KANAL24, Malang – Orang yang menjalani ibadah puasa akan mendapatkan dua kebahagiaan jangka pendek dan jangka panjang. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Dr. Ahmad Djalaludin, Lc., M.A pada kajian Kultum Dhuhur di Masjid Al A’Raaf Fakultas Peternakan UB, Kamis (26/2/2026).
Didepan seratusan jamaah sholat dhuhur, Ahmad menjelaskan kebahagiaan jangka pendek adalah saat berbuka puasa setelah seharian penuh berpuasa. Namun menurutnya kebahagiaan tersebut bukan karena berjumpa dengan deretan makanan namun karena keberhasilan menjaga dan menahan diri selama berpuasa.
“Kebahagiaannya bukan karena bertemu dengan banyak makanan, namun karena suskes menahan diri dari berbagai godaan puasa seharian,” kata Ahmad.
Godaan puasa saat ini menurut Dosen UIN Malang ini sangat banyak terutama dari sosial media yang menjadi bentuk baru dari godaan selama berpuasa. Untuk itu Ahmad mengajak jamaah Masjid Al -A’raaf untuk meneguhkan diri dan kuat dalam menghadapi godaan.
Baca Juga : Makin Diminati Ngabuburun Trend Sehat Tunggu Berbuka
Kebahagiaan kedua menurut Ahmad adalah ketika orang yang berpuasa bertemu dengan Allah yang akan memberikan pahala secara langsung kepada manusia. Ibadah puasa merupakan ibadah yang istimewa karena besaran pahala ditentukan langsung oleh Allah.
“Bahagia yang kedua adalah ketika manusia yang berpuasa bertemu dengan Allah, yang akan menilai langsung kualitas ibadah puasanya,” ujarnya.
Baca Juga : LARIS FISIP: Prof Widodo Soroti Integritas dan Kepemimpinan Mahasiswa
Puasa merupakan ibadah individu yang memiliki beberapa tingkatan mulai hanya menahan lapar dan dahaga hingga pada level mampu menahan hawa nafsu. Dalam hadis Nabi disebutkan banyak orang yang berpuasa hanya karena menahan haus dan dahaga namun belum mampu menahan hawa nafsu sehingga kerusakan masih terjadi didunia.
Kultum Dhuhur Masjid Al – A’raaf Fapet UB merupakan salah satu program kajian selama bulan ramadhan yang digelar sesuai jadwal yang telah disusun oleh Takmir Masjid. Kultum ini menghadirkan banyak da’I dengan tema tertentu agar dapat menjadi pencerahan bagi civitas akademik di lingkungan Fapet dan sekitarnya. (sdk)














