Kanal24, Malang – Ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan menjadi dua tantangan penting dalam pengembangan sektor peternakan. Peningkatan produktivitas perlu diimbangi dengan inovasi yang mampu mendukung efisiensi produksi sekaligus memperhatikan dampak kegiatan peternakan terhadap lingkungan.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus The 13th International Conference of Innovation in Animal Science (ICIAS 2026) yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya (UB), Kamis (29/10/2026). Konferensi internasional ini menjadi wadah bagi akademisi dan peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar gagasan, serta membuka peluang kerja sama dalam mengembangkan inovasi peternakan.
Baca Juga:
DIPA Mediart Festival Perkuat Globalizing UB Lewat Seni Media
ICIAS 2026 Perkuat Inovasi untuk Ketahanan Pangan
Ketua Pelaksana ICIAS 2026, Aldyon Restu Azkarahman, S.Pt., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa sektor peternakan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan. Namun, pengembangannya juga perlu memperhatikan dampak lingkungan agar peningkatan produksi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurut Aldyon, ICIAS 2026 menghimpun penelitian dari lima bidang utama, yakni teknologi produk peternakan, nutrisi ternak, produksi dan manajemen peternakan, reproduksi dan pemuliaan ternak, serta agribisnis dan bidang terkait. Kelima bidang tersebut menjadi ruang bagi peneliti untuk membagikan hasil kajian dan memperkenalkan berbagai pendekatan dalam menjawab tantangan sektor peternakan.
Persiapan konferensi telah dimulai sejak awal September dengan memanfaatkan jejaring akademik internasional yang dimiliki fakultas. Aldyon menyebut peserta berasal dari sekitar 10 negara, dengan jumlah keseluruhan kurang lebih 110 peserta, termasuk pembicara utama, pembicara undangan, dan peserta konferensi.
Keterlibatan peserta dari berbagai negara diharapkan memperkaya pertukaran pengetahuan dan mempertemukan perspektif penelitian yang beragam. Melalui forum tersebut, hasil riset tidak hanya dipresentasikan, tetapi juga berpeluang memperoleh masukan untuk pengembangan penelitian selanjutnya.
Beri Ruang bagi Peneliti Muda Tampilkan Riset
ICIAS 2026 juga memberikan perhatian pada keterlibatan peneliti muda atau early-career researchers. Aldyon menjelaskan bahwa konferensi ini dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa sarjana dan pascasarjana pada lingkungan seminar internasional sekaligus memberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian.
Kesempatan tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan diri peneliti muda dalam menyampaikan temuan ilmiah di hadapan komunitas akademik. Mereka juga dapat bertukar gagasan dengan para ahli, memperoleh sudut pandang baru, dan menjalin komunikasi dengan peneliti yang memiliki bidang kajian serupa.
Keterlibatan mahasiswa dalam forum internasional menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem penelitian di bidang peternakan. Pengalaman mempresentasikan hasil kajian dapat menjadi bekal bagi peneliti muda untuk mengembangkan penelitian yang lebih terarah dan membuka peluang kerja sama lintas institusi.
Aldyon berharap peserta dapat memanfaatkan konferensi ini untuk membangun kolaborasi yang mendukung penelitian masing-masing. Ia mengharapkan kerja sama tersebut dapat berlanjut setelah acara dan menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta praktik peternakan.
Perluas Diseminasi dan Kolaborasi Internasional
Wakil Dekan III FAST UB bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, Dr. Ir. Eko Widodo, M.Agr.Sc., menilai ICIAS menjadi sarana untuk memperluas diseminasi hasil penelitian. Menurutnya, penelitian yang telah dipublikasikan melalui jurnal nasional maupun internasional masih dapat diperkenalkan kembali melalui presentasi dan diskusi ilmiah.

ICIAS 2026 mengusung tema “Advancing Livestock Farming Systems for Smart Industry, Stronger Farming Communities, and Sustainable Production”. Tema tersebut menyoroti pengembangan sistem peternakan melalui pemanfaatan inovasi, penguatan komunitas peternak, dan penerapan produksi berkelanjutan.
Eko berharap inovasi yang dihasilkan dalam bidang peternakan dapat semakin dikenal dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Forum internasional seperti ICIAS juga memberikan kesempatan bagi peneliti untuk memperluas jangkauan hasil penelitian dan membangun komunikasi dengan komunitas akademik dari berbagai negara.
Menurut Eko, jejaring internasional yang terbentuk melalui konferensi berpotensi dikembangkan menjadi kerja sama penelitian yang lebih konkret. Salah satu peluang yang diharapkan muncul adalah proyek penelitian bersama dengan dukungan pendanaan dari mitra luar negeri.
Pengenalan kapasitas penelitian melalui forum internasional dapat menjadi langkah awal untuk menarik minat perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam membangun agenda riset bersama. Namun, keberlanjutan kolaborasi tetap memerlukan tindak lanjut setelah konferensi, mulai dari komunikasi antarlembaga hingga penyusunan rencana penelitian.
Melalui ICIAS 2026, FAST UB mendorong pengembangan inovasi peternakan sekaligus memperluas kesempatan bagi peneliti muda untuk terlibat dalam forum akademik internasional. Pertukaran pengetahuan dan kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kontribusi penelitian bagi ketahanan pangan dan pengembangan sektor peternakan yang lebih berkelanjutan. (gal)













