KANAL24, Malang – Ajang internasional kembali menjadi medan pembuktian bagi Tim Apatte62 Brawijaya untuk mengharumkan UB dan Indonesia. Terbaru tim ini berlaga dalam Shell Eco-marathon Asia Pacific and the Middle East 2026 di Lusail International Circuit, Doha, Qatar, pada 21–25 Januari 2026. Kompetisi ini merupakan salah satu arena paling prestisius bagi mahasiswa dunia dalam bidang inovasi kendaraan hemat energi dan teknologi transportasi berkelanjutan.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Apatte62 Brawijaya tampil pada dua kategori utama, yakni Team Urban Electric dan Team Prototype Hydrogen. Dari total 72 tim yang berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, tim asal Fakultas Teknik Universitas Brawijaya ini berhasil mencatatkan capaian luar biasa dengan meraih posisi kedua sekaligus memastikan tiket sebagai qualifier menuju Shell Eco-marathon Global Championship 2027.
Rangkaian kegiatan kompetisi berlangsung ketat dan berlapis sejak Rabu (21/1/2026), tim harus melalui technical inspection tahap awal untuk memastikan kelayakan teknis dan standar keselamatan kendaraan. Proses ini dilanjutkan dengan inspeksi lanjutan, track walk, serta sesi latihan intensif pada hari-hari berikutnya sebelum memasuki hari kompetisi utama.
Selanjutnya, Jumat hingga Minggu, lintasan Lusail menjadi saksi perjuangan para mahasiswa dalam menguji efisiensi energi kendaraan yang mereka rancang. Penilaian dilakukan melalui sistem baru yang memisahkan skor on-track dan off-track, kemudian diakumulasikan sebagai hasil akhir. Sistem ini membuat persaingan semakin ketat dan menuntut ketelitian tinggi, tidak hanya dalam performa kendaraan, tetapi juga dalam aspek teknis dan keselamatan.

Pencapaian paling membanggakan datang dari kategori Prototype Hydrogen. Tim Apatte62 Brawijaya berhasil menjadi juara 1 dan mencetak Rekor Asia dengan capaian tertinggi di kategori tersebut. Tak hanya itu, tim ini juga menjadi satu-satunya tim kategori Urban dari kawasan Asia Pacific and the Middle East yang lolos ke Global Championship, sebuah prestasi yang belum pernah diraih sebelumnya oleh tim lain di regional ini.
dalam keterangan tertulisnya, Devin Indra Kurniawan, perwakilan tim mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut.
“Kami sangat bahagia dan bangga karena dapat membawa nama Universitas Brawijaya sekaligus Indonesia di ajang internasional. Proses penilaian tahun ini jauh lebih ketat dari sebelumnya, sehingga hasil ini benar-benar di luar dugaan kami”, ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi motivasi besar bagi seluruh anggota tim. “Di akhir perlombaan, kami hanya bisa berdoa dan berharap memberikan hasil terbaik. Ketika diumumkan lolos sebagai qualifier Global Championship 2027 dan meraih juara, itu menjadi momen yang sangat emosional bagi kami”, katanya.
Dari sisi inovasi, Tim Apatte62 Brawijaya menghadirkan sistem keselamatan berbasis edge computing menggunakan Raspberry Pi 5 sebagai unit pemrosesan utama. Sistem ini memanfaatkan kamera dan model kecerdasan buatan YOLOv11 untuk mendeteksi keberadaan manusia serta penggunaan alat pelindung diri secara real-time. Ketika terdeteksi pelanggaran keselamatan, sistem secara otomatis mengaktifkan peringatan visual dan audio tanpa intervensi manual.

Arsitektur sistem ini memungkinkan pemantauan langsung melalui layar serta penerapan fleksibel di berbagai lingkungan kerja. Inovasi tersebut menjadi nilai tambah penting dalam penilaian off-track, sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan hemat energi harus berjalan seiring dengan peningkatan aspek keselamatan kerja. Dari inovasi inilah tim Apatte62 Brawijaya juga mendapatkan juara 2 kategori Safety Award.
Keberhasilan Tim Apatte62 Brawijaya ini sekaligus menegaskan kapasitas mahasiswa Indonesia dalam bersaing di tingkat global, khususnya di bidang teknologi transportasi berkelanjutan. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa riset dan inovasi mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata terhadap masa depan energi bersih dunia.
Dengan lolosnya tim menuju Shell Eco-marathon Global Championship 2027, Universitas Brawijaya kini menatap tantangan yang lebih besar di panggung dunia. Tim Apatte62 Brawijaya bertekad untuk terus menyempurnakan teknologi, meningkatkan performa, dan membawa nama Indonesia lebih tinggi di ajang inovasi internasional. (sid)













