Kanal24, Malang – Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, mobilitas masyarakat diperkirakan melonjak signifikan di berbagai daerah. Kenaikan permintaan perjalanan udara mendorong operator bandara untuk meningkatkan kesiagaan serta memperluas layanan.
Dalam rangka mengantisipasi kepadatan tersebut, InJourney Airports—pengelola bandara di bawah naungan PT Aviasi Pariwisata Indonesia—mengumumkan bahwa seluruh bandara yang dikelolanya akan beroperasi selama 24 jam penuh mulai 14 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif untuk memastikan kelancaran arus transportasi udara dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi seluruh penumpang.
Operasional Penuh 24 Jam demi Kelancaran Arus Penumpang
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Herman, menjelaskan bahwa pengoperasian 24 jam ditetapkan setelah mempertimbangkan proyeksi lonjakan perjalanan dalam tiga minggu menjelang libur panjang. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung telah dipastikan melalui koordinasi lintas unit usaha, mulai dari pengelola bandara, destinasi wisata, hingga jaringan perhotelan.
Baca juga:
Menjembatani Majapahit melalui Fiksi dan Gim Digital
“Seluruh bandara, hotel, dan destinasi berada dalam koordinasi yang sama untuk memastikan pelayanan terbaik selama periode libur akhir tahun. Kami ingin memastikan penumpang mendapatkan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman,” ujarnya.
Selain memperpanjang jam operasional, InJourney Airports juga menyiapkan posko siaga Nataru yang bertugas memantau kondisi penerbangan, memfasilitasi keluhan penumpang, dan meminimalkan potensi hambatan operasional.
Kesiapan Fasilitas dan Teknologi Pendukung
Untuk menunjang kelancaran layanan, sejumlah fasilitas bandara telah ditingkatkan. Area terminal diperluas, alur keberangkatan dan kedatangan dioptimalkan, serta perangkat keamanan diperbarui agar mampu menangani arus penumpang yang lebih besar. Penerapan teknologi informasi juga menjadi perhatian utama, mulai dari integrasi sistem check-in hingga pemantauan arus bagasi secara real time.
Tidak hanya itu, InJourney Airports juga menambah jumlah petugas di area check-in, boarding gate, layanan informasi, serta apron. Perusahaan menyebut ada lebih dari 16.000 personel gabungan yang dikerahkan untuk memastikan operasional berjalan lancar selama periode puncak liburan.
“Personel kami telah mendapatkan pelatihan intensif menghadapi periode sibuk. Fokus kami adalah kecepatan layanan, keamanan, dan kenyamanan,” tambah Herdy.
Lonjakan Penumpang Diprediksi Capai 9 Juta Orang
Selama masa angkutan Nataru tahun ini, pergerakan penumpang di 37 bandara yang dikelola InJourney diperkirakan mencapai lebih dari 9 juta orang, meningkat hampir 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lima bandara yang diproyeksikan menjadi yang tersibuk meliputi:
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta)
- Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali)
- Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar)
- Bandara Kualanamu (Deli Serdang)
- Bandara Juanda (Surabaya)
Puncak arus keberangkatan diprediksi terjadi pada 20–21 Desember 2025, sedangkan arus balik diperkirakan memuncak pada 3–4 Januari 2026.
Dorongan Positif untuk Pariwisata dan Industri Perhotelan
Dengan operasional 24 jam dan meningkatnya mobilitas wisatawan, sektor pariwisata dan perhotelan diprediksi ikut terdongkrak. InJourney mencatat tingkat okupansi hotel-hotel yang berada di bawah pengelolaannya diperkirakan mencapai 72 hingga 78 persen selama masa libur panjang.
Selain itu, sejumlah destinasi wisata yang dikelola InJourney juga menyiapkan program tematik khusus akhir tahun, mulai dari festival budaya, pertunjukan musik, hingga paket pengalaman wisata yang terintegrasi dengan layanan bandara dan hotel.
“Kami tidak hanya memastikan kelancaran transportasi udara, tetapi juga menyiapkan pengalaman wisata yang berkesan bagi para pengunjung,” ujar Herdy.
Imbauan bagi Penumpang
Untuk menghadapi peningkatan arus perjalanan, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal. Waktu kedatangan di bandara disarankan lebih cepat dari biasanya, mengingat potensi antrean yang lebih panjang, terutama di titik pemeriksaan keamanan dan area bagasi.
Penumpang juga disarankan memanfaatkan fitur layanan digital yang telah disediakan, seperti check-in online, pemantauan status penerbangan, dan layanan ground handling dari aplikasi bandara guna mempercepat proses keberangkatan.
Upaya Mitigasi dan Tantangan
Meski sudah melakukan persiapan menyeluruh, InJourney tetap mencatat adanya sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, seperti kondisi cuaca ekstrem, potensi keterlambatan penerbangan, serta kepadatan di akses transportasi menuju bandara. Untuk itu, koordinasi dengan pihak maskapai, otoritas bandara, serta lembaga terkait terus diperkuat selama periode liburan ini.
“Semua pihak sudah terhubung dalam satu sistem koordinasi. Setiap perkembangan situasi dapat segera ditangani guna memastikan arus perjalanan tetap terkendali,” jelas Herdy.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, InJourney Airports optimistis dapat memberikan layanan transportasi udara yang optimal selama masa libur Nataru 2025/2026. Pengoperasian bandara selama 24 jam penuh diharapkan mampu memecah kepadatan penumpang dan mendukung mobilitas masyarakat yang ingin merayakan liburan dengan aman dan nyaman. (nid)














