KANAL24, Malang – Indeks Harga Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan bergerak variatif dalam kecenderungan menurun, setelah kemarin ditutup terkoreksi 0,65 persen ke level 8.361.
Pelemahan IHSG pada perdagangan Selasa (18/11) dipengaruhi penurunan 418 saham, sedangkan 230 saham terpantau menguat dan ada 162 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi kemarin Rp19,72 triliun atau menurun dibandingkan sehari sebelumnya Rp21,08 triliun.
Berdasarkan analisis organisasi research and trading saham, WH Project, pergerakan IHSG telah mencapai support 8.361 dan sekaligus menjadi level penutupan, namun kondisi ini masih terbilang aman karena sebelumnya sudah meraih posisi tertinggi sepanjang masa (ATH).
“Kami memproyeksikan, hari ini IHSG bergerak mixed dalam range 8.300-8.400,” kata analis WH Project, William Hartanto dalam riset harian untuk perdagangan Rabu (19/11/2025).
Secara teknikal, jelas William, IHSG mengalami tekanan akibat aksi profit taking sesaat, setelah menembus level 8.400. ” IHSG berpeluang melemah terbatas. Area potensial untuk pembentukan demand zone IHSG pada rentang 8.361-8.288 dan pada area ini koreksi IHSG masih dalam kondisi aman,” paparnya.
Pergerakan IHSG akan dibayangi sentimen negatif terkait berlanjutnya aksi jual bersih yang dilakukan investor asing. Pada perdagangan kemarin, net foreign sell di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp320,1 miliar.
Untuk perdagangan hari ini, kata William, WH Project merekomendasikan trader agar mengakumulasi pembelian pada saham INKP, ELSA, AKRA dan BMRI. (sdk)














