, FIB UB Bahas Masa Depan Humaniora

ICOLLEC VI Perluas Ruang Kolaborasi

Dr. Esti Junining menjelaskan ICOLLEC merupakan agenda tahunan FIB UB yang menjadi ruang pertemuan berbagai bidang keilmuan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Pada 2026, FIB UB menyelenggarakan dua konferensi internasional, yakni ICON Lateral dan ICOLLEC VI.

Sementara itu, Scarletina Vidyayani Eka mengatakan ICOLLEC VI mempertemukan akademisi, peneliti, serta penggiat ilmu dan aktivisme yang berkaitan dengan bahasa, sastra, budaya, dan pendidikan.

Dr. Esti Junining, M.Pd. Ketua Departemen Bahasa dan Sastra & Scarletina Vidyayani Eka, S.S., M.Hum. Ketua Pelaksana, dosen Program Studi Sastra Inggris FIB UB (candra/Kanal24)

Menurutnya, pembahasan ICOLLEC tidak hanya ditempatkan dalam batas satu bidang ilmu. Bahasa, sastra, budaya, dan pendidikan dipertemukan untuk melihat bagaimana berbagai disiplin tersebut dapat saling bersinergi dalam menghadapi perubahan di era digital.

“Tidak hanya batas bidang ilmu saja, bahasa, tidak hanya batas sastra saja, tapi lebih pada bagaimana semuanya bisa bersinergi multikultural,” ujarnya.

Pendekatan tersebut juga membuat ICOLLEC VI tidak hanya membahas perkembangan bahasa dan sastra, tetapi turut melihat penerapannya dalam pendidikan, khususnya melalui perspektif applied linguistics.

Multikulturalisme di Tengah Perkembangan AI

Scarletina mengatakan multikulturalisme menjadi fokus utama ICOLLEC VI, terutama dalam kaitannya dengan bahasa, sastra, dan pendidikan di era AI.

Menurutnya, AI saat ini tidak hanya berfungsi sebagai teknologi pendukung, tetapi telah menjadi medium yang ikut memengaruhi proses pendidikan dan penyebaran pengetahuan. Karena itu, perkembangan teknologi perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap keberagaman masyarakat.

Pemanfaatan platform digital juga dinilai dapat memperluas jangkauan pengetahuan. Bagi FIB UB yang memiliki dasar keilmuan di bidang literasi, perkembangan teknologi menjadi peluang untuk mendiseminasikan pengetahuan kepada masyarakat secara lebih luas.

Scarletina berharap pengetahuan yang dihasilkan dari lingkungan akademik dapat diolah dan disebarluaskan melalui media digital sehingga tidak berhenti di ruang kelas maupun forum ilmiah.

Dengan demikian, teknologi tidak hanya digunakan untuk mempercepat penyebaran informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat literasi dan membuka akses pengetahuan bagi masyarakat.

Ke depan, ia berharap pembahasan dalam ICOLLEC dapat semakin memperhatikan hubungan antara masyarakat dan ruang digital. Perkembangan teknologi, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan upaya membangun masyarakat yang berkelanjutan.

Mahasiswa Didorong Berpikir Kritis

Perspektif mengenai pendidikan dan kemampuan berpikir kritis juga menjadi bagian dari paparan Prof. Dr. Subhan Zein dalam ICOLLEC VI. Ia membahas framework Diversity, Equity, Inclusion, and Sustainability (DEIS) sebagai pendekatan untuk pembelajaran bahasa Inggris, sastra, dan budaya secara lebih komprehensif.

Prof. Dr. Subhan Zein – Pemateri (Candra/Kanal24)

Kerangka tersebut diarahkan untuk memastikan peserta didik memperoleh akses pembelajaran yang baik dan dapat berpartisipasi secara setara. Selain itu, mahasiswa didorong memiliki kemampuan kritis dalam melihat berbagai persoalan sosial dan praktik yang berpotensi mengesampingkan suara kelompok tertentu.

Subhan menilai pembelajaran bahasa, sastra, dan budaya dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Karena itu, mahasiswa perlu melihat berbagai fenomena secara utuh dan tidak hanya mengandalkan satu sudut pandang.

Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Misinformasi dan disinformasi dapat menyebar dengan cepat apabila informasi diterima tanpa proses verifikasi.

“Yang utama adalah mereka harus melihat segala fenomena yang terjadi secara utuh. Bukan hanya melihat dari satu sisi atau dari satu sudut pandang,” kata Subhan.

Ia menyebut tiga hal yang perlu dikembangkan mahasiswa, yakni membangun kesadaran, memiliki keberanian untuk berpikir kritis, dan berani mengambil tindakan.

Kesadaran dapat dibangun melalui kebiasaan membaca berita, mengikuti perkembangan informasi, serta memperluas wawasan melalui buku dan berbagai sumber pengetahuan. Setelah itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa dan mempertanyakan informasi yang diterima.

Tahap berikutnya adalah menerjemahkan pengetahuan tersebut dalam tindakan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami persoalan yang berkembang, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menemukan solusi.

Melalui ICOLLEC VI, FIB UB memperluas ruang dialog mengenai hubungan bahasa, sastra, budaya, pendidikan, dan teknologi. Perkembangan AI ditempatkan sebagai bagian dari perubahan yang perlu dipahami secara kritis agar kemajuan teknologi tetap berjalan bersama penguatan literasi, keberagaman, dan nilai kemanusiaan.

Konferensi tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademisi dan peneliti dalam membaca perubahan pendidikan di era digital. Dengan pendekatan lintas disiplin, ICOLLEC VI diharapkan dapat terus menjadi forum pertukaran gagasan mengenai perkembangan bahasa, sastra, budaya, dan pendidikan di tengah perubahan teknologi.(ffn)

Post Views: 65
Tags: applied linguisticsbahasa dan sastrafib ubfifaICOLLEC 2026ICOLLEC VIkanal24.co.idKecerdasan Buatanliterasi digitalmultikulturalismependidikan bahasapendidikan era AIuniversitas brawijaya
Previous Post

Ekonomi Global Terus Berubah, FEB UB Bahas Strategi Hadapi Tantangan Dunia

Next Post

Bukan Sekadar Pilah Sampah, UB Perkuat Keselamatan Petugas Cleaning Service

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Bukan Sekadar Pilah Sampah, UB Perkuat Keselamatan Petugas Cleaning Service

Bukan Sekadar Pilah Sampah, UB Perkuat Keselamatan Petugas Cleaning Service

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Bukan Sekadar Pilah Sampah, UB Perkuat Keselamatan Petugas Cleaning Service

Bukan Sekadar Pilah Sampah, UB Perkuat Keselamatan Petugas Cleaning Service

September 18, 2026
AI Makin Masuk Dunia Pendidikan, FIB UB Dorong Mahasiswa Tetap Kritis

AI Makin Masuk Dunia Pendidikan, FIB UB Dorong Mahasiswa Tetap Kritis

September 18, 2026
Ekonomi Global Terus Berubah, FEB UB Bahas Strategi Hadapi Tantangan Dunia

Ekonomi Global Terus Berubah, FEB UB Bahas Strategi Hadapi Tantangan Dunia

September 18, 2026
Prof. Setyo: Kepercayaan Pasar Jadi Ujian Awal Menkeu Baru

Prof. Setyo: Kepercayaan Pasar Jadi Ujian Awal Menkeu Baru

September 18, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025