Kanal24, Malang – Penemuan emisi radio dari sebuah planet di luar Tata Surya membuka peluang baru bagi ilmuwan untuk mengungkap karakteristik dunia yang berada sangat jauh dari Bumi. Sinyal tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas medan magnet planet dan dapat membantu astronom memahami kondisi internal serta atmosfer eksoplanet.
Temuan itu berasal dari Beta Pictoris b, planet raksasa gas yang berada sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi. Tim astronom mendeteksi emisi radio yang diduga berasal dari planet tersebut melalui teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan. Penemuan ini menjadi perhatian karena pengamatan medan magnet eksoplanet selama ini merupakan tantangan besar dalam astronomi.
Baca juga:
Shopee Buka 3 Lowongan Warehouse, Lulusan S1 Bisa Daftar
Sinyal Radio Beta Pictoris b Diduga Berasal dari Aurora
Kemunculan sinyal radio dari Beta Pictoris b bukan berarti astronom menemukan pesan dari makhluk asing. Emisi tersebut diduga merupakan fenomena alam yang berkaitan dengan aktivitas magnetik planet.
Para peneliti mengaitkan sinyal tersebut dengan aurora radio, fenomena yang memiliki kemiripan dengan aktivitas aurora di Bumi. Pada planet seperti Jupiter, interaksi antara partikel bermuatan, medan magnet, dan atmosfer bagian atas juga dapat menghasilkan gelombang radio.
Mekanisme tersebut dikenal sebagai electron cyclotron maser instability atau ECMI. Dalam proses ini, partikel bermuatan yang bergerak di sekitar medan magnet planet dapat menghasilkan emisi radio dengan karakteristik tertentu.
Pengamatan menggunakan MeerKAT menunjukkan emisi pada rentang sekitar 0,85 hingga 3,5 gigahertz. Sinyal juga memperlihatkan karakteristik polarisasi melingkar yang mendukung dugaan bahwa sumbernya berkaitan dengan proses auroral.
Medan Magnet Planet Diperkirakan Sangat Kuat
Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah perkiraan mengenai kekuatan medan magnet Beta Pictoris b. Berdasarkan frekuensi tertinggi emisi yang terdeteksi, peneliti memperkirakan medan magnet di wilayah sumber emisi memiliki kekuatan setidaknya sekitar 1,25 kilogauss.
Kekuatan tersebut jauh lebih besar dibandingkan medan magnet Bumi. Hasil ini berpotensi menjadi salah satu pengukuran langsung medan magnet eksoplanet, meskipun penelitian tersebut masih perlu melalui proses penelaahan ilmiah lebih lanjut.
Beta Pictoris b merupakan planet yang relatif muda dengan perkiraan usia sekitar 20–25 juta tahun. Planet ini juga memiliki massa sekitar 9–13 kali massa Jupiter.
Usia dan ukuran tersebut membuat Beta Pictoris b menjadi objek menarik untuk mempelajari bagaimana planet raksasa berkembang dan membentuk medan magnet pada tahap awal kehidupannya.
Penemuan Buka Jalan Pelajari Eksoplanet
Mendeteksi emisi radio dari eksoplanet bukan perkara mudah. Sinyal yang berasal dari planet umumnya sangat lemah dan dapat tertutupi oleh aktivitas bintang induknya. Karena itu, kemampuan teleskop radio untuk menentukan posisi sumber emisi menjadi bagian penting dalam penelitian tersebut.
Beta Pictoris b sendiri pertama kali ditemukan pada 2008 dan menjadi salah satu eksoplanet yang dapat diamati secara langsung. Planet tersebut mengorbit bintang Beta Pictoris yang berjarak sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi.
Jika temuan ini dikonfirmasi melalui pengamatan lanjutan, emisi radio dapat menjadi metode penting untuk mengukur medan magnet planet di luar Tata Surya. Informasi tersebut dapat membantu ilmuwan memahami struktur internal, atmosfer, serta interaksi planet dengan lingkungan ruang angkasa di sekitarnya.
Meski demikian, hasil penelitian mengenai Beta Pictoris b masih perlu diuji melalui pengamatan berikutnya dan proses penelaahan sejawat. Penelitian lanjutan akan menjadi kunci untuk memastikan asal emisi radio sekaligus memperkuat pemahaman tentang medan magnet planet muda tersebut.(ffn)














