Kanal24, Malang — Booth Agroindustri Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) menjadi etalase pembelajaran dan inovasi berbasis agroindustri yang dikembangkan sivitas akademika. Melalui booth ini, pengunjung diperkenalkan pada cakupan keilmuan Teknologi Industri Pertanian yang menekankan penguasaan proses, manajemen, hingga perancangan sistem industri terpadu. Hal tersebut disampaikan Ketua Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Wike Agustin Prima Dania, STP, M.Eng, Ph.D., dalam kegiatan Booth Agroindustri FTAB yang digelar pada Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-28 Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya, Selasa (27/1/2026), di Gedung Samantha Krida, dan diselenggarakan oleh FTAB UB.
Menurut Wike, Program Studi Teknologi Industri Pertanian dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi komprehensif sejak jenjang sarjana. Mahasiswa tidak hanya mempelajari pengembangan produk, tetapi juga perancangan proses produksi, manajemen industri, pengolahan limbah, hingga pengembangan sistem informasi sebagai satu kesatuan sistem industri.
Baca juga:
PSDKU UB Kediri Tampilkan Pendidikan Agrikompleks di Education Expo UB

Pembelajaran Agroindustri Terintegrasi
Ia menjelaskan bahwa agroindustri tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa produk, melainkan mencakup seluruh rantai proses dari hulu ke hilir. Melalui kurikulum yang diterapkan, mahasiswa diarahkan untuk mampu merancang sebuah pabrik secara utuh, baik dari sisi teknis proses maupun manajerial.
Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri, memiliki pemahaman sistemik, serta mampu menjawab tantangan efisiensi dan keberlanjutan dalam pengelolaan industri berbasis sumber daya pertanian.
Pameran Karya Mahasiswa dan Dosen
Dalam booth tersebut, FTAB UB menampilkan beragam karya hasil pembelajaran dan riset, mulai dari produk praktikum mahasiswa, inovasi mahasiswa, hingga karya inovatif dosen. Pameran ini menjadi sarana untuk memperlihatkan proses pembelajaran yang aplikatif dan berbasis riset.
Beberapa produk yang dipamerkan antara lain inovasi berbasis minyak atsiri, seperti minyak siri, serta buku-buku ilmiah karya dosen di lingkungan Teknologi Industri Pertanian. Karya-karya tersebut mencerminkan keterkaitan antara pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Media Edukasi dan Diseminasi Ilmu
Booth Agroindustri juga berperan sebagai media edukasi bagi pengunjung dies natalis untuk mengenal lebih dekat peran dan kontribusi Teknologi Industri Pertanian. Melalui interaksi langsung, pengunjung dapat memahami bagaimana proses pembelajaran di kelas diterjemahkan menjadi karya nyata yang bernilai inovatif.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang diseminasi hasil riset dan inovasi, sehingga pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat lebih mudah dipahami dan diapresiasi oleh masyarakat luas.
Harapan di Era FTAB
Menutup keterangannya, Wike menyampaikan harapan agar perubahan Fakultas Teknik Pertanian menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) membawa semangat baru bagi seluruh sivitas akademika. Dengan nama dan arah baru, FTAB diharapkan mampu melesat dan semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
Transformasi ini dinilai sebagai momentum untuk memperkuat peran fakultas dalam mencetak sumber daya manusia unggul serta menghadirkan inovasi agroindustri yang berdampak bagi masyarakat. (nid/ger)














