Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Mahasiswa UB Kembangkan Agrising, Pertanian Indoor Berbasis AI dan Energi Bersih

Einid Shandy by Einid Shandy
October 1, 2026
in Pendidikan
0
Mahasiswa UB Kembangkan Agrising, Pertanian Indoor Berbasis AI dan Energi Bersih

Agrising UB Gabungkan AI dan Konsep Zero Waste. (Acha)

3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Pertanian menghadapi tantangan untuk tetap produktif di tengah keterbatasan sumber daya dan perubahan kondisi lingkungan. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pendekatan yang mulai dikembangkan untuk membuat proses budidaya lebih terukur sekaligus mendorong penggunaan energi dan sumber daya secara lebih efisien.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan konsep smart indoor farming system bernama Agrising. Konsep ini menggabungkan pertanian dalam ruang, sistem sirkular, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), energi bersih, serta pengadaan air secara mandiri. Konsep tersebut disampaikan Adit Maulana Prasetyo, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB, dalam program Arsitektur Zero Waste yang berlangsung di Lorong Studio UBTV, lantai 2 Gedung Rektorat UB, Rabu (30/9/2026).

Baca juga:
Musyawarah (Syura) Digagas sebagai Paradigma Baru Pembentukan Hukum yang Dikehendaki Publik

Agrising Hadirkan Pertanian dalam Ruang

Adit menjelaskan, Agrising dirancang sebagai sistem pertanian indoor yang mengintegrasikan berbagai komponen teknologi dalam satu ruang. Pendekatan tersebut memungkinkan proses budidaya dilakukan dengan kondisi lingkungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Adit Maulana Prasetyo (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB). (Indri/Kanal24)

“Jadi teman-teman di sini kami tim itu menyusun konsep yang namanya smart indoor farming system itu kami namai dengan namanya agresing. Jadi Agrising ini merupakan pertanian di dalam indoor,” ujar Adit.

Dalam sistem tersebut, tim juga mengintegrasikan AI untuk mendukung proses pertanian. Teknologi digunakan sebagai bagian dari sistem yang dirancang untuk membantu petani menjalankan aktivitas budidaya di dalam ruang.

Selain AI, Agrising mengusung sistem sirkular. Mulai dari sumber energi, kebutuhan air, proses budidaya, hingga pemantauan dirancang untuk saling terhubung dalam satu sistem.

Adit menjelaskan, energi yang digunakan berasal dari limbah pertanian. Sementara kebutuhan air dirancang dapat diperoleh secara mandiri melalui sistem yang dikembangkan.

“Terus juga kita juga ada sistem dalam aplikasi kita juga menggunakan learning dan mulai dari printing sampai harvesting. Jadi mulai dari monitoring sampai ke monitoring distribusi kepada para petani nantinya,” jelasnya.

Konsep tersebut membuat Agrising tidak hanya berfokus pada aktivitas menanam. Sistem juga diarahkan untuk mendukung proses pemantauan hingga distribusi kepada petani.

Limbah Pertanian Jadi Sumber Energi

Konsep zero waste dalam Agrising juga diterapkan pada penggunaan energi. Adit menjelaskan, tim berupaya memanfaatkan limbah pertanian sebagai bagian dari sumber energi bersih.

“Arsitektur Zero Waste ini itu membangun sebuah sistem yang di mana kita mengintegrasikan energi bersih gitu ya dari limbah pertanian,” kata Adit.

Salah satu teknologi yang disebut dalam konsep tersebut adalah microbial fuel cell. Sistem ini digunakan untuk mengambil energi dari limbah sebagai bagian dari upaya membangun sistem dengan karbon dan emisi yang lebih rendah.

Menurut Adit, pendekatan tersebut menjadi bagian dari rancangan sistem yang tidak hanya memperhatikan produktivitas pertanian, tetapi juga sumber daya yang digunakan selama proses budidaya.

Penerapan konsep zero waste kemudian diperluas melalui sistem pertanian indoor. Berbeda dengan pertanian konvensional yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan di lapangan, sistem ini memungkinkan kondisi ruang pertanian dikendalikan sesuai kebutuhan tanaman.

“Kalau dari kita itu sistemnya indoor. Jadi teman-teman bisa membuat cuacanya sendiri. Jadi bisa mengkontrolling cuacanya berdasarkan kebutuhan tanamannya,” jelasnya.

