Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) serius menjajaki pengembangan kampus satelit melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Saat ini, UB bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro masih melakukan pembahasan lebih detail untuk mematangkan rencana pengembangan tersebut.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi UB, Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc., mengatakan pengembangan kampus satelit merupakan bagian dari perencanaan UB untuk memperluas jangkauan pendidikan tinggi melalui pengembangan kampus utama dan kampus satelit.
Menurut Andi, penjajakan pengembangan kampus di Bojonegoro didasarkan pada potensi daerah serta kesamaan visi antara UB dan pemerintah kabupaten dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan wilayah.
“UB serius. Apakah Kabupaten Bojonegoro serius melakukan ini? Tentu saja. Oleh karena itulah kami berkolaborasi,” ujar Andi dalam wawancara eksklusif, Rabu (21/10/2026).
Baca juga:
Wamendiktisaintek dan Rektor UB Ingatkan Risiko AI

Ia menjelaskan, pembahasan saat ini berfokus pada bagaimana rencana tersebut dapat diimplementasikan secara tepat. Pengembangan PSDKU, kata dia, tidak hanya menyangkut pendirian program studi, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan akademik, riset dan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Seluruh aspek tersebut perlu ditopang oleh fondasi finansial yang berkelanjutan agar pengembangan kampus dapat berjalan dalam jangka panjang.
Bidik Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, hingga Energi
Andi menjelaskan, UB ingin mengambil peran yang dapat melengkapi pengembangan pendidikan tinggi yang telah berlangsung di Bojonegoro. Karena itu, penentuan bidang keilmuan akan mempertimbangkan program studi yang sudah tersedia serta potensi daerah yang masih dapat dikembangkan.
Ia menyebut sejumlah bidang yang menjadi fokus penjajakan, meliputi kedokteran, kesehatan masyarakat, pertambangan, energi, serta agrokompleks secara umum.
“Pada prinsipnya UB hadir di sana sebagai bagian dari solusi. Di sana sudah ada perguruan tinggi-perguruan tinggi yang mempunyai program studi yang bagus. Oleh karena itu, UB tidak akan mengambil area yang sama, tetapi mengambil area-area yang Kabupaten Bojonegoro punya potensi dan bisa memperkuat pendidikan yang ada di sana,” jelasnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kampus satelit UB diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di daerah, bukan sekadar memperluas keberadaan institusi.
Penentuan program studi nantinya perlu mempertimbangkan kebutuhan sumber daya manusia, potensi ekonomi lokal, serta peluang pengembangan riset dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bojonegoro dan wilayah sekitarnya.
Kebutuhan Akademik dan Keberlanjutan Jadi Pertimbangan
Dalam proses penjajakan, UB dan Pemkab Bojonegoro masih perlu mematangkan berbagai aspek sebelum menentukan bentuk implementasi pengembangan PSDKU.
Andi menegaskan, keselarasan antara kebutuhan akademik, riset dan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat menjadi landasan penting dalam rencana tersebut. Selain itu, keberlanjutan finansial juga menjadi pertimbangan agar pengembangan kampus tidak hanya berjalan pada tahap awal, tetapi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
UB juga perlu memastikan bahwa bidang keilmuan yang dikembangkan memiliki relevansi dengan kebutuhan daerah dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Dengan pertimbangan tersebut, pembahasan bersama pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk menyusun rencana yang sesuai dengan kapasitas institusi dan potensi wilayah.
Perluas Peran UB dalam Pengembangan Daerah
Rencana penjajakan PSDKU di Bojonegoro menjadi bagian dari upaya UB mengeksplorasi pengembangan pendidikan tinggi di Jawa Timur. Andi menyebut wilayah tersebut memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pengembangan kawasan yang dapat menjadi gerbang menuju Nusantara serta mendukung pencapaian Indonesia Emas.
Menurutnya, pengembangan kampus utama dan kampus satelit perlu dirancang dengan memperhitungkan berbagai potensi yang dimiliki daerah, termasuk kebutuhan pendidikan, riset, dan inovasi.
Meski demikian, rencana pengembangan PSDKU di Bojonegoro masih berada dalam tahap pembahasan. UB bersama Pemkab Bojonegoro perlu memastikan kesiapan implementasi, penentuan bidang prioritas, serta model pembiayaan yang berkelanjutan.
Ke depan, hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan pengembangan kampus satelit UB di Bojonegoro. (nid)














