KANAL24, Jakarta – Pada perdagangan awal pekan ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penurunan, setelah Jumat lalu mengalami pelemahan sebesar 2,12 persen ke level 4.496.
Menurut analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, indikator MACD masih berada dalam status pola golden cross di area negatif, sedangkan indikator Stochastic maupun RSI juga menunjukkan sinyal negatif.
“Di sisi lain, terlihat pola bearish engulfing line candlestick yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakanĀ IHSGĀ , sehingga indeks berpeluang menuju area support,” ucap Nafan, di Jakarta, Senin (27/4/2020).
Berdasarkan rasio fibonacci, kata Nafan, saat ini support dan keduaĀ IHSGĀ berada di level 4.443 dan 4.318, sedangkan resistance pertama dan kedua di posisi 4.569 dan 4.747.
Dengan demikian, jelas Nafan, potensi terjadinya pelemahanĀ IHSGĀ hari ini bisa dimanfaatkan investor dengan mengakumulasi sahamĀ BMRI,Ā CPIN,Ā ERAA,Ā INDY,Ā ITMG danĀ JPFA.
Perkiraan senada juga disampaikan analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, yang menyebutkan pergerakanĀ IHSGĀ pada perdagangan hari ini berpotensi melanjutkan tren penurunan. Saat iniĀ IHSGĀ memiliki rentang support-resistance di level 4.292-4.658.
“Pola pergerakanĀ IHSGĀ masih menunjukkan peluang untuk kembali melemah, geraknya terlihat cukup terbatas,” ujar William.
Dia memperkirakan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan tren penurunan harga komoditas global masih akan membayangi pergerakanĀ IHSGĀ .
“Namun, koreksi wajar padaĀ IHSGĀ dapat dimanfaatkan investor untuk mengakumulasi pembelian dengan target investasi jangka pendek,” kata William.
Nah, di tengah potensi terjadinya pelemahan lanjutanĀ IHSGĀ di awal pekan ini, William menyodorkan sejumlah saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakniĀ TLKM,Ā ASII,Ā SMCB,Ā JSMR,Ā ROTI,Ā ACES,Ā UNVRĀ danĀ KLBF.Ā (sdk)