Dengan pengaturan tersebut, kondisi lingkungan dapat disesuaikan dengan jenis tanaman yang dipilih. Sistem dirancang agar kebutuhan tanaman menjadi dasar dalam pengaturan lingkungan budidaya.

Pendekatan ini menempatkan teknologi sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya. Energi bersih, air, kondisi lingkungan, dan proses pertanian dirancang berada dalam satu sistem yang saling terhubung.

Teknologi Pertanian Sasar Generasi Muda

Bagi Adit, pengembangan Agrising tidak hanya berkaitan dengan efisiensi proses pertanian dan aspek lingkungan. Teknologi juga diharapkan dapat menjawab tantangan menurunnya ketertarikan anak muda terhadap sektor pertanian.

Ia menilai integrasi teknologi dapat membuat aktivitas pertanian menjadi lebih efisien, terutama dari sisi penggunaan tenaga. Teknologi diharapkan dapat membantu sejumlah pekerjaan sehingga pertanian tidak sepenuhnya bergantung pada aktivitas manual.

“Saya harapkan mungkin dengan integrasi teknologi terutama dalam sistem pertanian. Mungkin kalau teman-teman sadar itu kan sekarang motivasi anak muda untuk bertani itu kan semakin menurun,” ujar Adit.

Menurutnya, dukungan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap pertanian. Efisiensi tenaga menjadi salah satu manfaat yang diharapkan dari sistem yang sedang dirancang tersebut.

“Diharapkan dengan efisiensi tenaga seperti dibantuan oleh teknologi yang kita rancang ini mungkin bisa meningkatkan motivasi anak-anak muda untuk semakin mengembangkan potensi pertanian di Indonesia,” lanjutnya.

Selain mendorong regenerasi petani, Adit melihat sistem dengan energi bersih dan pengadaan air secara mandiri dapat mendukung arah pertanian yang lebih ramah lingkungan. Konsep tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap upaya Indonesia menuju target zero emission.

Bagi tim pengembang, integrasi teknologi menjadi bagian penting untuk membawa pertanian lebih dekat dengan kebutuhan generasi masa kini. Pertanian tidak hanya dipandang sebagai kegiatan budidaya di lahan terbuka, tetapi juga dapat dikembangkan melalui sistem yang menggabungkan teknologi, efisiensi sumber daya, dan keberlanjutan.

Melalui Agrising, tim berharap inovasi pertanian berbasis teknologi dapat membuka cara baru dalam mengelola budidaya sekaligus mendorong lebih banyak anak muda melihat pertanian sebagai bidang yang dapat berkembang bersama teknologi.(ern)

Post Views: 53
Tags: agrising ubAI pertanianarsitektur zero wasteenergi bersihernKANAL24kanal24.co.idMahasiswa UBpertanian berkelanjutanpertanian indoorsmart indoor farmingteknologi pertanianZero Waste
Previous Post

Musyawarah (Syura) Digagas sebagai Paradigma Baru Pembentukan Hukum yang Dikehendaki Publik

Next Post

Sutradara Ungkap Tantangan Alih Wahana Disertasi Menjadi Film Mencari Mas Malang Yuda

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Dosen FIB UB Alihwahanakan Disertasi tentang Mas Malang Yuda Menjadi Film Dokumenter

Sutradara Ungkap Tantangan Alih Wahana Disertasi Menjadi Film Mencari Mas Malang Yuda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Mengenal Mankeeping, Saat Perempuan Menjadi “Manajer Emosional” Pasangan 

Mengenal Mankeeping, Saat Perempuan Menjadi “Manajer Emosional” Pasangan 

October 1, 2026
Dosen FIB UB Alihwahanakan Disertasi tentang Mas Malang Yuda Menjadi Film Dokumenter

Sutradara Ungkap Tantangan Alih Wahana Disertasi Menjadi Film Mencari Mas Malang Yuda

October 1, 2026
Mahasiswa UB Kembangkan Agrising, Pertanian Indoor Berbasis AI dan Energi Bersih

Mahasiswa UB Kembangkan Agrising, Pertanian Indoor Berbasis AI dan Energi Bersih

October 1, 2026
Musyawarah (Syura) Digagas sebagai Paradigma Baru Pembentukan Hukum yang Dikehendaki Publik

Musyawarah (Syura) Digagas sebagai Paradigma Baru Pembentukan Hukum yang Dikehendaki Publik

September 30, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025