Kanal24, Malang – Kesadaran menjaga kelestarian hutan perlu dibangun melalui keterlibatan masyarakat secara langsung. Tidak hanya melalui edukasi, kepedulian terhadap lingkungan juga dapat ditumbuhkan dengan menghadirkan pengalaman yang membuat masyarakat mengenal dan memahami fungsi kawasan hutan. Semangat tersebut diangkat Universitas Brawijaya (UB) melalui penyelenggaraan UB Trail Run 2026 yang memadukan olahraga, edukasi lingkungan, dan gerakan sosial.
UB Trail Run 2026 akan berlangsung pada Sabtu (21/11/2026) di kawasan UB Forest sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 UB. Dalam wawancara pada Jumat (30/10/2026), panitia dan pengelola kawasan hutan menjelaskan bahwa kegiatan tahun kedua ini menghadirkan agenda penanaman pohon, pengenalan kawasan hutan kepada peserta, serta penggalangan donasi untuk mendukung pelestarian lingkungan dan kegiatan kemanusiaan.
Baca juga:
Elektroformula Brawijaya Kembangkan Micro EV Bertenaga Surya
UB Forest Jadi Ruang Edukasi Pelestarian Lingkungan
Kepala UPT Pengelola Kawasan Hutan UB, Dr. Mochammad Roviq, S.P., M.P., menjelaskan bahwa UB Trail Run menjadi salah satu upaya menyinergikan perayaan Dies Natalis UB dengan keberadaan kawasan hutan dengan tujuan khusus pendidikan dan pelatihan (KHDTK) UB Forest.

Menurut Roviq, UB memiliki kawasan hutan yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang pendidikan dan pelatihan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkenalkan pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat luas.
Ia menegaskan bahwa UB Trail Run 2026 memiliki penekanan khusus pada upaya pelestarian hutan. Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penanaman pohon, sekaligus mengenalkan kawasan UB Forest kepada para pelari.
“Acara utamanya justru adalah menanam pohon, kemudian mengenalkan rekan-rekan runner kepada kawasan hutan yang kita harapkan semua ikut menjaga kelestariannya,” jelas Roviq.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menikmati pengalaman berlari di kawasan hutan, tetapi juga memahami pentingnya keberadaan ekosistem hutan bagi kehidupan. Pengenalan secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya.
Roviq juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kecintaan warga UB terhadap hutan sekaligus memperkuat posisi Universitas Brawijaya sebagai penyelenggara trail running yang berkualitas dan terpercaya.
Penggalangan Donasi Perkuat Gerakan Sosial
Selain agenda konservasi, UB Trail Run 2026 turut membawa misi sosial melalui penggalangan donasi. Sekretaris Jenderal IKA UB sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Dilan Sawalius Batuparan, S.H., M.M., menjelaskan bahwa panitia melibatkan sejumlah fund racer untuk mengajak masyarakat berpartisipasi memberikan donasi melalui kegiatan tersebut.
Program penggalangan dana telah dimulai sejak pelaksanaan Road to UB Trail Run yang sebelumnya digelar di UB Cafe. Dari kegiatan tersebut, donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp2,5 juta.
Dilan menyampaikan bahwa panitia belum menetapkan target nominal donasi secara khusus. Mengingat integrasi kegiatan penggalangan dana dengan trail running ini masih menjadi pengalaman awal, panitia berharap perolehan donasi dapat meningkat beberapa kali lipat hingga pelaksanaan acara utama.
Dana yang terkumpul direncanakan untuk mendukung kegiatan pelestarian hutan serta sejumlah kegiatan kemanusiaan lainnya. Dengan demikian, kegiatan olahraga ini diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar aktivitas fisik.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian, Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., menilai konsep tersebut relevan dengan identitas Fakultas Bioindustri, Pertanian, dan Kehutanan yang turut menjadi bagian dari penyelenggara rangkaian Dies Natalis UB ke-64.
Menurut Afifuddin, keterpaduan antara kesehatan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan menjadi nilai penting dalam kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh aspek itu dapat terwujud melalui partisipasi sivitas akademika dan masyarakat.
Bangun Kebersamaan melalui Aktivitas Olahraga
Semangat kebersamaan dalam kegiatan olahraga juga dirasakan peserta Road to UB Trail Run 2026, Antonia Cornelisen. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk bertemu, berkolaborasi, dan membangun hubungan dengan peserta lainnya.
“Antusiasme teman-teman itu sangat luar biasa. Jadinya di sini kita sudah seperti keluarga, kita juga bisa lari bareng, sehat bareng,” ungkap Antonia.
Menurutnya, kegiatan olahraga bersama memiliki nilai positif, terutama bagi generasi muda yang mulai memasuki lingkungan kampus. Selain menjaga kesehatan, aktivitas tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun interaksi dan memperluas pertemanan.
Pengalaman peserta tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga berbasis alam juga dapat menjadi sarana membangun komunitas yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui UB Trail Run 2026, Universitas Brawijaya berupaya menghubungkan aktivitas olahraga dengan edukasi konservasi dan kontribusi sosial. Penanaman pohon, pengenalan kawasan UB Forest, serta penggalangan donasi menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat.
Dengan demikian, UB Trail Run diharapkan tidak hanya meninggalkan pengalaman berlari bagi peserta, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama.(ffn)














