Kanal24, Malang – Gelombang kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah persaingan industri teknologi, tetapi juga mulai menekan biaya komponen yang digunakan perusahaan besar. Kenaikan permintaan chip memori membuat pasokan semakin ketat, sementara produsen teknologi harus menyesuaikan strategi agar biaya produksi tetap terkendali.
Pada Kamis, (01/10/2026), Apple menjadi salah satu perusahaan yang menghadapi tekanan tersebut. CEO Apple John Ternus dikabarkan menyiapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala kecil serta pembatalan sejumlah proyek sebagai bagian dari efisiensi perusahaan. Langkah itu muncul di tengah kenaikan harga chip memori dan penurunan pendapatan layanan dibandingkan kuartal sebelumnya.
Baca juga:
Sutradara Ungkap Tantangan Alih Wahana Disertasi Menjadi Film Mencari Mas Malang Yuda
Permintaan Chip Memori Meningkat
Kenaikan harga chip tidak terlepas dari tingginya kebutuhan industri teknologi terhadap komponen memori. Perkembangan AI mendorong perusahaan teknologi dunia meningkatkan investasi pada pusat data dan infrastruktur komputasi yang membutuhkan kapasitas memori besar.
Permintaan terhadap high-bandwidth memory (HBM) dan dynamic random-access memory (DRAM) untuk server AI ikut memperketat pasokan chip secara global. Sejumlah produsen besar seperti SK Hynix, Samsung Electronics, dan Micron bahkan dilaporkan telah menjual sebagian besar kapasitas produksi memori AI premium mereka untuk 2026.
Situasi tersebut membuat perusahaan seperti Apple harus menghadapi biaya komponen yang lebih tinggi. Tekanan ini menjadi semakin penting karena memori merupakan salah satu komponen utama dalam berbagai perangkat elektronik, termasuk iPhone, iPad, dan Mac.
Kondisi pasokan yang ketat juga diperkirakan belum segera berakhir. Sejumlah laporan memperkirakan tekanan terhadap pasar memori dapat berlanjut hingga 2027 seiring kebutuhan infrastruktur AI yang terus meningkat.
John Ternus Rombak Organisasi Apple
Di tengah tekanan biaya tersebut, Apple juga mulai melakukan penataan organisasi setelah John Ternus resmi menjadi CEO. Ternus dilaporkan tengah mempertimbangkan perubahan besar agar perusahaan dapat bergerak lebih cepat dan memiliki struktur yang lebih ramping.
Laporan Reuters menyebut Ternus ingin memberikan porsi lebih besar kepada bidang engineering sekaligus mengurangi sejumlah lapisan manajemen. Perubahan tersebut ditujukan untuk mempercepat proses pengembangan produk dan membuat hubungan antara tim teknis dengan jajaran pimpinan menjadi lebih langsung.
Sejumlah posisi manajemen tingkat menengah disebut berpotensi terdampak. Apple juga telah melakukan pengurangan tenaga kerja di beberapa bidang, termasuk Siri, Vision Pro, dan pengembangan perangkat lunak AI.
Namun, informasi mengenai PHK tersebut masih berupa laporan dan belum menjadi pengumuman resmi Apple mengenai jumlah karyawan yang akan diberhentikan.
Efisiensi Jadi Strategi Hadapi Tekanan
Langkah restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari upaya Apple menghadapi perubahan industri teknologi. Selain menekan biaya, perusahaan juga disebut ingin mengubah pola pengembangan produk agar lebih cepat dan fleksibel.
Ternus dilaporkan mempertimbangkan perubahan dari pola peluncuran produk tradisional yang berpusat pada siklus musim semi dan musim gugur. Strategi baru tersebut diarahkan agar Apple dapat menghadirkan produk secara lebih eksperimental dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi AI.
Tekanan harga memori juga berpotensi memberikan dampak kepada konsumen. Sebelumnya, laporan mengenai kenaikan harga DRAM menunjukkan bahwa biaya komponen memori mulai memberikan tekanan terhadap harga perangkat Apple.
Apple bahkan disebut telah menyepakati kontrak harga DRAM untuk kebutuhan iPhone mendatang dengan nilai lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan biaya komponen tidak hanya menjadi persoalan rantai pasok, tetapi juga dapat memengaruhi strategi harga produk.
Dengan kondisi tersebut, Apple kini menghadapi dua tekanan sekaligus, yakni meningkatnya biaya komponen dan kebutuhan untuk menata organisasi. Rencana PHK yang dikabarkan menjadi bagian dari langkah efisiensi tersebut masih perlu dilihat perkembangannya, terutama terkait jumlah karyawan dan proyek yang benar-benar terdampak.
Di sisi lain, persaingan mendapatkan chip memori diperkirakan tetap ketat selama kebutuhan AI terus meningkat. Bagi Apple, kondisi tersebut membuat efisiensi biaya dan penataan organisasi menjadi bagian penting untuk menjaga pengembangan produk di tengah perubahan industri teknologi global. (ern)















Comments 1