Kanal24, Malang – Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan acara sarasehan dengan tujuan mengevaluasi dan merancang perubahan kurikulum yang akan diterapkan mulai tahun 2025 pada Kamis (25/07/2024). Acara ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan peringkat internasional Fakultas Hukum UB.
Dr. Reka Dewantara, S.H., M.H., Ketua Departemen Ilmu Hukum FH UB, menyampaikan bahwa sarasehan ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pihak, termasuk alumni dan para pengguna lulusan Fakultas Hukum.

“Kami akan melakukan perubahan dan revaluasi terkait dengan kurikulum yang ada di Fakultas Hukum. Kebetulan di kami ada tujuh program studi, mulai dari program studi sarjana ilmu hukum, magister kenotariatan, hingga doktor ilmu hukum. Kurikulum yang ada saat ini adalah kurikulum tahun 2020 dan sudah waktunya untuk kita lakukan perubahan, yang akan diberlakukan pada tahun 2025 mendatang,” ujar Dr. Reka.
Menurut Dr. Reka, masukan dari para pengguna lulusan, mitra, dan pengusaha sangat diperlukan untuk memastikan kurikulum yang disusun dapat memenuhi kebutuhan pasar dan dunia kerja. “Kita berharap dengan kegiatan ini, kita bisa memiliki kurikulum yang lebih baik bagi lulusan Fakultas Hukum kedepannya,” tambahnya.
Acara sarasehan ini merupakan tahapan kedua dari rangkaian kegiatan evaluasi kurikulum. Tahap pertama adalah kegiatan press yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Tahapan kedua ini adalah evaluasi, dan yang ketiga nanti kita juga akan melakukan kegiatan ini tidak hanya untuk alumni yang ada di Malang, tetapi juga di Jakarta. Pada hari Sabtu, kita akan menyelenggarakan kegiatan di Jakarta dengan mengundang alumni dari seluruh Indonesia, terutama dari wilayah Jabodetabek,” jelas Dr. Reka.
Acara di Jakarta juga akan dilengkapi dengan seminar nasional yang mengundang Jaksa Agung dan alumni yang berprofesi sebagai jaksa dan hakim. “Dengan adanya seminar nasional ini, kita berharap dapat memperoleh masukan yang lebih komprehensif untuk penyusunan kurikulum baru,” katanya.
Selain fokus pada perubahan kurikulum, Fakultas Hukum UB juga menargetkan peningkatan peringkat internasional. Saat ini, FH UB berada di peringkat 300+ dunia menurut QS World University Rankings by Subject. “Untuk mencapai peringkat yang lebih tinggi, kita membutuhkan dukungan dari para alumni dan pengguna lulusan. Hal ini akan mendukung peringkat internasional terkait dengan employee reputation dan academic reputation,” ungkap Dr. Reka.
Dekan Fakultas Hukum UB, Dr. Eko Widiarto, berharap dengan perubahan kurikulum ini, FH UB dapat mencapai peringkat 200+ dunia. “Kami tidak hanya ingin berada di peringkat 300, tetapi juga mencapai 200+ dunia, yang nantinya akan mendukung Universitas Brawijaya untuk mencapai peringkat 500+ dunia,” ujarnya.
Dengan perubahan kurikulum dan peningkatan kualitas pendidikan, Fakultas Hukum UB berupaya untuk tidak hanya mendapatkan akreditasi unggul di tingkat nasional, tetapi juga mencapai akreditasi internasional dan reputasi terbaik di tingkat global. “Kami berharap dengan perubahan kurikulum ini, Fakultas Hukum UB dapat mendukung visi Universitas Brawijaya untuk menjadi universitas kelas dunia,” tutup Dr. Reka. (nid/yor)