Kanal24, Malang – Pengembangan kendaraan listrik untuk kompetisi membutuhkan lebih dari sekadar kecepatan. Keandalan sistem, keselamatan pengemudi, dan kemampuan komponen bekerja sesuai rancangan menjadi faktor penting, terutama ketika kendaraan harus menghadapi lintasan dengan kecepatan tinggi dan tikungan yang menantang.
Tim gokart listrik Elektroformula Brawijaya dari Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) menargetkan peningkatan prestasi dalam PLN ICE 2026. Dalam peluncuran kendaraan di Lobby Dekanat FTUB, Selasa (27/10/2026), tim memperkenalkan pengembangan gokart yang menitikberatkan pada keselamatan, keandalan, dan performa kendaraan.
Baca Juga:
FT UB dan Hyundai Perkuat Riset Otomotif dan Peluang Karier Mahasiswa
Keselamatan dan Keandalan Jadi Prioritas
Perwakilan tim gokart listrik, Rm Rhio Bumi Arhastio, menjelaskan bahwa pengembangan gokart difokuskan pada penerapan hasil riset terkait keselamatan dan keandalan. Tim ingin memastikan kendaraan dapat diandalkan pengemudi saat digunakan dalam kondisi kompetisi.

Menurut Rhio, pengemudi perlu dapat mempercayai sistem kendaraan, terutama komponen keselamatan dan sistem pendukung performa. Karena itu, setiap komponen dan sistem yang dirancang perlu diperhatikan agar dapat bekerja sesuai kebutuhan.
Fokus tersebut menjadi penting karena gokart akan digunakan pada lintasan yang menuntut kecepatan dan kemampuan bermanuver. Keandalan kendaraan menjadi bagian dari upaya tim untuk memastikan rancangan yang dikembangkan dapat diterapkan sesuai tujuan.
Selain aspek keselamatan, tim juga mengembangkan sistem khusus atau custom, termasuk dashboard kendaraan. Pengembangan ini melibatkan pemrograman perangkat lunak dan penyetelan sistem yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa.
Sistem Custom Hadirkan Tantangan Teknis
Rhio mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan gokart adalah riset dan implementasi sistem yang dirancang secara khusus. Tim tidak sepenuhnya menggunakan komponen siap pakai dengan perangkat lunak yang telah tersedia.
Mahasiswa perlu melakukan pemrograman dan penyetelan sendiri agar sistem dapat bekerja sesuai rancangan. Proses tersebut membutuhkan pengujian dan evaluasi untuk memastikan komponen yang dikembangkan mampu mendukung kebutuhan kendaraan.
Pengembangan dashboard khusus menjadi salah satu contoh penerapan kemampuan mahasiswa dalam menggabungkan elektronika dan pemrograman. Tantangan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan sistem penggerak, tetapi juga dengan integrasi berbagai komponen pendukung.
Dosen Departemen Teknik Elektro FTUB, Waru Djuriatno, S.T., M.T., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proyek kendaraan listrik diharapkan membantu mereka menguasai teknologi EV sekaligus proses pembuatannya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk memperkuat kemampuan rekayasa.
Target Podium Lebih Tinggi dari Tahun Lalu
Dalam wawancara, Rhio menyampaikan bahwa tim gokart Elektroformula Brawijaya meraih juara ketiga pada dua kategori kompetisi tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi modal dan motivasi untuk mengejar hasil yang lebih baik dalam PLN ICE 2026.
Tim menargetkan podium pada dua kategori dan berharap dapat meraih juara pertama pada setidaknya salah satu kategori. Target ini menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus menyempurnakan rancangan kendaraan dan sistem pendukungnya.
Meski demikian, pencapaian dalam kompetisi tetap bergantung pada kesiapan kendaraan dan hasil pengembangan teknis. Karena itu, keselamatan dan keandalan tetap menjadi perhatian bersama dengan upaya meningkatkan performa.
Bagi Elektroformula Brawijaya, kompetisi menjadi kesempatan untuk menguji hasil riset dalam situasi yang menuntut kemampuan teknis dan kerja sama tim. Hasil yang diperoleh nantinya juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kendaraan berikutnya.
Dengan mengutamakan keselamatan, keandalan, dan performa, tim gokart listrik UB berupaya memaksimalkan persiapan menuju PLN ICE 2026. Target prestasi menjadi motivasi, sementara proses riset dan penyempurnaan sistem menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan mahasiswa.(ffn)














