Kanal24, Malang – Limbah pertanian seperti jerami, batang jagung, dan sisa tanaman di Desa Sumberagung, Kabupaten Kediri, dimanfaatkan menjadi bahan pakan ternak dan pupuk organik. Upaya tersebut dilakukan Departemen Profesi Keinsinyuran (DPK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) melalui penerapan teknologi tepat guna.
Program Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu tersebut berlangsung pada Sabtu, (26/09/2026), di Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Kegiatan digelar melalui sosialisasi, pelatihan, demonstrasi alat, dan pendampingan kepada kelompok tani serta peternak.
Baca Juga:
Samator Group Bekali Mahasiswa FT UB Hadapi Dunia EPC
Teknologi Tepat Guna untuk Pakan Ternak
Ketua Departemen Profesi Keinsinyuran FT UB sekaligus Ketua Tim Pengabdian, Ir. Oyong Novareza, MT., ST., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengatakan program disesuaikan dengan potensi sumber daya lokal di Desa Sumberagung.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan berupa mesin pencacah limbah pertanian. Alat tersebut digunakan untuk mencacah bahan seperti jerami, batang jagung, dan sisa tanaman sebelum diolah menjadi pakan fermentasi atau silase.
Penerapan teknologi ini ditujukan untuk membantu peternak sapi perah memanfaatkan limbah pertanian yang tersedia di sekitar mereka.
“Pengabdian terpadu DPK ke Desa Sumberagung semoga Teknologi Tepat Guna Mesin pencacah limbah pertanian bisa membantu para peternak sapi perah memanfaatkan limbah pertanian untuk pakan ternaknya khususnya sapi,” ujar Oyong.
Selain penggunaan alat, masyarakat juga mendapatkan pemahaman mengenai teknik pencacahan bahan baku dan pengolahan pakan fermentasi.
Limbah Pertanian Diolah Kembali
Kegiatan tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah menjadi pakan. DPK FT UB juga mengenalkan pengolahan bahan organik menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali untuk lahan pertanian.
Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan. Peserta mendapatkan sosialisasi, pelatihan, demonstrasi teknologi tepat guna, serta pendampingan dalam proses pengolahan.

Pendekatan tersebut mendorong pemanfaatan limbah pertanian secara lebih optimal. Bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang mendukung aktivitas pertanian dan peternakan.
Program ini juga mendorong keterhubungan antara sektor tanaman pangan dan peternakan. Limbah dari kegiatan pertanian dapat dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu.
Kegiatan tersebut didukung PT KTHR Indonesia sebagai mitra binaan DPK FT UB. Dukungan diberikan melalui sharing dalam proses penggunaan teknologi tepat guna untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.
Dukung Ketahanan Pangan Desa
Sekretaris Desa Sumberagung, Puji Saksono, mengapresiasi dukungan teknologi yang diberikan DPK FT UB kepada masyarakat. Menurutnya, berbagi pengetahuan dan penerapan teknologi penting untuk mendukung keberadaan peternak di desa.
“Tim DPK Fakultas Teknik UB terimakasih sudah memperhatikan kami di desa sumberagung, kami sangat senang dan Bahagia mendapatkan dukungan teknologi tepat guna untuk para peternak sapi perah. sharing keilmuan ini penting untuk mendukung keberadaan peternak di desa. Sekali lagi terimakasih harapannya tahun 2027 DPK melaksanakan hibah pengabdian ke desa sumber agung lagi,” ungkap Puji.
Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan keterampilan dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Pengolahan limbah pertanian juga diarahkan untuk mendukung produktivitas pertanian dan peternakan secara berkelanjutan.
Program DPK FT UB ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2 tentang Tanpa Kelaparan dan SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Pemanfaatan limbah menjadi pakan fermentasi dan pupuk organik diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sumber daya lokal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat Desa Sumberagung. (ndr)














