Kanal24, Malang – Pengembangan olahraga berbasis alam terus membuka peluang bagi Universitas Brawijaya (UB) untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya melibatkan komunitas pelari, tetapi juga memiliki standar penyelenggaraan yang semakin kompetitif. Melalui UB Trail Run 2026, UB berupaya meningkatkan kualitas ajang lari lintas alam dengan memperkuat kesiapan teknis, keselamatan peserta, serta pengakuan kompetisi di tingkat internasional.
UB Trail Run 2026 akan diselenggarakan pada Sabtu (21/11/2026) di kawasan UB Forest sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 Universitas Brawijaya. Dalam wawancara pada Jumat (30/10/2026), panitia menyampaikan bahwa jumlah pendaftar telah melampaui 420 orang dari target 600 peserta. Pada penyelenggaraan tahun kedua ini, panitia juga meningkatkan kualitas kompetisi melalui pendaftaran kategori 25 kilometer pada International Trail Running Association (ITRA) serta mulai merancang pengembangan kategori ultra trail untuk tahun berikutnya.
Baca juga:
UB Perkuat Kesehatan Mental Dosen dan Tenaga Kependidikan
Persiapan Matang, Keselamatan Peserta Jadi Prioritas
Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Dilan Sawalius Batuparan, S.H., M.M., menyampaikan bahwa persiapan UB Trail Run 2026 sejauh ini berjalan dengan baik. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk panitia dan komunitas yang terlibat, menjadi modal penting dalam mematangkan pelaksanaan kegiatan.

Menurut Dilan, salah satu fokus utama menjelang hari pelaksanaan adalah mengoptimalkan jumlah peserta agar target 600 orang dapat tercapai. Hingga wawancara berlangsung, jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 420 orang. Panitia juga memperkirakan sekitar 50–60 pimpinan universitas dan fakultas akan turut meramaikan kegiatan tersebut.
Selain meningkatkan jumlah peserta, panitia memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan. Mengingat kegiatan berlangsung di kawasan alam dan bertepatan dengan musim hujan, dukungan medis disiapkan melalui kerja sama dengan Klinik UB serta penjajakan dukungan Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) dan sejumlah institusi kesehatan lainnya.
Tim medis akan ditempatkan di area start, finish, serta dua hingga tiga titik sepanjang rute. Panitia juga menyiapkan ranger medic yang bergerak secara mobile untuk memantau kondisi peserta dan memberikan bantuan apabila diperlukan. Sementara itu, tim keamanan disiagakan untuk mendukung penanganan dan evakuasi jika terjadi kondisi darurat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya panitia memastikan kegiatan olahraga di kawasan hutan dapat berlangsung dengan aman dan tertata. Dengan kesiapan tersebut, peserta diharapkan dapat mengikuti kompetisi tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Kategori 25 Kilometer Perkuat Daya Saing Kompetisi
Peningkatan kualitas penyelenggaraan juga dilakukan melalui pendaftaran kategori 25 kilometer pada International Trail Running Association (ITRA). Dilan menjelaskan, kategori tersebut didaftarkan agar memiliki pengakuan dalam ekosistem kompetisi trail running internasional.
Pendaftaran pada ITRA menjadi nilai tambah bagi peserta yang ingin mengembangkan pengalaman kompetisi. Peserta yang menyelesaikan kategori tersebut berpeluang memperoleh kualifikasi sesuai ketentuan dan sistem penilaian yang berlaku.
Menurut Dilan, langkah ini merupakan upaya panitia meningkatkan kualitas UB Trail Run secara bertahap. Jika pada penyelenggaraan pertama kegiatan ini diperkenalkan sebagai ajang trail running di kawasan UB Forest, tahun kedua diarahkan untuk memperkuat standar kompetisi dan daya tarik bagi komunitas pelari.
Tidak berhenti di situ, panitia juga mulai mendiskusikan pengembangan kategori ultra trail untuk penyelenggaraan tahun depan. Jarak sekitar 55 kilometer menjadi gambaran awal yang sedang dibahas, dengan rencana rute yang diharapkan dapat menjangkau kawasan Puncak Arjuno.
Rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan. Namun, pengembangan kategori ultra trail diharapkan dapat meningkatkan tantangan sekaligus memperluas daya tarik UB Trail Run bagi pelari yang mencari pengalaman kompetisi dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
Menjadi Bagian dari Semarak Dies Natalis UB ke-64
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian, Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa UB Trail Run merupakan bagian penting dari rangkaian Dies Natalis ke-64 UB. Fakultas Bioindustri, Pertanian, dan Kehutanan bersama FAS menjadi bagian dari penyelenggara perayaan tersebut.
Afifuddin mengapresiasi antusiasme peserta yang terus meningkat menjelang pelaksanaan. Ia optimistis kegiatan ini dapat mewujudkan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, UB Trail Run menghadirkan keterpaduan antara kesehatan, kepekaan sosial, dan pelestarian hutan. Ketiga aspek tersebut diharapkan menjadi hasil nyata dari penyelenggaraan kegiatan.
Selain UB Trail Run, rangkaian Dies Natalis UB ke-64 juga mencakup kegiatan akademis seperti konferensi internasional, kegiatan kekeluargaan, hingga jalan sehat.
Melalui peningkatan kesiapan teknis dan standar kompetisi, UB Trail Run 2026 diharapkan berkembang menjadi agenda olahraga berbasis alam yang semakin berkualitas. Kegiatan ini sekaligus memperkuat keterlibatan sivitas akademika, alumni, dan komunitas dalam memeriahkan Dies Natalis UB ke-64.(ffn)














