Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Harga Plastik dan Kedelai Naik, Tempe Terancam Mahal

Einid Shandy by Einid Shandy
April 8, 2026
in Ekonomi, Nasional
0
Harga Plastik dan Kedelai Naik, Tempe Terancam Mahal

Harga Plastik dan Kedelai Naik, Tempe Terancam Mahal (Ist)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kenaikan harga bahan baku kembali membayangi industri pangan rakyat. Lonjakan harga kedelai yang diikuti naiknya biaya plastik pembungkus membuat harga tempe diprediksi ikut merangkak naik dalam waktu dekat.

Tekanan ini dirasakan langsung oleh para perajin tahu dan tempe di berbagai daerah. Mereka kini menghadapi kenaikan biaya produksi secara bersamaan, baik dari bahan utama maupun bahan pendukung, yang berpotensi menekan margin usaha kecil.

Wakil Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Hedy Kuswanto, mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga kedelai terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut, harga kedelai yang sebelumnya berada di kisaran Rp9.000 hingga Rp9.200 per kilogram kini melonjak menjadi sekitar Rp10.800 hingga Rp11.000 per kilogram.

Baca juga:
Ekspor Indonesia Februari 2026 Tembus USD 22,17 Miliar

ā€œMemang kecenderungan tren harga kedelai terus naik, terutama dalam satu bulan terakhir akibat faktor geopolitik global,ā€ ujar Hedy.

Kenaikan harga tersebut tidak berdiri sendiri. Biaya lain seperti plastik pembungkus tempe juga mengalami lonjakan signifikan, sehingga semakin membebani biaya produksi perajin.

Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka harus menjaga harga jual agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Namun di sisi lain, biaya produksi terus meningkat sehingga keuntungan semakin tergerus.

Hedy menjelaskan, dampak kenaikan harga bahan baku belum sepenuhnya terasa saat ini karena sebagian perajin masih belum kembali berproduksi pasca libur Lebaran. Namun ia memperkirakan tekanan akan semakin kuat dalam waktu dekat.

ā€œSebagian besar anggota kami masih berada di kampung halaman, sehingga belum sepenuhnya kembali beraktivitas produksi,ā€ katanya.

Ia menambahkan, ketika seluruh perajin kembali beroperasi, keluhan diperkirakan akan meningkat. Hal ini berpotensi memicu penyesuaian harga di tingkat produsen maupun pedagang.

ā€œSaya yakin ketika semua pelaku usaha kecil kembali produksi, keluhan mereka akan semakin terdengar,ā€ tegasnya.

Tekanan biaya ini juga dipicu faktor eksternal, seperti dinamika geopolitik global dan ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai. Fluktuasi nilai tukar rupiah serta gangguan rantai pasok dunia turut memperburuk situasi.

Selain itu, kondisi global yang memengaruhi harga energi ikut berdampak pada biaya logistik dan distribusi. Akibatnya, harga kedelai impor semakin sulit dikendalikan di pasar domestik.

Dalam kondisi tersebut, sejumlah perajin mulai melakukan berbagai strategi bertahan. Ada yang mengurangi ukuran tempe, menekan volume produksi, hingga mempertimbangkan kenaikan harga jual. Fenomena pengecilan ukuran tempe bahkan mulai terlihat di pasar sebagai upaya menjaga daya beli konsumen.

Namun, langkah tersebut bukan solusi jangka panjang. Jika tren kenaikan harga terus berlanjut, perajin tidak memiliki banyak pilihan selain menaikkan harga jual.

Hedy juga menyoroti perlunya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan baku, khususnya kedelai. Ia menilai kebijakan terkait penguatan produksi kedelai dalam negeri masih belum berjalan optimal.

ā€œPemerintah sebenarnya memiliki Perpres Pajale, tetapi implementasinya dari masa ke masa belum maksimal,ā€ ujarnya.

Menurutnya, jika kondisi ini tidak segera diatasi, keberlangsungan usaha tahu dan tempe, terutama skala kecil, bisa terancam. Bahkan, Gakoptindo membuka kemungkinan untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah pusat.

ā€œApabila harga kedelai terus meningkat, hal ini akan sangat memberatkan kami,ā€ kata Hedy.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat pun diimbau bersiap menghadapi potensi kenaikan harga tempe di pasaran. Sebagai salah satu sumber protein utama yang terjangkau, kenaikan harga tempe tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga pada konsumsi rumah tangga secara luas. (nid)

Post Views: 38
Tags: biaya produksiekonomi rakyatharga tempeindustri kecilinflasi panganKANAL24kanal24.co.idkedelai imporPangan Nasionaluniversitas brawijaya
Previous Post

UB Kembangkan Alat Skrining Hipotiroid untuk Bayi Baru Lahir

Next Post

Trump Batalkan Serangan, Pilih Jalur Negosiasi Iran

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Trump Batalkan Serangan, Pilih Jalur Negosiasi Iran

Trump Batalkan Serangan, Pilih Jalur Negosiasi Iran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Trump Batalkan Serangan, Pilih Jalur Negosiasi Iran

Trump Batalkan Serangan, Pilih Jalur Negosiasi Iran

April 8, 2026
Harga Plastik dan Kedelai Naik, Tempe Terancam Mahal

Harga Plastik dan Kedelai Naik, Tempe Terancam Mahal

April 8, 2026
UB Kembangkan Alat Skrining Hipotiroid untuk Bayi Baru Lahir

UB Kembangkan Alat Skrining Hipotiroid untuk Bayi Baru Lahir

April 8, 2026
Pemerintah Resmi Terapkan B50, 3,5 Juta Ton CPO Dialihkan

Pemerintah Resmi Terapkan B50, 3,5 Juta Ton CPO Dialihkan

April 8, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025