KANAL24, Malang – Era digital membawa banyak perubahan dalam pengelolaan perusahaan. Salah satunya dalam pengelolaan aset yang saat ini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan praktis melalui dukungan digital.
Manajemen aset digital inilah yang menjadi atensi Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk pelatihan luring di Perum Jasa Tirta I (PJT I) pada 31 Oktober 2025. Kegiatan bertema “Pengembangan Sistem Manajemen Aset yang Adaptif untuk Meningkatkan Keandalan dan Keberlanjutan Operasional Perusahaan” ini dipimpin oleh Dr. Muhammad Tojibussabirin, Ak., MBA.
Melalui penjelasan tertulisnya Dr. Muhammad Tojibussabirin, Ak., MBA mengatakan manajemen aset digital sangat mendukung keberlanjutan perusahaan dimasa yang akan datang.
“Manajemen aset digital saat ini sangat penting dipahami dan dijalankan oleh perusahaan karena banayk manfaatnya,” tegas Dr. Muhammad Tojibussabirin, Ak., MBA
Baca Juga : Tech for Farm Efisienkan Urban Farming Taman TOGA Ngguyangan Tlogomas
Dalam kegiatan ini Muhammad memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengelola aset perusahaan secara efektif, efisien, dan berorientasi keberlanjutan. Dosen FEB UB menegaskan bahwa manajemen aset adaptif merupakan elemen penting dalam membangun perusahaan yang tangguh, terutama pada perusahaan yang bergerak di sektor layanan publik seperti PJT I. Dengan meningkatnya kompleksitas operasional di era digital, pengelolaan aset tidak lagi cukup dilakukan secara konvensional, melainkan harus memanfaatkan teknologi dan pendekatan berbasis risiko.

Agar maksimal pelatihan dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, serta studi kasus terkait pengelolaan aset berbasis teknologi digital. Peserta mendapatkan wawasan mengenai perencanaan, pemetaan, pengawasan, hingga optimalisasi aset untuk mendukung keberlangsungan operasional perusahaan. Selain itu, peserta juga belajar mengintegrasikan sistem teknologi informasi dalam pengambilan keputusan agar pengelolaan aset dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan terstruktur.
Baca Juga : Pelatihan Tata Kelola TI dan Manajemen Risiko Upaya FEB UB Dorong Perusahaan Tangguh
“Model pelatihan kami kemas interaktif agar peserta dapat bertanya, berdiskusi dan membahas contoh kasus secara riil sesuai kondisi perusahaan,” lanjut Muhammad.
Dosen FEB ini mengaku bersyukru karena dari hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola aset secara adaptif. Peserta mampu memahami cara memetakan aset, melakukan evaluasi berkala, memanfaatkan teknologi digital untuk pemantauan, serta menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan aset perusahaan. Sistem manajemen aset yang lebih adaptif ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan operasional, meminimalkan risiko kerusakan maupun kehilangan aset, serta mendukung transformasi digital di lingkungan PJT I.
“Alhamdulillah melalui pelatihan ini terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dari peserta. Tentu hal ini dapat bermanfaat bagi keberlanjutan perusahaan,” lanjutnya.
Melalui kegiatan PkM ini, FEB UB berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam memperkuat kapasitas mitra industri, khususnya dalam meningkatkan efisiensi tata kelola aset dan keberlanjutan perusahaan. Pelaksanaan secara luring turut memberikan ruang bagi diskusi intensif dan pemahaman aplikatif yang lebih mendalam antara dosen, peserta, dan pihak perusahaan.
Diharapkan pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama berkelanjutan antara FEB UB dan Perum Jasa Tirta I, terutama dalam pengembangan sistem tata kelola yang adaptif dan berorientasi masa depan.(sdk)














