Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) kembali mendorong pengembangan olahraga berbasis wisata alam melalui UBTR+ 2026. Mengusung konsep trail running, promosi wisata hutan, dan aksi amal, kegiatan ini menargetkan 500 peserta, meningkat dari 400 peserta pada penyelenggaraan 2025.
Ketua Pelaksana UBTR+ 2026, Dr. Dilan Sawalius Batuparan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari UB Trail Run tahun sebelumnya. Pada 2026, penyelenggaraan melibatkan Ikatan Alumni Universitas Brawijaya dan UB Forest.
Menurut Dilan, UBTR+ tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap lari lintas alam, tetapi juga sarana memperkenalkan UB Forest sebagai kawasan hutan riset dan wisata.
Baca juga:
Sering Mandi Air Hangat? Kenali Manfaatnya untuk Tubuh

“Kita ingin memperkenalkan UB Forest kepada khalayak yang lebih luas lagi sebagai hutan riset, hutan wisata, dan tempat di mana semua bisa mengambil manfaat dari hutan,” ujar Dilan dalam kegiatan Road to UBTR+ 2026 di UB Coffee, Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu (17/10/2026).
Padukan Olahraga dan Aksi Amal
Road to UBTR+ 2026 turut membawa misi sosial melalui konsep charity yang melibatkan Kitabisa.com. Melalui pendekatan tersebut, panitia ingin mendorong peserta agar menjadikan olahraga sebagai ruang untuk membangun kepedulian terhadap sesama.
“Untuk Road to UBTR, kita mencoba untuk lebih dari sekadar berlari. Kita ingin agar teman-teman yang berlari juga menunjukkan kepedulian terhadap hal-hal lain, terutama sesuatu yang bisa kita bantu,” kata Dilan.
Meski demikian, detail mekanisme penggalangan dana, bentuk bantuan, dan penerima manfaat kegiatan belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.
Dari sisi olahraga, UBTR+ 2026 menyediakan tiga kategori jarak, yakni 5 kilometer, 15 kilometer, dan 25 kilometer. Pilihan tersebut diharapkan dapat mengakomodasi pelari dengan tingkat pengalaman dan kemampuan fisik yang beragam.
Race Director UBTR+ 2026, Endah, menjelaskan bahwa rute yang disiapkan menghadirkan karakter medan khas lari lintas alam, mulai dari jalur berbatu hingga tanjakan dan turunan. Kawasan Candi Telih juga menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam rute tersebut.
Karakter medan itu menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada peserta. Namun, pelari tetap perlu mempersiapkan kondisi fisik dan memahami tantangan rute sebelum mengikuti perlombaan.
Target 500 Peserta, Perkuat Promosi UB Forest
Panitia menargetkan 500 peserta pada UBTR+ 2026, naik dari 400 peserta pada tahun sebelumnya. Peningkatan target tersebut diharapkan berjalan seiring dengan semakin luasnya pengenalan masyarakat terhadap UBTR dan potensi UB Forest.
Dilan mengatakan kegiatan ini diarahkan menjadi agenda tahunan di Malang dan Jawa Timur. Ia juga menyampaikan bahwa UBTR telah didaftarkan sebagai agenda tahunan dalam kalender daerah Jawa Timur serta didaftarkan dalam kategori ITRA 1.
Status dan detail pencatatan tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Meski demikian, panitia berharap penyelenggaraan UBTR+ dapat memperkuat posisi kegiatan lari lintas alam sebagai bagian dari pengembangan wisata berbasis alam.

Sport Tourism Jadi Daya Tarik
Brand ambassador UBTR+ 2026, Ahmad Nizar, menilai perkembangan komunitas trail running di Indonesia terlihat dari semakin beragamnya peserta dan kategori lomba. Menurut alumni Teknik Industri UB angkatan 2011 asal Jember tersebut, kegiatan lari lintas alam dapat menjangkau kelompok pelari dengan tingkat pengalaman yang berbeda.
Ia melihat perpaduan olahraga dan wisata menjadi salah satu daya tarik UBTR+ 2026 karena peserta dapat menikmati pengalaman berlari sekaligus mengenal destinasi alam di Malang.
“Menurut saya, UB Trail Run ini mencampurkan antara sport dan turis. Jadi, seperti sport tourism,” ujar Nizar.
Nizar juga mengingatkan pelari pemula agar tidak hanya berfokus pada target jarak. Persiapan fisik, latihan terstruktur, pengaturan waktu istirahat, dan kesiapan mental perlu menjadi bagian dari persiapan sebelum mengikuti lomba.
Ia menyatakan akan turut mengikuti kegiatan sekaligus membantu memperkenalkan UBTR+ kepada komunitas pelari yang lebih luas.
Pelaksanaan utama UBTR+ 2026 dijadwalkan pada 21 November 2026, berdasarkan keterangan race director. Melalui kegiatan ini, panitia berharap olahraga lari lintas alam dapat berjalan beriringan dengan promosi wisata alam dan kepedulian sosial, sekaligus memperkenalkan UB Forest sebagai kawasan riset dan wisata yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. (nid)














