Kanal24, Malang – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mendorong perguruan tinggi menyesuaikan arah pendidikan agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup. Mahasiswa juga perlu memahami perkembangan teknologi, mampu mengambil keputusan secara kritis, serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan di tengah perubahan ekonomi dan bisnis.
Arah pengembangan kompetensi tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Prof. Abdul Ghofar, S.E., M.Si., MAcc., DBA., Ak., CA., dalam pembahasan bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Stella, B.A., Ph.D., serta Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., di Universitas Brawijaya, Malang, Senin (19/10/2026). Pembahasan tersebut menyoroti arah pendidikan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi perkembangan AI dan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Baca juga:
Mahasiswa UB Rintis Susu Mas Jack, Angkat Potensi Peternak Lokal
FEB UB Arahkan Pendidikan pada Kebutuhan Masa Depan
Prof. Abdul Ghofar menjelaskan, FEB UB menyesuaikan arah pendidikannya dengan misi untuk mendidik pemimpin masa depan di bidang bisnis dan ekonomi. Menurutnya, perubahan teknologi dan dinamika industri menuntut perguruan tinggi mempersiapkan mahasiswa dengan kemampuan yang lebih luas daripada penguasaan teori di ruang kelas.

Ia menekankan bahwa calon pemimpin perlu memiliki fondasi keilmuan yang kuat sekaligus mampu memahami perubahan lingkungan profesional. Perkembangan AI menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan karena teknologi tersebut semakin memengaruhi cara manusia mengolah informasi dan menyelesaikan pekerjaan.
Karena itu, pendidikan ekonomi dan bisnis perlu membekali mahasiswa agar mampu menggunakan teknologi secara tepat tanpa mengabaikan penalaran dan pemahaman terhadap persoalan yang dihadapi.
Tiga Kompetensi Utama Calon Pemimpin
Dalam pembahasan tersebut, Prof. Abdul Ghofar mengidentifikasi tiga kompetensi utama yang perlu dimiliki mahasiswa. Pertama, penguasaan bidang ekonomi dan bisnis sebagai dasar untuk memahami persoalan organisasi, industri, serta dinamika perekonomian.
Kedua, kemampuan memanfaatkan teknologi informasi, khususnya AI. Kompetensi ini dibutuhkan agar lulusan dapat beradaptasi dengan perkembangan metode kerja, pengolahan informasi, dan pengambilan keputusan berbasis teknologi. Meski demikian, pemanfaatan AI tetap perlu disertai pemahaman terhadap informasi yang dihasilkan.
Ketiga, keterlibatan dalam isu keberlanjutan atau sustainability. Aspek ini penting agar calon pemimpin tidak hanya mempertimbangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memahami dampak keputusan bisnis terhadap masyarakat dan lingkungan.
Ketiga kompetensi tersebut perlu dikembangkan secara beriringan. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan, teknologi, dan perspektif keberlanjutan ketika menghadapi persoalan nyata di dunia profesional.
Keterserapan Lulusan dan Kewirausahaan Jadi Perhatian
Selain menyiapkan kompetensi masa depan, FEB UB juga menghadapi tantangan untuk mempertahankan kualitas lulusan. Prof. Abdul Ghofar menyampaikan bahwa tingkat keterserapan lulusan FEB UB di pasar kerja telah mencapai 100 persen.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah alumni yang berwirausaha terus meningkat dan saat ini mendekati 20 persen. Bidang usaha yang banyak digeluti meliputi kuliner, desain pakaian, dan usaha kreatif lainnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa lulusan memiliki jalur pengembangan karier yang beragam, baik melalui pekerjaan profesional maupun kewirausahaan. Karena itu, penguatan kompetensi menjadi penting agar mahasiswa memiliki bekal untuk menghadapi berbagai pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Upaya mempertahankan kualitas tersebut juga berkaitan dengan penyesuaian pendidikan terhadap perkembangan teknologi. Mahasiswa tidak cukup hanya mengenal AI, tetapi perlu memahami cara memanfaatkannya untuk mendukung pekerjaan dan pengambilan keputusan.
Melalui penguatan keilmuan ekonomi dan bisnis, kemampuan teknologi, serta perspektif keberlanjutan, FEB UB mengarahkan pendidikan pada pembentukan calon pemimpin yang adaptif. Tantangannya adalah memastikan lulusan tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memiliki kompetensi untuk mengambil peran dalam perubahan tersebut.(ffn)













