Prinsip Bushido dan Filosofi Seni Bela Diri Karate

Ilustrasi (Domain Publik)

Kanal24 - Karate merupakan salah satu seni bela diri yang memanfaatkan pukulan, tendangan, serta tangkisan murni menggunakan tangan dan kaki tanpa alat. Karate pertama kali diperkenalkan oleh Gichin Funakoshi di Okinawa, Jepang pada tahun 1916. Olahraga ini terinspirasi dari seni bela diri kempo yang berasal dari China.

Secara harfiah, karate berarti tangan kosong. Namun menurut Gichin, kata “kara” pada karate juga bisa diartikan sebagai sifat jujur dan rendah hati.

Di dalam karate, ada suatu prinsip yang disebut bushido. Bushido adalah suatu sikap mental atau cara berpikir seorang samurai yang dimaksudkan untuk membuat para samurai tersebut menguasai pikiran dan alam semesta melalui pengalaman hidup serta kontrol diri, kebijaksanaan, maupun pengembangan kekuatan. Para karateka biasanya menggunakan istilah “semangat bushido” sebagai sebuah motivasi.

Bushido memiliki tujuh prinsip penting, yaitu: Seigi (keputusan yang tepat), Yuki (keberanian dan kepahlawanan), Jin (kasih dan kebajikan bagi semua orang), Reigi (sopan santun dan tindakan yang tepat), Makoto (sejati dan ketulusan ucapan), Meiyo (hormat dan kemuliaan), dan Chugi (loyalitas)

Baca Juga : Mengenal Seni Bela Diri Karate

Bagi para atlet karate, tujuan tertinggi dari menjalani bushido adalah mendapatkan kebajikan dan kebijaksanaan dalam pikiran dan tindakan. Pola pikir ini akan membantu para karateka untuk menyelaraskan pikiran dengan tubuh, sehingga tidak gegabah dalam bertindak dan tenang saat menghadapi kesulitan maupun tantangan.

Para praktisi karate juga harus memahami 20 filosofi karate Gichin Funakoshi. Salah satunya yaitu dalam karate semua bermula dan berakhir dengan sikap hormat, sikap ini memiliki arti bahwa jika ingin dihormati oleh orang lain, kita juga harus menghormati orang lain terlebih dahulu.

Filosofi lainnya dalam karate adalah Karate Ni Sente Nashi yang artinya tidak ada serangan pertama dalam karate, sebab karate tidak diperuntukkan untuk menyerang lawan melainkan hanya membalas ketika disakiti dan tidak ada jalan lain untuk menghindarinya. Seorang karateka tidak diperkenankan untuk memulai perkelahian, tetapi ketika lawan sudah menyerang maka lawan tersebut harus segera dijatuhkan secepatnya. (azk)

Bagikan