Kanal24, Bali – Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum tahun 2023 di Bali 10-11 Oktober 2023. KTT ini menandai komitmen 51 negara kepulauan untuk bersatu dalam menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut, dan tata kelola maritim yang baik.
AIS Forum, sebagai wadah kerja sama konkret, bertujuan untuk menghadirkan solusi cerdas dan inovatif, serta menjadi platform kolaborasi dalam mendorong agenda tata kelola laut global yang lebih baik. Konferensi ini menyoroti inisiatif-inisiatif yang sedang berlangsung di negara-negara pulau dan kepulauan, menjadikannya sebagai pusat perhatian dalam mencari solusi nyata.
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Jodi Mahardi, melalui siaran pers Kominfo (9/10/2023) menjelaskan, bahwa AIS Forum berfokus pada inisiatif-inisiatif “underground” yang dikembangkan berdasarkan masukan komunitas di lapangan. Tujuannya adalah untuk memajukan negara-negara pulau dan kepulauan anggota AIS.

Sekretariat AIS Forum bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dalam mengembangkan program-program yang dapat diimplementasikan di negara-negara AIS. Dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat, AIS Forum juga berkomunikasi dengan komunitas negara-negara AIS melalui regional directors, seperti Madagaskar, Fiji, dan Barbados.
Pemerintah Indonesia mendukung penuh AIS Forum dan berkomitmen untuk mendorong eksistensi dan implementasinya. Jodi juga menekankan peran penting kelompok anak muda dan startup dalam berkolaborasi dan berbagi solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh negara pulau dan kepulauan.
“Negara-negara pulau dan kepulauan punya karakter resilient dan inovatif. Indonesia yakin melalui forum ini, negara AIS akan dapat menunjukkan kapasitas untuk menyelesaikan permasalahan tanpa tergantung pada bantuan pihak lain,” ujar Jodi.
Pemerintah Indonesia telah berkontribusi sebesar US$5 juta untuk mendukung program-program AIS Forum, termasuk pendirian sekretariat, implementasi kerja sama, dan kegiatan berbagi pengetahuan. KTT AIS Forum 2023 menampilkan pemuda, inovator, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendukung ekonomi biru.
KTT AIS Forum 2023 akan menghasilkan Leaders Declaration dari para anggota yang menyatukan suara dalam menghadapi masalah mendesak, seperti blue economy, marine pollution, mitigasi perubahan iklim, dan tata kelola laut. Konferensi ini menegaskan komitmen negara-negara pulau dan kepulauan untuk bekerja bersama dalam menciptakan perubahan nyata untuk masa depan laut global.(din)