Kanal24, Malang – Penguatan potensi nasional menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. Upaya tersebut membutuhkan transformasi ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga melibatkan kontribusi akademisi, praktisi, dan generasi muda.
Gagasan tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan Konvergensi Nasional bertajuk The Future of Indonesia: From National Potential to Global Competitiveness: Menata Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Maju yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung F Pascasarjana FEB UB, lantai 7, Minggu (1/11/2026), menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi ekonomi, dan pakar kebijakan publik untuk membahas arah transformasi ekonomi Indonesia.
Ketua Pelaksana Konvergensi Nasional, Nurul Fawaid, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program rutin Himpunan Mahasiswa Pascasarjana FEB UB yang dilaksanakan dalam setiap periode kepengurusan.
Baca juga:
FT UB dan Hyundai Perkuat Riset Otomotif dan Peluang Karier Mahasiswa

Menurutnya, tema tahun ini diangkat untuk mengkaji bagaimana potensi nasional dapat dikembangkan menjadi kekuatan yang memiliki daya saing global, sekaligus mendukung cita-cita Indonesia Maju 2045.
“Pada tema kali ini kami mengangkat tentang potensi nasional yang diharapkan menjadi potensi global nantinya untuk Indonesia maju di 2045,” ujar Fawaid.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang diskusi untuk mengembangkan pemikiran kritis mahasiswa pascasarjana mengenai berbagai persoalan ekonomi dan pembangunan nasional.
Melalui pertemuan lintas perspektif, mahasiswa diharapkan mampu memahami potensi yang dimiliki Indonesia sekaligus mengidentifikasi tantangan dalam mengoptimalkannya.
Hadirkan Praktisi Ekonomi dan Pakar Kebijakan Publik
Konvergensi Nasional menghadirkan sejumlah pembicara dengan latar belakang keahlian yang berbeda. Dekan FEB UB Prof. Abdul Ghofar, S.E., M.Si., MAcc., DBA., Ak., CA., memberikan sambutan pembuka.
Sementara itu, sesi utama menghadirkan Winang Budoyo selaku Chief Economist Perbanas sebagai keynote speaker.
Selain itu, terdapat dua pembicara lainnya, yakni Ainur Rofiq, S.E., M.M., Ph.D., akademisi FEB UB, serta Dr. Andrinof A. Chaniago, M.Si., pakar kebijakan publik.
Diskusi dipandu Erica Adriana, S.E., M.M., mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen FEB UB.
Fawaid menjelaskan, pemilihan narasumber mempertimbangkan kompetensi dan sudut pandang yang dapat saling melengkapi dalam membahas masa depan ekonomi Indonesia.
Winang Budoyo dihadirkan karena memiliki kapabilitas dalam bidang ekonomi makro. Sementara itu, Andrinof A. Chaniago diharapkan memberikan perspektif mengenai kebijakan publik dan dinamika politik ekonomi nasional.
Adapun Ainur Rofiq menjadi representasi akademisi UB untuk mempertemukan kajian ilmiah dengan gagasan yang berkembang dalam forum tersebut.
“Kami ingin memadukan kajian dan gagasan dalam Konvergensi Nasional, sehingga ada perspektif dari praktisi, pengamat kebijakan publik, dan akademisi,” jelasnya.
Mahasiswa Didorong Menghasilkan Gagasan Kritis
Lebih lanjut, Fawaid menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam membaca persoalan pembangunan nasional. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori dan perkembangan ekonomi, tetapi juga perlu menyadari peran serta fungsinya dalam menghasilkan pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui Konvergensi Nasional, mahasiswa didorong untuk mengkaji potensi Indonesia secara lebih mendalam, mengidentifikasi berbagai tantangan, serta merumuskan gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis para narasumber, sehingga pembahasan transformasi ekonomi tidak berhenti pada tataran konseptual.
“Tujuannya untuk mengkaji lebih dalam secara kritis dan menemukan gagasan-gagasan baru,” ungkap Fawaid.
Menurutnya, pengembangan potensi nasional menuju daya saing global membutuhkan kontribusi berbagai pihak. Mahasiswa pascasarjana sebagai bagian dari lingkungan akademik memiliki kesempatan untuk mengambil peran melalui riset, kajian, dan pengembangan pemikiran strategis.
Ditindaklanjuti Melalui Riset dan Kajian Akademik
Tidak berhenti pada pelaksanaan forum diskusi, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana FEB UB juga merencanakan tindak lanjut melalui pengembangan riset dan kajian akademik.
Fawaid menyampaikan, gagasan yang muncul dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat dipadukan dengan penelitian yang sedang dikembangkan di lingkungan Universitas Brawijaya, khususnya FEB UB.
Selain itu, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana juga memiliki agenda riset dan disertasi kelas yang dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pemikiran dari hasil diskusi.
Ia berharap Konvergensi Nasional dapat terus dilaksanakan sebagai program kerja rutin pada periode kepengurusan berikutnya.
Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda akademik tahunan, tetapi juga wadah berkelanjutan untuk mempertemukan gagasan, memperluas jejaring, dan mendorong kontribusi mahasiswa pascasarjana terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.
Melalui tema transformasi ekonomi menuju Indonesia maju, Konvergensi Nasional diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa potensi nasional perlu dikelola secara strategis agar dapat menjadi kekuatan yang kompetitif di tingkat global. (nid)














