Kanal24, Malang – Kegiatan seni dapat menjadi ruang bagi anak usia dini untuk belajar bekerja sama, membangun kedisiplinan, dan memperoleh pengalaman baru. Melalui drumband, anak-anak tidak hanya berlatih memainkan alat musik, tetapi juga belajar menjaga irama, mengikuti arahan, dan menyelaraskan permainan dengan anggota kelompok lainnya.
Pengalaman tersebut dihadirkan oleh drumband TK Children Centre Brawijaya Smart School Universitas Brawijaya (UB) dalam kegiatan Dipa Media Art di Gazebo Raden Wijaya, Universitas Brawijaya, Kamis (29/10/2026). Penampilan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus mengenal pengalaman berkesenian di lingkungan kampus.
Baca Juga:
DIPA Mediart Festival Perkuat Globalizing UB Lewat Seni Media
Dipa Media Art Jadi Ruang Kreatif Anak
Pelatih drumband TK CC BSS UB, Ahmad Afandi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa keikutsertaan sekolah dalam kegiatan tersebut sejalan dengan harapan agar program Universitas Brawijaya dapat terhubung dengan pelaksanaan pendidikan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, sekolah yang berada di bawah naungan UB dapat menjadi ruang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Kegiatan seperti Dipa Media Art juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal musik dan menampilkan kemampuan yang telah mereka pelajari.
Melalui penampilan ini, anak-anak diharapkan memperoleh pengalaman positif yang dapat menjadi kenangan bermakna dalam perjalanan pendidikan mereka. Kegiatan seni pun tidak hanya menjadi sarana berekspresi, tetapi juga bagian dari proses belajar sejak usia dini.
Persiapan Penampilan Berlangsung Lima Bulan
Drumband merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler di TK BSS UB atau Children Center BSS UB. Persiapan penampilan dalam Dipa Media Art telah dilakukan sekitar lima bulan sebelumnya sebagai bagian dari kegiatan latihan.
Persiapan tersebut menjadi proses bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan memainkan alat musik dan membawakan lagu-lagu drumband. Selain melatih keterampilan bermusik, latihan bersama juga membiasakan anak mengikuti arahan serta memahami peran masing-masing dalam kelompok.
Kesempatan tampil di hadapan publik menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperlihatkan hasil proses latihan mereka. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penampilan, tetapi juga pada pengalaman belajar yang diperoleh selama persiapan.
Kekompakan dan Disiplin Jadi Tantangan
Ahmad menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam melatih drumband anak usia dini adalah membangun kekompakan. Permainan drumband melibatkan alat musik ritmis dan melodis yang harus dimainkan secara bersama-sama agar menghasilkan irama yang selaras.
Dalam proses tersebut, setiap anak perlu belajar menjaga ritme dan memahami perannya. Kesalahan satu pemain dapat memengaruhi permainan anggota lainnya sehingga kekompakan menjadi hal penting yang perlu dibangun melalui latihan.
Selain keterampilan bermusik, kedisiplinan dan sikap saling memahami juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Anak-anak belajar bahwa keberhasilan penampilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja sama seluruh anggota.
Melalui partisipasi dalam Dipa Media Art, drumband TK BSS UB memperoleh kesempatan untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus memberikan pengalaman berkesenian bagi anak-anak. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bagian positif dari proses tumbuh dan belajar mereka.(ern)














