KANAL24, Blitar – Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya kompak menyelenggarakan sosialisasi berbagai bidang keilmuan ekonomi kepada masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan di Kabupaten Blitar Jawa Timur. Bekerja sama dengan pemerintah setempat, tim Dosen dan Tendik mengusung berbagai tema pengabdian yang dikemas dalam suatu program sosialisasi. Berbagai tema tersebut diantaranya tentang UMKM, pengelolaan potensi ekonomi desa, hingga praktik ekonomi islam . Adapun Salah satu tema sosialisasi yang diangkat dalam sosialisasi adalah tentang Zakat Infaq Shadaqah dan Wakaf.
Sosialisasi tentang ziswaf dimaksudkan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya ZISWAF. Hal ini juga diharapkan dapat memacu kesadaran masyarakat dan Lembaga setempat, untuk menyalurkan dan mengelola Filantropi Islam tersebut. Sosialisasi ini diikuti oleh 30 warga setempat termasuk pejabat desa, ketua Yayasan LAZISNU desa, hingga tokoh agama setempat. Pihak-pihak tersebut dinilai sejalan dengan tujuan sosialisasi, hal tersebut karena beberapa tokoh secara langsung dan intense berhubungan langsung dengan masyarakat.
Pengabdian berupa sosialisasi dengan tema ZISWAF dilaksanakan secara Luring di Desa Kandangan, Kec. Srengat, Kabupaten Blitar pada Kamis, 15 Juni 2023. Pada kegiatan ini, guru Besar Ilmu Ekonomi yaitu Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE,. M.S dan Prof. Dr. Drs. M. Umar Burhan, MS.turut serta dalam pembukaan dan proses diskusi bersama tokoh masyarakat. Proses sosialisasi sendiri dirangkai dalam dua sesi materi yang disampaikan oleh Tim Dosen Ekonomi Islam dari Departemen Ilmu Ekonomi. Adapun materi sosialisasi dibagi atas literasi ziswaf pada sesi materi pertama, dan materi contoh praktik ziswaf pada sesi materi Kedua.
Materi sesi pertama dipaparkan oleh Laila Masruro Pimada S.E., M.S.E.I. yang membahas literasi mengenai serba-serbi ZISWAF di Indonesia. Pemateri memaparkan secara detail mengenai dasar hukum dan regulasi ZISWAF di Indonesia. Selain itu pada pemateri juga menjelaskan pentingnya ZISWAF khususnya bagi perekonomian masyarakat. Pada sesi ini pula, masyarakat mendiskusikan mengenai keberadaan Lembaga ZISWAF setempat dan praktik terkini pengelolaan ZISWAF di desa tersebut. Dalam praktiknya tim pengabdian menyarankan pihak Lembaga dan masyarakat untuk mulai mencoba mengelola program Produktif yang bersumber dari dana ZISWAF.

Materi dilanjutkan dengan sesi kedua yang disampaikan oleh Ika Khusnia Anggraini, S.H.I., M.H.I. yang menyampaikan mengenai program percontohan dana ZISWAF yang produktif. Materi ini memberikan referensi bagi masyarakat dan pengurus Lembaga ZISWAF setempat untuk mengelola dana ZISWAF yang ada secara produktif dan bermanfaat. Pada akhirnya masyarakat dan Lembaga setempat khususnya LAZISNU menyadari bahwa pengelolaan ZISWAF di desa Kandangan masih dalam proses penguatan. Sedangkan berbagai program yang diusulkan akan dipertimbangkan setelah penghimpunan dan pengelolaan dinilai telah mapan.
Kegiatan ini terlihat diikuti secara antusias oleh peserta dari tokoh masyarakat karena menambah wawasan dan referensi masyarakat khususnya di Bidang ZISWAF. Pada kegiatan ini pula, selain melakukan sosialisasi dan diskusi mengenai Ziswaf, tim pengabdian mengambil kesempatan untuk sekaligus melakukan kegiatan sosial dengan membagikan paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat setempat yang membutuhkan. Hal ini diharapkan dapat menambah makna dari program pengabdian dan sosialisasi yang dilakukan. (sdk)