Kanal24, Malang – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Indonesia Association for Public Administration (IAPA) wilayah Jawa Timur, bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, menyelenggarakan Musyawarah Daerah DPD IAPA Jawa Timur dan Workshop bertajuk “Pengembangan Metodologi Penelitian Administrasi Publik/Negara” pada Selasa (27/8/2024).
Acara yang digelar di Auditorium Raden Wijaya, Fakultas Ilmu Administrasi UB ini dihadiri oleh sejumlah pakar administrasi publik, termasuk Prof. Dr. Drs. Jusuf Irianto, M.Com selaku Ketua Dewan Pakar (DP), Dr. Fadillah Amin, MAP, Ph.D, Wakil Ketua DP, dan beberapa tokoh lainnya.
Ketua DPD IAPA Jawa Timur, Dr. Mohammad Nuh, S.IP., M.SL, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perkembangan pesat teknologi informasi yang berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.
“Peranan administrasi publik menjadi semakin krusial sebagai bekal adaptasi, agar tetap relevan dan berkontribusi dalam pemecahan masalah kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Dr. Nuh.
Setelah pembacaan laporan pertanggungjawaban oleh pengurus periode 2021-2024, kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang bertujuan memberikan rekomendasi untuk pengambilan keputusan terkait kurikulum nasional administrasi publik.

“Workshop ini fokus pada pengembangan metodologi penelitian yang relevan dengan era digital, terutama dalam penerapan teknologi penelitian,” tambahnya.
Dalam wawancara dengan tim Kanal24, Dr. Mohammad Nuh menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi selama masa kepemimpinannya. Salah satu tantangan utama adalah tata kelola sektor publik yang sering kali dipengaruhi oleh berbagai kepentingan dan kekuasaan, serta masalah integritas sumber daya manusia (SDM) di sektor publik.
“Kurangnya integritas dan etika di kalangan birokrasi menjadi hambatan besar dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, DPD IAPA Jawa Timur berkomitmen untuk terus menginisiasi kegiatan yang fokus pada peningkatan kualitas diri para ilmuwan dan praktisi administrasi publik.
“Melalui diskusi dan workshop seperti ini, kami berharap dapat menemukan pendekatan-pendekatan baru yang relevan untuk mengatasi permasalahan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks,” imbuhnya.
Dr. Mohammad Nuh juga menegaskan pentingnya diskusi tentang integritas, moralitas, dan etika bagi penyelenggara pemerintahan. “Ini sangat penting untuk melahirkan politisi dan birokrasi yang sadar akan persoalan etik, baik dari sisi politik maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan,” pungkasnya.
Tantangan dalam administrasi publik saat ini tidak hanya terbatas pada pengembangan metodologi penelitian yang mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga pada peningkatan kualitas SDM dan integritas dalam sektor publik. DPD IAPA Jawa Timur, melalui berbagai kegiatan yang digagas, berupaya menghadirkan solusi dan inovasi yang diperlukan untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut di masa depan.(fan)